Me time

Sisa waktu di rumah tinggal sehari lagi, besok saya harus kembali ke habitat. Rencana untuk berleha-leha di rumah menikmati liburan gagal total. Si teteh absen dari mulai saya datang sampai besok pulang.

ㅋㅋㅋ… nasib!

Senin malam saya tiba dengan terengah-engah menggendong ransel. Selasa saya pergi ke kantor untuk melepas rindu pada meja kerja dan meminta wangsit pada atasan tentang materi thesis. Rabu saya janjian untuk mengantar pesanan teman kepada keluarganya sekaligus belanja baju renang muslim dan printilannya. Kamis saya memilih anteng di rumah. Jumat saya memutuskan untuk pijat lulur ke salon dan kontrol ke dokter gigi. Sabtu membereskan ini itu termasuk harus keluar rumah lagi. Minggu besok siang saya harus bersiap menuju bandara.

Tidak lupa setiap hari melapangkan dada melihat kondisi rumah yang berantakan.  Untung saja si kaka sedang libur menanti hasil UAN. Gadis kecil itu menjadi tangan kanan kepercayaan saya dalam mengatasi kekacauan di rumah. Kalau tidak ada dia, mungkin badan saya tambah remuk. Menjemur pakaian, memotong sayuran, membuat minuman, membantu masak, mengepel.. sudah bisa dia tangani dengan santai #lha? emaknya kerja apaan? hihihi..

Saya sadari kalau selama ini saya jarang sekali berkutat dengan masalah tetek bengek rumah tangga. Biasanya tinggal terima beres. Apalagi setahun ini, saya aman damai sentosa. Mungkin karena itulah, saya diberi ladang tambahan untuk beramal. Dengan bonus capek luar biasa, akan sangat superb kalau saya tetap bisa tersenyum sambil berbenah.

Sementara si kecil sedang sibuk ujian kenaikan kelas. Susah payah saya menyuruhnya untuk belajar, karena yang bersangkutan ogah-ogahan. Kadang sambil berkaca-kaca ia mengerjakan soal latihan di bawah pengawasan ibunya yang baru datang dan belum berganti pakaian. Sambil dirayu dan diberi semangat 45, akhirnya tak sampai 20 menit semua latihan soal selesai dikerjakan. Esoknya saya yang menyerah, kadangkala ia sudah tertidur sebelum jam 8 malam. Hadeuh, bagaimana ini urusannya?

Me time dengan anak-anak terutama si sulung juga diwarnai dengan berkreasi. Misalnya membuat es krim imitasi. Kami mempraktekkan campuran daun sawi hijau, tape singkong, dan susu kental manis yang diblender dan dibuat sherbet (tidak sepenuhnya jadi sorbet karena mengandung sedikit susu) yang katanya akan beraroma alpukat.

???????????????????????????????Benarkah berasa alpukat? Heuheu.. tidak juga, karena tape singkong yang ditambahkan lebih mendominasi. Tetap rasa tape. Kabarnya rasa stroberi juga bisa didapat dengan mengolah campuran tape singkong, daun bayam merah, jeruk nipis, dan susu kental manis. Jika ada yang mencoba, kabari ya jika rasa akhirnya serupa dengan aslinya…

Sambil menikmati es krim kami juga berkarya membuat bros dari kain flanel. Tentu hasilnya tak seindah buatan para profesional. Tapi saya senang melihat ia asyik berkutat dan berkreasi.

???????????????????????????????Bonusnya si sulung mendapat nilai UAN lumayan, lebih tinggi dari nilai saya sewaktu SD. Insya Allah bisa diterima di SMPN terdekat. Dalam hati, saya yakin ia pasti bisa mendapat hasil lebih dari itu. Tapi mengingat ibunya tidak di rumah, lantas ayahnya pergi dinas luar kota saat UAN membuat saya berterimakasih karena itulah hasil kerja kerasnya. Sedih rasanya tak bisa selalu menemani, tapi sudahlah..

Buat saya tetap menjadi seminggu yang menyenangkan…