Bangkok : dari masjid ke masjid (II)

Hari Sabtu lalu, tanggal 9 November kembali saya melanjutkan perjalanan mencari masjid dengan teman yang sama. Masih dengan rute yang sama, menggunakan bis no 77 dari Victory Monument untuk turun di daerah Silom. Silom sangat terkenal sebagai kawasan turis yang tak pernah sepi dari berbagai kegiatan. Hal ini saya lakukan karena minggu sebelumnya kami melihat 2 bangunan masjid di area Silom.

Masjid pertama yang dikunjungi adalah masjid Mirasuddeen yang terletak di Soi 20 Silom Rd. Berhubung Soi artinya gang, maka masjid ini terletak di dalam jalan kecil, dimana di sekitarnya banyak sekali tukang jualan dan persis bersebelahan dengan pasar basah. Kami turun di bus stop persis di depan kuil Hindu Sri Mahaman yang ramai pengunjung, tapi tidak masuk ke dalamnya karena hari sudah menjelang dzuhur. Tidak mungkin kan ya pas waktu sholat masuk kuil? Terus lupa deh..

aMasjid ini tidak terlalu besar, tapi lumayan rapi.  Di dalam masjid kebanyakan jamaah berasal dari Afrika dan India. Saya amati di Thailand ini biasanya mereka mengadakan shalat jamaah dalam waktu berselang. Tidak seperti di kita yang bersegera setelah adzan, mereka memberi jeda waktu sekitar 20 menit, tapi tetap saja tidak terlalu penuh.

DSC03177Tak lupa sebagai highlight menjelang makan siang,  pengganjal perut saat itu adalah bakso seharga 40 baht. Saya memilih cemilan buah persimmon/khaki/hak alias kesemek karena tidak terlalu suka bakso. Nah, kami duduk berdua pas di bangku depan landmark bersejarah itu. Biar bisa foto-foto.

DSC03184Sambil makan, kami sempat mengobrol dengan seorang Pakistan/Timur tengah yang mengaku pernah tinggal di Jakarta. Ia menunjukkan beberapa masjid yang berdekatan, antara lain di Soi 11 atau di arah Surawong menuju Bang Rak. Akhirnya kami memutuskan pergi ke Bangkok Mosque yang dimiliki oleh Tamil Nadu Moslem Foundation. Jalan kaki mengikuti petunjuk arah saja. Lumayan ternyata. Untung teman seperjalanan saya bukan tipe yang rewel kalau kesasar, jadi kami berdua santai saja menikmati segala sisi.

cdTidak lama kami di sini. Setelah gagal masuk ke dalam karena pintu untuk woman entry dikunci, kami langsung balik kanan dan memutuskan untuk berjalan lagi sampai di area Surawong dan menembus Charoen Krung Rd. Kayaknya lama-lama hapal di luar kepala saking 3 minggu berturut-turut bolak-balik ke sini. Kami memutuskan pergi ke Soi 36, arah masjid Haroon untuk makan siang di sebuah resto Thai India halal yang cozy. Pajang nggak ya? hihi… Nanti saja deh, liputannya..

DSC03137Setelah makan siang sambil mengadem di tempat ini, kami tidak pergi ke mesjid Haroon yang terletak bersebelahan tapi memutuskan untuk pergi ke masjid Jawa. Kali ini tidak salah naik bis lagi. Berhubung hari mendung, kami bersegera pergi sekaligus menunaikan shalat Ashar.

eLiputannya ada di 2 post yang lalu, tapi baru kali berhasil difoto. Penampakan dari sisi luar, akhirnya sudah tidak penasaran lagi. Meskipun agak susah mendapatkan angle yang bagus karena terhalang banyak bangunan.

f Tak seperti minggu lalu yang shalat 4 waktu di mesjid berbeda, kami hanya singgah di 3 masjid saja Sabtu ini. Bersegera pulang naik BTS karena tak tahan melihat kemacetan di sore hari. Menjelang maghrib, saya sudah tiba di residence. Sabtu depan saya off dulu, ceritanya bersiap untuk exam🙂

23 thoughts on “Bangkok : dari masjid ke masjid (II)

  1. Masjid Jawa? Kenapa disebut Masjid Jawa? apakah soal nama ini sudah dibahas di postingan2 sebelumnya Mbak?
    Maaf lama gak mampir jadi ketinggalan nih hehehe

    BTW gudlak utk ujiannya yaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s