Petchaburi Trip : from palace to palace

Membuat catatan perjalanan dengan sisi sejarah begini sebenarnya bikin mati kutu, secara saya malas banget browsing sana-sini. Takut-takut salah kata pula, asal tulis tanpa sumber yang shahih. Walhasil, ditunda-tunda malah jadi lupa. Tapi tidak sah rasanya kalau harus dilewat begitu saja.

Ceritanya sehabis presentasi Jum’at lalu, kami diajak mengikuti cultural trip dari akademi. Perjalanan sekitar 3 jam menuju propinsi Petchaburi,  123 km arah barat daya (SW) Bangkok diawali mulai jam 7 pagi dari residence. Dengan menumpang van, kami bersebelas orang ditambah 2 staf menikmati trip yang dijejali dengan rute kunjungan dari istana ke istana. Palace hopping jadinya.

Petchaburi memang dikenal sebagai Muang Sam Wang (the city of three palaces), tempat dibangunnya istana para raja dimulai dari Rama IV, V, dan VI. Yuuk, mari kita lihat jejak sejarah yang masih bisa dinikmati masyarakat masa kini.

e

Sekitar jam 10.30 pagi, kami tiba di lokasi. Titik perhentian pertama kami adalah Mrigadayavan Palace atau tepatnya Phrarajnivesmarugadayawan. Terletak di komplek Sirindorn National Park, Cha Am, antara Cha Am dan Hua Hin.  Tiket masuk seharga 30 baht. Istana musim panas ini dibangun oleh King Rama VI tahun 1923 dengan bantuan arsitek Italia sebagai tempat berlibur dan hanya digunakan 2 kali saja oleh sang raja. Bangunan istana dibuat dari kayu jati dengan gaya arsitektur Thai bercampur western yang menimbulkan suasana nyaman karena berhadapan langsung dengan Bang Khra beach. Kami berjalan menyusuri komplek dipandu guide. Saat menuju lantai 2, pengambilan gambar tak diperkenankan lagi. Yang menarik, menu makan malam raja saat itu adalah aneka makanan Perancis. Istana ini terbengkalai saat sang raja wafat tahun 1925. KIng Rama IX mulai merenovasi lagi tahun 1965, dan membuat istana ini  berfungsi bagi masyarakat sekitar. Di lantai 2 banyak anak-anak sekitar belajar meditasi, agama Budha, dan gamelan Thai.

Hampir 1 jam di istana, kami bergeser sedikit menuju tempat sedikit modern. Atraksi turis bertema khusus yang bagus untuk pengambilan gambar. Kali ini berlokasi di Venezia Hua Hin. Pilihan yang salah, karena kami datang saat menjelang jam 12 siang. Tetapi demi sesi pemotretan, tetap saja dari ujung ke ujung dijabani. Benar-benar hot! Perkara pusing bagaimana nanti, yang penting… gayaaa!

fSetelah nyaris pingsan karena lapar dan dehidrasi, kami bergegas menuju tempat makan di pinggir pantai. Seafood? Pasti. Terbelalak melihat porsi kepiting mantap, tapi dilewat begitu saja karena harganya 400 baht/100g. Berhubung ini maksi gratisan, maka kami manut saja saat dipesankan menu oleh sang koordinator. Tempatnya biasa saja macam kaki lima, tapi ramai luar biasa. Dan alhamdulillah, saya makan banyak. Sudah dua minggu tersiksa, haha..

gSetelah makan siang, kami masih melanjutkan perjalanan menuju istana King Rama IV di atas bukit. Phra Nakhon Khiri atau yang dikenal sebagai Khao Wang terlihat sangat indah. Di masanya, segala penjuru kota bisa terlihat jelas dan dari sini sang raja mendalami astronomi dengan teropong bintang. Untuk singgah ke istana, pengunjung membayar 60 baht dan naik dengan cable car selama 5-7 menit lalu melanjutkan berjalan kaki.

cKomplek istana ini bentuknya hampir serupa dengan bangunan Taman Sari di Yogya, hanya saja dalam satu komplek terdapat istana dan tempat meneropong bintang, chedi, lalu tempat meditasi. Romantis, putih, angin sepoi-sepoi. Meski tembok berlumut dimakan usia, namun tetap saja terawat baik.

Tak berlama-lama kami berada di sini, koordinator kami sibuk berhitung karena hari sudah menunjukkan jam 4 sore, sementara istana berikutnya ditempuh dalam jangka waktu 10 menit. Karena ditutup jam 4.30, kami hanya dipersilakan masuk diantar guide tanpa diberi penjelasan apa-apa. Istana Phra Ram Ratchaniwet yang dibangun oleh King Rama V dengan arsitektur bergaya Eropa (Jerman) ini berlokasi di komplek Thai Army. Harga tiket masuk per orang sebenarnya 100 baht, namun saat itu kami digratiskan. Istana ini banyak dipakai untuk kegiatan syutng film, namun tak diperkenankan mengambil gambar. Dan tak sampai 15 menit mengelilingi istana, kami langsung keluar lagi. Pintu ditutup.

dBtw, ini semua fotonya punya teman sekelas saya… thanks to RH & SIA

Iklan

29 thoughts on “Petchaburi Trip : from palace to palace

  1. waduh photonya sukes membuat aku gigit jari…*pokoknya pingin travelling gitu…udah lama nieh gatel dan pegel kaki tiap weekend kok ke pantai dan kepantai terus….hiks…
    kapan aku bisa bilang “Bangkok I am Coming”………semoga secepatnya…*halah

  2. mbaaaaa…
    kayaknya selama disonoh dirimu PUAS banget jalan jalan nya yaaaa…

    Walopun sering stres stres belajar, tapi kan bisa dibayar dengan acara jalan jalan kayak gini yaaaaah…

    dan…daaaan…
    dari segitu banyaknya poto…mengapakah poto dirimu tidak terpampang disituuuh…
    kurang narsis ah…hihihi…

    • beloooom.. soale ga punya temen ngeluyur yg asik, mo jalan sendiri kadangkala ngeper 😦

      belajar udh diikhlaskan.. secara bu, yaa… mo ngisi jawaban berlembar2 juga tetep aja wassalam, cukup B aja .. makanya sekarang mah dinikmati, hihi…

  3. Makasih juga buat RH dan SIA 🙂
    Hihihihi…kayak yang kenal aja!
    Hilsyaaa…apa kabar?
    Udah lama saya nggak berkunjug kesini.
    Ternyata ada cerita tentang Petchaburi, dan makan siang yang bikin saya penasaran…iya, soalnya Hilsya katanya makan banyak…dimasak apa aja tuh seafoodnya?
    😀

  4. hihihihi…itu aku pisan Teh, hoream ngegugling, akhirnya lupa dteil perjalanan ke mana aja, ga jadi posting weh, cuma majang foto wungkul *ups* qiqiqiqiq

  5. Keren semua Jeng foto2nya…Foto ke2 gak nyangka di negeri gajah Putih….
    Pulau ke pulau, kuil ke kuil, istana ke istana…. Trim ya Jeng salalu berbagi kesegaran dan keindahan budaya melaui postingan2. salam hangat

  6. Yang paling cantik menurut aku yang terkahir mbak..

    Kalau aku disuruh mengunjunhi istana di asia tenggara kayaknya cuma melongos aja deh gak berkomentar.. gak ada yang terlalu suka dengan modelnya.. Laen kalo kayak.eropa atau jeoang korea gitu.. cantik aja rasanya.. hahahaha *dikeplak*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s