I’m in Lab

Inginnya sih bikin judul I’m in love, namun apa daya tidak demikian adanya.

Akhirnya mulai Senin kemarin saya menjalani aktivitas lab juga, setelah ditodong Advisor yang meminta saya untuk proposal defense bulan Januari. Saya sih senyum-senyum saja, mau bagaimana lagi wong detil proyeknya saja belum diberitahu. Ia hanya bilang “air pollution, right?” Saya mengangguk manut.

Tak lama, beliau datang mencari saya dan mempertanyakan apakah saya tertarik dengan proyek yang akan diadakan sekarang. Masih tentang air pollution, namun bukan setting air ambient quality standard seperti yang pernah dibicarakan bulan Agustus lalu, diganti  topik indoor air pollution dengan bahan baku incense alias hio alias dupa alias menyan.

Ya ampuun, hati ini langsung ngedrop beberapa blok rasanya setelah mendengar penjelasan Advisor. Antara lega dan sedih, Lega karena akhirnya bisa memulai aktivitas, tapi sedih memandangi nasib ketikan proposal saya yang sudah 40 halaman tentang AQS, partikulat, dan lain-lain. Masih ada sih beberapa bagian yang bisa digunakan, cuma artinya harus mere-set ulang unduhan paper, dan kawan-kawan yang cukup menyita waktu. Belum bacanya. Hiyaaa

Masih tersenyum manis bersama Advisor, saya membuktikan diri sebagai murid yang berbakti pada instansi. Saya manut saja, tanpa protes. Disuruh belajar teknik baru, saya ikut. Disuruh mengintili pekerjaan peneliti, saya setuju. Pokoknya tidak neko-neko. Status saya sekarang di sini cuma mahasiswa. Pada tahu dong ya, kalau jadi murid praktek kerja lapangan atau riset itu harus giat bekerja, suka menolong, dan rajin menabung #eh? Tak perlu sok tahu meski sudah tahu atau terlalu banyak tanya ini itu. Bisa-bisa dimusuhi orang satu lantai.

Lalu saya belajar teknik analisis biomarker untuk parameter bahan organik mudah menguap alias VOC. Pekerjaan pertama saya setelah berabad-abad resign dari dunia analisis adalah mengguntingi ujung fin tip sebanyak 3 boks sampai kapalan. Dikira pekerjaan gampang, tak tahunya lumayan menyita tenaga. Entah kenapa saat itu saya senyum-senyum sendiri. Tak disangka, haha.

Setelah itu mulailah berinteraksi dengan sampel urine. Iya, sampel biologi ini sebenarnya diemohi karena saya tergolong orang yang tak tahan jijik. Tapi dengan menahan-nahan diri sambil komat-kamit meluruskan niat, saya berusaha menjalaninya dengan baik dan benar. Bismillah, pokoknya. Semua dipreparasi sesuai prosedur. Saya langsung turun tangan, grogi juga sudah lama tidak bersentuhan dengan alat-alat lab. Bekerja dengan printilan seperti gambar dari mbak wiki ini

Image

Image

Mm, sengaja ingin posting pengalaman balik lagi ke lab karena menjadi sesuatu yang bersifat memorial buat saya. Pekerjaan saya tiga hari kemarin adalah mengukur metabolit senyawa trans, trans muconic acid yang berasal dari reaksi metabolisme benzene dalam tubuh. Sekedar info, benzene adalah salah satu senyawa karsinogenik yang bisa mengakibatkan leukimia.

31 thoughts on “I’m in Lab

  1. wahh,,, mbak… aq terkagum2 karena gak ngertinya… hebat banget ya di lab seharian ..,ingat dlu pas smu belah kodok hehehhehe…
    semangat mbak… Mudah2an cepat selesai… ^_^

  2. ngecek efek polusi udara akibat uap hio…. yang bakal dicek kadar benzena dalam urin gitu ya?
    ngambil urinnya siapa …, he..he.., jadi pengen tahu
    belum pernah tahu cara ngukur polisi udara

  3. waaahhh.. aku gak membayangkan mbak kalau aku harus balik lagi ke lab informatika. Harus berhadapan lagi dengan hardware2 dan kabel2 yang udah aku lupakan namanya itu. Padahal baru lulus 3 tahun yang lalu >.<

    Semangat mbak.. badai pasti berlalu😛

  4. indoor air pollution….maju terus Jeng, sepulangnya dari ngelab bisa ngaudit kesehatan ruang.
    Pas bahasan rekalsitran BTX sy angkat tangan menyerah Jeng..
    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s