Krabi : sensasi Koh Phi Phi

Hari berikutnya di Krabi, Sabtu rencananya diisi dengan trip ke Phi Phi seharga 1100 baht dan Minggu ke Hong islands 600 baht sesuai request anak-anak yang kebelet ingin menginjak Phi Phi. Sejak kemarin hujan tak berhenti turun, menurut ramalan cuaca di dua hari itu prediksi hujan hanya 40 dan 20%. Benar saja, Sabtu pagi matahari seperti enggan menyapa kami. Tapi kami tetap optimis semoga menjelang siang hari akan sedikit terang. Sebelum berangkat, saya mengajak mereka berjalan kaki keliling kota, menyusuri tepi sungai. Tak ada sunrise yang bisa didokumentasi seperti dahulu kala. Mendung.

DSC02954Tiba di dermaga Ao Nang, tiba-tiba gerimis mulai turun dan berubah menjadi hujan tak terlalu besar. Ombak terlihat biasa saja, hanya garis horizon di laut sana tak terlihat. Perlahan warna ombak mulai keruh, langit mulai berkabut. Saat awal kami menuju speed boat, baju saya sudah basah sampai batas celana, jadi kurang lebih tinggi air sekitar 90 cm.  Rasanya semua baju penumpang di awal naik speed boat sudah kadung basah semua. Hujan bertambah deras, tapi kapal masih bisa melaju dengan ombang-ambing yang lumayan seru. Cipratan air laut membasahi badan penumpang dari arah jendela kapal, jadi kami basah kuyup. Tour guide dan si bapak tua sang kapten kapal rupanya agak khawatir dengan suasana ombak yang makin lama makin tinggi. Saat melewati Chicken island, beberapa boat yang melaju terlebih dulu terlihat kembali ke pantai. Wajah-wajah deg-degan mulai terlihat, teman saya si tukang mabok akhirnya KO. Tour guide lalu memutuskan untuk mengajak penumpang kembali ke pantai Noppharatthara yang lebih landai, mengembalikan penumpang ke hotel, dan mengganti biaya trip.

DSC03005100_5701Phi Phi hari pertama berakhir dengan diturunkannya para penumpang di tepi pantai lantas disambut dengan hujan deras. Keputusan yang tepat karena makin lama ombak makin tinggi. Meski terlihat sedikit terang tapi hujan tetap awet. Ada penumpang dari boat lain yang dikirim ke rumah sakit dengan ambulance, jika tetap memaksakan diri kita bisa berakhir sama.

Kadung sudah berada di tepi pantai, kami sengaja tak ikut pulang ke hotel. Meski hujan, tetap ingin bereksplorasi. Akhirnya singgah untuk menyantap hidangan seafood di sebuah warung muslim, menumpang meneduh sekaligus ganti baju. Berharap ada segelas teh manis panas untuk pelipur si mabok laut tapi yang tersedia hanya minuman dingin. Setelah mengisi perut, berakhir dengan jalan ke toko-toko terdekat dan membeli sendal jepit lucu. Lalu kami naik ojek taksi ke shopping center di Ao Nang, seorang 40 baht. Kalau jalan kaki ya lumayan, ada sekitar 4 km. Dari Ao Nang kami kembali ke Krabi Town naik song taew 50 baht per orang, lalu memutuskan untuk mengganti trip Hong island ke Koh Phi Phi lagi keesokan harinya. Sorenya kami berjalan-jalan di sekitar Wat Kaew Korawaram yang dicat putih diiringi hujan deras. Hari itu diakhiri dengan menikmati oil + thai massage selama 90 menit seharga 300 baht.

???????????????????????????????

Berhubung judul postingan tentang Phi Phi, maka keesokan harinya dengan penuh pengharapan kami kembali ke Phi Phi. Boat dibawa dari Noppharatthara dan melaju dengan tenang. Meski ayunan ombak tetap kencang tapi tidak seganas hari kemarin. Spot pertama kami singgah di Bamboo island yang berpantai putih, dilanjut dengan snorkeling 30 menit di laut lepas Phi Phi Don, melewati Viking Cave tempat para nelayan mencari sarang burung, seperti urutan gambar berikut:

???????????????????????????????100_5714100_5719Setelah melewati gua ini, boat melaju sangat kencang dengan ombak yang tinggi. Tiba-tiba air laut mulai masuk ke dalam kapal, lalu kami berhenti agak lama untuk mengecek kondisi kapal di lagoon kecil di Phi Phi Lek yang notabene tidak ada apa-apanya. Haa? Cuma begini doang? Tapi daripada kecewa, mari kita cari spot yang bagus untuk foto.

