Kabur ke Hanoi

Yup.. kali ini bukan serius traveling, hanya kabur sebentar.

Ceritanya, sudah lama saya memendam keinginan untuk pergi ke Ha Noi. Judulnya penasaran. Inginnya sih ke Ha Long Bay, tapi berpikir ini itu kesana kemari belum sempat juga. Lagipun kalau pergi sendiri, rasanya tidak asyik. Gigit jari dong!

Kabur ke Ha Noi sebenarnya nekat. Kebetulan teman kuliah saya pindah kerja ke Ha Noi berikut keluarganya. Setelah basa-basi tanya kabar dan lain-lain, akhirnya dia bilang .. “Hayu, kamu ke sini saja, nanti saya jemput. Saya ada di Ha Noi tanggal 28. Tinggal di apartemen kami saja.”

Singkat cerita, tiket PP pun dipesan sebulan lalu seharga 3600 THB. Lalu bertubi-tubi saya mengikuti kelas kemarin dan baru selesai Jum’at sore. Malamnya kami sekelas dinner bareng di Sizzler sampai jam 10 malam. Sabtu pagi jam 5.30 saya sudah menuju bandara, pesawat pagi jam 6.45 menuju Ha Noi. Tiba di Noi Bai airport jam 8.45 dan selesai urusan imigrasi jam 8.55 pagi. Noi Bai terlihat lebih kecil dibanding airport di HCMC.

Dijemput teman berikut keluarganya, kami langsung menuju museleum Ho Chi Minh. Hari Sabtu kabarnya hanya buka sampai jam 10.30 tapi kemarin ditutup karena ada renovasi, jadi saya foto-foto di malam harinya saja. Tidak sah rasanya kalau ke Ha Noi, tidak berfoto di sini.

???????????????????????????????

Tidak jadi ke museleum, kami bergeser sedikit ke One Pillar Pagoda yang terletak tidak jauh dan saya jadi bingung sendiri, kenapa tidak seindah pemandangan di foto-foto ya? Akan lebih cantik rasanya kalau datang di musim gugur, saat daun mulai berwarna-warni. Yang jelas saya sudah menemukan spot dan sudut foto yang menarik. Dari arah sini…

???????????????????????????????

Tak lama, kami berjalan sedikit menuju museum Ho Chi Minh. Saya tidak ingat harga tiketnya berapa, karena semuanya dibayari. Tapi rasanya tidak terlalu mahal, mungkin sekitar 25 ribu VND,Β  untuk anak di bawah 15 tahun gratis. Di dalam museum, banyak menggambarkan diorama sejarah Paman Ho. Kami berputar-putar sebentar, jepret sana-sini. Biasa saja.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Tak lama di sini kami naik taksi menuju Hoan Kiem Lake, ikon kota Ha Noi. Numpang foto-foto di jembatan merah. Lalu masuk ke pagoda yang menyimpan fosil kura-kura yang diawetkan. Masuk ke dalam, membayar 20 ribu VND sementara anak-anak gratis. Jika di siang hari terlihat biasa saja, maka akan lebih indah dilihat di malam hari. Jadi malamnya kami kembali lagi ke sini, demi saya…^^

???????????????????????????????Siang itu, saya dibawa ke resto Thai Express.. hihi. Kabarnya makanan Vietnam tidak ada yang cocok di lidah mereka. Yo wis, namanya juga dijamu. Kebetulan entah dari berapa hari lalu saya tidak bertemu nasi. Kalau boleh dikomen, harga makanan di resto Ha Noi sepertinya lebih mahal dibanding HCMC. Hampir 1 juta VND untuk makan seperti itu, kalau saya lihat bill versus menunya pasti geleng kepala.

Selesai makan kami semua, terutama anak-anak iseng ingin naik eco-car keliling kota lama. Kami memilih paket 35 menit seharga 75 ribu VND. Saya sebenarnya agak bingung dengan kondisi kota. Tidak tahu spot turis ada di mana tempatnya, hanya tahu Hong Dao tempat belanja pakaian dan toko-toko suvenir sepanjang jalan depan Hoan Kiem Lake. Lalu memutuskan untuk pulang beristirahat ke daerah Tay Ho, di apartemen dekat Westlake. Karena lelah, saya tertidur sebentar. Ngomong-ngomong, kasur asli Viet ternyata keras luar biasa, bukan yang penuh busa atau per.

