Kemping di Erawan National Park

Sudah lama tidak menyentuh blog… lama-lama jadi seperti tak bertuan. Ibarat kebun, mungkin sudah dipenuhi ilalang nan gersang.

Jadi ceritanya setelah proposal kemarin, saya melanjutkan banyak pekerjaan yang belum selesai. Disambung dengan kelas full dari para profesor Jerman sejak pagi sampai sore selama 2 minggu dan baru beres tanggal 7 Maret. Capek, pasti!

Tapi kelabakan tak membuat saya gentar untuk tetap pelesiran, hihi.. Tanggal 1 kemarin ada 2 pilihan untuk pergi. Teman-teman dari residence berencana untuk pergi ke Khao Yai National Park, Nakhon Ratchasima untuk ikut marathon, sementara dari perkumpulan mahasiswa ada acara gathering untuk pergi ke Erawan National Park, Kanchanaburi.

Pilihan saya jatuh ke Erawan, karena akan pergi dengan para tante yang sudah lama tak bersua, meski sisanya adalah para abg. Kami ber-50 orang naik bus sewaan dari kedutaan. Dari Bangkok molor berangkat jam 9.30 sampai di lokasi sekitar jam 2 siang. Para panitia muda sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk peserta, jadi aslinya kami tinggal duduk manis dan santai-santai. Tapi ternyata gathering ini dijejali berbagai acara anak muda, performance ini itu, persis seperti kemping pramuka. Saya merasa salah memilih acara. Wong pergi dari Bangkok diniatkan untuk melarikan diri dari rutinitas, kenapa jadi banyak acara begini?

Malamnya pun sama, direncanakan akan ada banyak acara. Makan malam berlangsung sangat telat sekitar jam 9 malam. Kami dioleh-olehi banyak ikan bakar dari Pak Dubes yang kebetulan bersedia hadir, jauh-jauh ke Kanchanaburi. Saya sudah mengantuk berat, sementara yang muda-muda masih bersemangat. Masuk tenda, sempat khawatir pula akan sakit badan karena tidur beralaskan alas seadanya. Tapi ternyata pihak Camping Site menyediakan penyewaan matras, semalam 20 baht. Wah, bawaannya sudah mau tidur saja.

Ketika acara hiburan akan berlangsung, waktu sudah melewati jam 10 malam. Alhamdulillah, pihak penjaga Camping Site datang dan mengingatkan bahwa tidak boleh ada keributan setelah jam 10 malam, artinya acara dibubarkan. Yihaaa… yang masih membakar jagung atau apapun silakan saja. Tapi dilarang berisik. Syukurlah, kalau di tempat kita mungkin bisa sampai besok pagi masih hingar bingar.

Erawan di bulan Maret bisa dibilang cukup panas. Siang hari mencapai 40 derajat Celcius, sementara pagi sekitar 20. Matahari terbit jam 6.30 pagi. Ketika senam pagi dan acara lainnya berlangsung, kami memilih kabur untuk trekking.

Lokasi air terjun dari tempat kemping tak terlalu jauh. Pagi buta, kami menyusuri jalanan. Erawan ini terbagi menjadi 7 step. Air terjunnya tidak terlalu tinggi. Batu kapur di sekitarnya membuat air terlihat berwarna biru jernih dan banyak ikan besar-besar. Lokasi trekking terbilang terfasilitasi dengan baik sampai step 5. Jaraknya tak terlalu jauh hanya 150- 500 meter. Favorit saya, step 5, gambar kiri paling bawah. Cantik, tapi sayang kamera saya seadanya. Tadinya saya berdua teman tak berniat naik, tapi berhubung ada dua teman lelaki yang ternyata trekking juga, akhirnya kami ikut serta. Naik ke level lebih atas, lumayan merangkak. Total jarak garis lurus sih hanya 1,2 km tapi kok rasanya lumayan ngos-ngosan.

End of trail rute kami adalah gambar kanan atas. Air terjunnya hanya seperti itu. Meski simpel, tapi puas. Sampai di sini sekitar jam 9.30 pagi. Masih sepi, belum banyak orang berkeliaran. Hanya beberapa fotografer handal yang mengabadikan gambar. Rasanya tidak percaya, jika dua emak-emak galau yang belum sarapan ini bisa mencapai puncak. Meski saat pulang, lutut sudah gemetaran atau kadang-kadang nyaris jatuh, mata siwer saat mengambil gambar, hihi.. tanda-tanda kelaparan sekali.

 erawan

Puas? Alhamdulillah.. minimal bisa menyegarkan mata sejenak, walaupun akhirnya badan remuk redam.

20 thoughts on “Kemping di Erawan National Park

  1. mbak apa kabar…
    waduh di gembleng pak profesor dari jerman tho sehngga tidak ada waktu buat menulis di blog…waduh itu photo tearkhir air terjunnya mantep banget…wah nggak salah pilih walaupun ala pramuka untuk para emak hehehe..:)
    itu air terjun kayak air terjun di pelang, dekat pantai pelang di pesisir selatan trenggalek🙂

  2. mendaki itu sih nggak seberapa
    tapi turunnya itu yang mana tahan, kl aku sih pasti betis jadi gemetaran terus wk..wk..

    stamina masih oke banget mam, jalan sekilo lebih masih bisa ambil gambar cantik begini

    • mulai step 5 pendakiannya lewat batu-batu gitu, mba.. itu yg bikin agak serem.. banyak yg kepeleset

      kalo step 1-5 mah lenggang kangkung aja, cuma berhubung masih pagi jd berasa agak horror.. apalgi pas ngelewatin pohon2 yg dikasih sesajen🙂

  3. Mengikuti acara kebersamaan, memuaskan rasa ingin tahu melalui trekking jalan terus. National Parknya indah banget Jeng, trim berbagi kesegaran alam. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s