Kuliner di Bangkok : Fahana Italian Restaurant

Setelah kemarin dikomentari suami, “kok kurus banget!” saya dicereweti untuk banyak makan. Yup, berat badan saya memang susut 5 kg akibat tekanan batin di akademi, susah mencari makanan halal, masalah braces, tidak selera dan malas makan, dan lain-lain. Nah, berhubung urusan kelas mulai berkurang (ehm, masih ada tumpukan handout setebal 7 cm untuk ujian bulan depan) dan belum (mau) masuk lab riset, saya memuaskan diri untuk browsing di dunia maya dan nyata mencari sajian halal.

Sehabis ujian hari Jum’at kemarin, lagi-lagi saya mengubek google map dan mencari info untuk pergi dengan kendaraan umum. Info bagus bisa ditemukan di sini, ditulis dalam aksara Thai yang saya akali dengan google translate. Saya beruntung sekali menemukan salah satu blog seorang muslim Malaysia di Thailand yang banyak memberikan info di sini. Banyak sekali cerita di tulisan edisi lama, tapi sepertinya dia tidak mengupdate postingan baru. Satu lagi, teman SMA saya yang kebetulan baru 6 bulan tinggal di sini juga membuat status bahwa dia sudah menemukan resto yang dimaksud. Saya jadi ‘panas’, karena tinggal 6 bulan lagi di Bangkok kok masih belum kemana-mana juga. Meski harus dimaklumi kalau kami beda kasta. Dia pergi diantar sopir pribadi, sementara saya harus naik turun bis kota🙂

Pilihan pertama jatuh pada Fahana Italian Halal Restaurant di No 939 New Rama IX Rd. Bangkok 10250. Dari peta sih terlihat berdekatan dengan kawasan mall The Nine di Rama IX. Lokasi? Kalau dari tempat saya di Laksi berasa di negara antah berantah. Jauuuh pakai banget. Dan bisa dibayangkan bagaimana saya bolak-balik menyamakan peta dan huruf di google map seperti ini dengan rute transportasi umum seperti BTS, MRT, atau bis.

mapKami bertiga mulai pergi jam 5 sore ke Jatujak, naik bis AC 14 baht lanjut ke MRT Phra Ram 9 (kao) 29 baht dan keluar lewat exit 3. Lalu bingung, ada dimana saya? haha.. Sempat bertanya pada tukang ojek, ongkos dari MRT ke The Nine sekitar 100 baht seorang, sedangkan untuk jalur bis tidak diketahui rutenya. Akhirnya kami memilih taksi ke The Nine sebagai ancar-ancar yang ternyata hanya membayar 70 baht. Ongkos taksi memang tidak mahal tapi jauhnya lumayan, sudah menuju bandara Suvarnabhumi. Supir taksi yang diajak bercakap-cakap oleh teman Thai saya sampai kaget dan bilang ‘ngapain kalian jauh-jauh ke sini cuma buat cari makan aja?’ haha.. Dan ternyata sepanjang perjalanan, saya tidak melihat ada bis umum yang lewat kecuali Metro bis no 4-2 dari SVB ke Victory Monument. Jam 6 kami tiba di lokasi.

Fahana terlihat bersih, cantik, dan cozy. Semoga makanannya enak. Saat kami datang, di dalam resto lumayan ramai juga. Di sini disajikan menu pizza, spaghetti, dan kawan-kawan. Ada pula makanan Thai dan Vietnam. Sebenarnya saya tak terlalu suka pizza asli dengan roti yang tipis dan saus tomatnya. Karena hanya bertiga dan bukan tipe pemakan segalanya maka hadirlah hidangan ini.

??????????????????????????????????????????????????????????????Harga pizza berkisar antara 230-290 baht, chicken steak 180 baht, lasagna bayam 150 baht, 1 scoop es krim yoghurt blueberry (enak banget) 50 baht, chocholate fudge-nya biasa (lebih enak brownies amanda, haha), tiramisu 120 baht. Total semua sekitar 820 baht dan alhamdulillah nikmat, meski buat perut Indonesia tak terasa nendang, karena begitu sampai residence saya langsung makan nasi dengan gado-gado🙂

???????????????????????????????Di dalam resto yang buka dari jam 11-22.00 ini terlihat nyaman. Penampakan Fahana dari luar di waktu malam dan pose ambil foto tidak niat terlihat seperti ini. Dua ruko di sebelah kiri Fahana ada pula restoran Thai halal yang menyajikan menu noodle.