100_5720Karena urusan kapal belum selesai, akhirnya kami diungsikan ke boat lain sampai terasa overload. Boat kali ini banyak diisi oleh turis Malaysia beserta keluarga. Tiba-tiba terdengar keributan antar penumpang bule berbahasa Perancis dengan tour guide. Mereka bersikukuh dengan pergi ke Maya Bay sementara kapten kapal tak ingin mengantar karena ombak di area Phi Phi Lek sedang tinggi. Kemarin banyak kapal yang karam dihadang ombak yang kami lihat di perairan Phi Phi ketika singgah di pulau untuk makan siang di Maiyada resort. Sempat ribut lama saat naik kapal lagi untuk kembali pulang. Entah bagaimana ceritanya, mungkin si turis merasa dibohongi kalau tak bisa merapat ke lokasi Leonardo DiCaprio syuting kenapa harus memaksakan pergi ke Phi Phi, sementara pihak tur pun tak ingin mengambil resiko karena mereka yang mengerti medan dan semua kembali ke alam. Walhasil kami dibawa kembali pulang ke Noppharatthara jam 3 sore tanpa ada kompensasi pergi ke pulau lain. Turis itu kembali mengamuk sambil melempar-lempar sisa makanan dan akan komplen ke kantor agen tur. Sementara kami bingung karena tak tahu sedang ada apa gerangan dan ikut turun karena semua orang turun. Dih, males banget lihat orang berantem!

Lagi-lagi, berhubung sudah jauh-jauh ke Krabi, kami kembali ke warung yang sama untuk menumpang duduk dan menyimpan tas karena ingin menikmati sunset indah di pantai Noppharatthara dengan kamera seadanya. Sedih juga rasanya tak bisa menyimpan momen bagus karena kamera yang rusak.

DSC03270Jam 6 sore akhirnya menaiki song taew untuk kembali ke kota. Tidak tahu harus disimpulkan bagaimana perjalanan kali ini. Saya juga bingung. Tak terlalu kecewa tapi merasa tidak terlalu bagus. Biasa-biasa saja, karena saya pernah mendatangi tempat lain yang lebih bagus. Jadi terus terang saja, saya heran dengan promosi luar biasa tentang Koh Phi Phi ini. Entahlah, ini hanya pendapat pribadi saja.

Oh, iya.. karena insiden keributan tadi kami tak sempat berkelana di Koh Phi Phi. Hanya makan siang, ganti baju, lalu duduk sebentar di tepi pantai sambil menunggu boat.

???????????????????????????????Tak lupa lima pasang sendal jepit (padahal kami cuma bertiga) dibeli sebagai pelipur lara karena tak menikmati liburan dengan optimal. Lumayanlah, buat seru-seruan..hahaha

100_5705

33 thoughts on “Krabi : sensasi Koh Phi Phi

    • Bulan nov-jan memang high season, Bu.. tapi saat ini juga disertai hujan.. panduannya dari metrologi Thailand lengkap kok, cuma kalo kita dr jauh kan suka ga ngerti prediksinya gimana.. saya sih dinikmati saja, meski pake senyum miris, kk .. dibawa fun

  1. mbakkk… aku pengen kesana lagi…
    asyik banget ya mbak jalan 2 kesana.. mana biaya juga gak mahal banget..
    tapi kalo ada keributan gitu gak asyik banget ya mbak…masak gak ada kompensasinya…
    padahal setahu lia masih ada beberapa tempat lagi.. tapi iyalah kalo kondisi alam gak bagus,,,
    wahhh turis prancis juga bisa rese’
    maaf ya mbak baru mampir lagi

  2. hi hi..jadi berantem ya turis itu.Tapi menurut saya sebaiknya sih jangan maksa pergilah, kalau kapten kapal saja nggak yakin.Keselamatan kan jauh lebih penting Mbak..

    Selamat bersenang-senang dengan liburannya Mbak..

  3. aku paling takut mbak naik perahu atau kapal dengan ombak yg tenang atau ombaknya tinggi, makanya pas baca cerita ini jadi malah ngeri2 gimanaa gitu, ngebayangin klo aku di atas kapal ombaknya kenceng pasti udah nangis nangis dah…*cengeng bin penakut

    • aku cengar-cengir aja.. ngeri2 gimana gitu *sambil komat-kamit baca doa* tp pas hari berikutnya sempet mual gara2 telat makan.. abis diisi seger lagi tetep terang sampe pulang… yg lain tidur.. tapi begitu sampe bkk, badan rasanya rontok, hahaha

  4. Hi Mbak… Salam kenal….

    Lagi cari2 info ttg krabi, akhirnya nemu blog-nya mbak..😀

    Kira2 kalo awal bulan februari ke krabi, lgi musim hujan gak yah..? saya n temen2 rencana mw ke krabi awal februari nanti… 3hari… rencananya hari pertama mau ke phiphi, trs hari kedua mw elephant trek+tiger cave+emerald pool

    kalo untuk tur2 disana ada agen yg recommended gak? yang murah tapi terpercaya gtu.. maklum backpacker-an kita ksana….

    • sama-sama… Februari kayaknya sih lumayan aman tapi ga tau juga ya, hehe..

      saya pernah ke beberapa spot di krabi.. biasanya ikut tur dr penginapan aja.. saya biasa nginep di krabi town bukan ao nang.. harga standar kok ga terlalu jauh beda.. tiger cave + emerald ada di posting sebelumnya..

      kalo mo liat tulisan krabi awal th lalu ada di folder perjalanan/thailand.. tp filenya banyak banget🙂 silakan diubek2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s