Jalan-jalan Pattaya 3: Mini Siam & Bottle Art Museum

Entah kesambet apa, tiba-tiba di siang hari Sabtu yang terik kemarin kami sengaja pergi keluar residence. Padahal badan masih terasa lelah karena kegiatan super padat minggu lalu. Awalnya hendak pergi ke Pakchong atau Cha Am tapi akhirnya malah memilih ke Pattaya. Destinasinya bukan ke pantai, kami terbujuk rayu iklan Mini Siam.

Dimulai dari Laksi setelah dzuhur, kami tiba di Victory Monument hampir jam 2 siang. Macet, karena tidak naik BTS. Harga tiket BTS dari Mo Chit ke Victory Monument naik dari 25 menjadi 40 baht. Beda jauh dengan tiket bus non AC seharga 8 baht. Dari pool van dekat Century Mall, lalu naik van ke Pattaya seharga 97 baht. Perjalanan berlangsung sekitar 1,5 jam. Jam 15.30 kami dibantu kenalan dadakan Thai untuk turun di pinggir jalan, depan Mini Siam (orang Thai menyebutnya Mueang Chonglom). Pas di sebelah restoran Mc Donald. Mudah untuk ditemukan.

Karena panas luar biasa, kami menyeberang terlebih dulu untuk melihat Bottle Art Museum. Dengan tiket masuk 200 baht (termasuk sebuah suvenir kecil seharga 65 baht) untuk dewasa, dan 100 baht untuk anak-anak, saya masuk sendirian. Dua teman memilih menunggu di luar, mahal katanya. Di dalam, saya disuguhi video pembuatan bottle art. Luar biasa ternyata ya. Saya sih menyerah kalau harus disuruh membuat benda dengan printilan yang banyak itu. Tidak sabar, hihi..

bottleart

Ruang display kreasi terdiri dari 3 tempat, tidak terlalu besar. Ada berbagai ciri khas atau replika untuk beberapa negara, termasuk Indonesia. Bentuknya tidak terlalu mirip, tapi tetap saya acungi jempol karena kalau saya disuruh membuat ya kibar bendera. Kebayang dong, bagaimana sabarnya harus membuat sebuah bangunan. Dipotong kecil-kecil, diberi nomor, lalu dimasukkan ke dalam botol sambil diberi lem dan disusun. Salut kepada para penyuka seni. Setelah ruang display ke 3 ada tempat workshop untuk berlatih dan koleksi suvenir untuk dijual.

Tak berlama-lama saya di Bottle Art Museum, meski tak terlalu berkesan tapi tetap saya nikmati. Minimal mendapat ilmu baru. Kami lalu kembali menyeberang menuju tempat semula, Mueang Chonglom alias Mini Siam.

Masuk ke dalam Mini Siam dikenai tiket 300 baht untuk orang asing dan 120 baht untuk lokal. Di depan gerbang tersedia payung gratis untuk menahan serangan sinar UV. Matahari masih terasa menyengat, padahal sudah jam 4 sore. Dan voila.. terhamparlah berbagai miniatur bangunan di Eropa di bagian depan area, sementara miniatur bangunan Thailand ada setelahnya.

minisiamminiatur bangunan di Perancis, Italia, Jerman, dan Rusia.. cantiik

Sayangnya letak bangunan ini terlalu berdekatan, jadi harus pintar-pintar mengambil angle foto agar terlihat seperti aslinya. Ada juga beberapa bangunan yang rusak dan kurang terawat. Dan menurut saya, kami datang di waktu yang salah. Akan lebih menyenangkan bila datang di waktu sore menjelang malam, sekitar jam 7 malam. Permainan cahaya lampu akan menyebabkan pemandangan menjadi spektakuler dan jauh lebih indah seperti terlihat di brosur.  Saat kemarin masih harus berjuang melawan cahaya matahari, padahal kami berada di sini jam 4.30 sore. Walhasil, semua ekspresi objek di foto terlihat ‘nyureng’ karena silau :). Setelah itu saya malah duduk lesehan di tepi taman miniatur Thailand. Mungkin karena sudah melihat bentuk aslinya, jadi saya diam iseng jeprat-jepret dalam upaya menyelamatkan diri dari dehidrasi. Panasnya benar-benar membuat pusing gara-gara sibuk eksis di Temple of Ra (dewa matahari orang Mesir) sambil melawan sinarnya. Hm.. jadi ingin ke Mesir.

???????????????????????????????

Jam 6 sore kami keluar dari Mini Siam, lalu naik ojek menuju pool van ke Bangkok. Terbata-bata hanya berkata, rodtu (van) pai (pergi) Krungthep (Bangkok) tanpa subyek predikat objek. Sebenarnya saya sudah diberitahu untuk naik songthaew menuju South Pattaya (Pattaya Tai) turun lalu bertemu intersection dan mencari restoran Fa, tempat pool van yang sama. Tapi berhubung sudah terbayang, bakalan tertulis dalam huruf keriting. Saya menyerah. Payah memang, sama sekali tidak bisa berkonversasi.

Naik ojek ini seru juga, karena ojeknya hanya ada 2 akhirnya saya membonceng bertiga. Tanpa helm pula. Aduh, ampun deh. Malu dan deg-degan. Jaraknya lumayan jauh, kami membayar 60 baht per orang. Sampai di pool van, tukang ojek mendapat komisi 20 baht per motor. Dan ternyata, van-nya berbeda operator. Di sini kami membayar 150 baht untuk kembali ke Bangkok dan sampai residence jam 10 malam.

Recommended? Bagus sih tapi tidak.. hihi. Teman saya malah bilang, mending dia tinggal di residence saja. Sebenarnya saya sudah melihat ulasan beberapa blogger tentang tempat ini. Mereka bilang biasa saja, tidak terlalu berkesan. Tapi ya, daripada penasaran akhirnya kita buktikan saja. Saya sih berharap bisa ke tempat aslinya saja, supaya lebih mantap. Aamiin..

Iklan

44 thoughts on “Jalan-jalan Pattaya 3: Mini Siam & Bottle Art Museum

  1. bangunan miniaturnya mirip banget ya bun sama aslinya, eh ya iyalah kan mencontek aslinya hehehe. pokoknya ngiriiii liat jalan2 trus 🙂

  2. walah refreshing abis ujian tho mbak?? hehehhe…wah melewati jam malam yah..seru….pelariannya untuk refreshing..ini lengkap banget sama photo2nya..keren 🙂
    btw lebaran balik indo kah mbak?? atau jadwal lagi padat???

  3. Selalu seger kalo baca cerita Hilsya tentang jalan-jalan…saya ikut ngedoain deh, mudah-mudahan keinginan ke Mesir itu bisa terwujud…siap-siap bawa kacamata item atuh, biar nggak nyureng lagi!
    😛

  4. Ke bagian Tenggara dari Bangkok baru nyampai di kebun buah Supathra di Prov Rayong dan Pantai Pattaya saja. Mandi cahaya di Temple of Ra sungguh ciamik. Tetep koq lokasi jalan-jalan yang menarik, Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s