???????????????????????????????Tidak rela harus segera pulang karena perjalanannya lumayan jauh, kami bermalam minggu di The Nine yang terlihat semarak di waktu malam. Kebetulan di hari itu ada pertunjukan penyanyi jaman dahulu, karena yang hadir rata-rata sudah berumur dengan jenis musik jaman baheula.

???????????????????????????????Berkeliling sebentar, naik ke lantai 2 dan mengabaikan lantai 3 lalu masuk ke toko seperti 100 yen namanya Daisho, berputar-putar dan akhirnya singgah di cafe Farm Design yang menjual cheese cake. Kami memilih matcha seharga 105 baht, caramel fudge 100 baht, dan recommended chocolate cheese cake seharga 90 baht (buat hadiah ultah teman).

???????????????????????????????Jam 9 malam, kami memutuskan naik taksi kembali ke Victory Monument dengan membayar 105 baht, dan menunggu bis 29 yang akan membawa kami kembali ke Laksi. Hari Sabtu lalu terasa melelahkan namun menyenangkan. Lega dan puas, karena satu materi sudah selesai lalu berhasil menemukan makanan halal meski jalan yang ditempuh lumayan jauh. Tapi overall I’m satisfied. Alhamdulillah..

Oh, iya semoga tulisan ini bisa berguna untuk siapapun yang berkunjung ke Bangkok ^^

36 thoughts on “Kuliner di Bangkok : Fahana Italian Restaurant

  1. Infonya sangat membantu, Kak😀
    Tapi buat saya kalau hanya makan kayak gitu (Pizza dan Roti) kagak ngefek, Kak, hehehe, soalnya makan tanpa nasi, kurang essip🙂

  2. Membayangkan cari makan halal saja susah terus harus berkutat pula dengan buku2 tebal hahahaha..aku merinding Mbak Hil..Betapa perjuangan memintarkan diri itu emang tak mudah ya..Angkat topi tinggi-tinggi untuk dirimu🙂

    • aiiish, mbaa.. buku mah ga usah dipikirin.. apapun yg terjadi, terjadilah.. tetep usaha sisanya pasrah🙂
      klo makanan sih emang agak susah, tapi balik lagi pas kemaren ke Viet ternyata lebih jarang di sana, jadi masih bisa bilang alhamdulillah…

  3. Menjaga kesehatan sekalian refreshing wiskul ya Jeng. Info kuliner halalnya pastinya sangat bermanfaat bagi pembaca.
    Tetap jaga asupan ya Jeng, selamat berkarya. Salam

  4. Eciyeeee…malem mingguan nongkrong di cafe sembari ngemil pizza..
    meuni hardcore sekali siiih…
    *entahlah apa maksudnyah, aku juga gak ngerti…hihihi…*

    Di negeri orang, mau pergi beli pizza aja, perjalanan menuju kesananya meuni asa jiga perjuangan yah mba…
    padahal mah disini, didepan komplek rumah juga udah buka Pizza HUT lho mba…
    *mulai gak nyambung komen nya*

    • hangoutnya ma brondong lagi, hahaha… *nasib ga punya temen*

      iya puguh, klo di Ina tinggal telpon doang.. ngesot dikit udh nyampe.. ga kayak disini, mulai dari nyebrang jalan, naik bis berdiri, naik MRT, berakhir dengan naik taksi… tapi itulah seninya, dinikmati aja.. syukur2 bonusnya nikmat🙂

  5. Jadi ingat teman saya yang menahan lapar saat jalan2 ke Thailand,karena susah nemu makanan yang halal.😀
    Eh? Jadi braces bisa nurunin bobot gitu? Apa saya perlu pake braces ya… Hehe…

  6. Ehm, ehm..rupanya saya lama nggak berkunjung kemari…makanan-makanan ini, Hilsyaaa…membuat saya tergoda!
    Trima kasih sudah dikasih reomendasi, siapa tau, suatu hari nanti, saya bisa nyobain 1 scoop es krim yoghurt blueberry itu😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s