Malamnya setelah maghrib, kami berjalan lagi ke museleum untuk numpang berfoto. Di malam hari, banyak sekali masyarakat setempat yang berolahraga di area ini. Tak lama, kami bergeser naik taksi seharga 46 ribu VND ke Hoan Kiem Lake lagi untuk numpang berfoto juga. Lantas mencari makanan halal resto Nisaa yang rupanya sudah berganti pemilik menjadi Little India. Makanannya lumayan terasa di lidah, meski tidak pas untuk bumbu rendangnya yang terlalu India. Total makan malam seharga 600 ribu VND. Selesai makan kami pulang menumpangi taksi mini yang harga tarif awalnya lebih murah (10 ribu VND) dibanding taksi sedan (14 ribu VND). Ongkos ke Tay Ho sekitar 96 ribu VND.

Esoknya pagi-pagi saya berdua si sulung berjalan kaki melihat pemandangan Westlake. Banyak sekali orang yang bersepeda dan berjoging. Tua muda, dan tetap ngebut. Ha Noi di pagi hari maupun siang terlihat berkabut. Polusi? Yup, banyak yang memakai masker debu.

???????????????????????????????

Jam 10 pagi mereka pergi ke supermarket Metro (bacanya Meco) untuk belanja bulanan. Lalu mengantar saya keliling kota lagi menuju universitas tertua di Ha Noi, Temple of Literature Van Mieu, tempat belajar ilmu kedokteran dari China. Masuk ke sini rasanya tidak mahal, lagi-lagi karena gratisan jadi lupa mengingat harga. Di dalam kawasan ini terdapat bangunan khas China yang berkisah tentang ajaran Confucius.

???????????????????????????????

Dari sini, kami kembali lagi ke Hoan Kiem Lake untuk membeli sedikit oleh-oleh *ehm, tepatnya dibelikan banyak suvenir oleh istri teman saya*. Ia juga mengusulkan untuk menonton water puppet show tapi saya menolak, karena tidak enak dibayari lagi. Kami balik arah ke Westlake untuk makan siang di sebuah resto pizza. Lalu singgah sesaat di pagoda dekat danau, Tran Quoc temple.

???????????????????????????????

Setelah sesaat mengambil gambar di pagoda, kami melanjutkan acara bersama anak-anak untuk mengayuh bebek di danau, haha…

Acara kabur kali ini terbilang sangat nyaman meski rada tidak enak hati, karena saya tidak mengeluarkan biaya apa-apa selama di Ha Noi. Teman saya uangnya tak berseri :). Hanya sedikit oleh-oleh dari Bangkok dan uang THB yang dititipkan pada si sulung. Moga-moga dia sadar, bahwa selembar ribuan itu sama dengan nol yang banyakΒ  versi rupiah apalagi vietnam dong ^^

Pulang senin pagi dari Ha Noi, jam 1 siang saya langsung masuk kelas setelah absen di kelas pagi. Materinya membuat sakit kepala (lagi), kali ini ada presentasi disertasi topik pilihan untuk mendapatkan nilai. Sampai 2 minggu ke depan, saya kembali sibuk. Jadi happy kemarin hanya sesaat saja 😦

Iklan

48 thoughts on “Kabur ke Hanoi

  1. wakk kabur…?? ke Hanoi?? walah ini mah bukan kabur tapi sengaja hehehe…
    *ngiri ngiri…saya pingin kabur sebentar jalan jalan ah…..*tapi jalan jalan ke production floor maksudnya….walah….nasebb….pekerja pabrikan..hiks..

  2. Rasanya simpanan energi mama Hilsya luar biasa ya, tak pernah habis dengan gempuran paper di kelas, sesekali kabur menyuguhkan cerita perjalanan dan foto2 cantik. salam

  3. Emang kalau udah kukiah jatohnya itu jalan jalan ya mbak..

    Aku cerita ke abang ttg mbak. jawabannya malah: naahh tgu anaknya segeda mbak aja baru kuliah.. huwaaa.. itu berapa taon lagi yak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s