Wai Khru ke 2

Ini adalah postingan kedua dan terakhir saya tentang seremonial Wai Khru saat menjadi rian (pelajar). Kenapa terakhir? Karena acara ini hanya berlangsung bulan Juni tiap tahun. Tahun depan, saya sudah harus menjadi bandit dan pulang ke habitat. Cerita tahun lalu bisa diintip di sini. Kalau dahulu kami hanya menjadi peserta, tahun ini angkatan kami aktif jadi panitia. Tadi pagi, saya bertugas menjadi penerima tamu tanpa memakai sanggul. Hanya seragam t shirt  biru.

Sehari sebelumnya, kami juga membantu membuat dekorasi bunga untuk keperluan acara. Ini bantuan paling minim karena kebanyakan semua aktivitas dihandle mahasiswa Thai. Saya akui, beberapa teman memang sangat jempol sebagai decision maker. Perfeksionis.

Acara Wai Khru ini merupakan seremonial penghormatan para murid kepada gurunya. Kebetulan ada beberapa pengajar dari US yang sedang “menggojlok’ kami di musim panas ini. Beliau-beliau pun menjadi tamu kehormatan.

1013746_10152899731940391_714305178_n

Ini prosesi pemberian bunga, setelahnya mereka akan bersimpuh di kaki para sepuh ini. Sebuah simbol kepatuhan dan penghormatan.

Para pengajar asing kami rata-rata merasa terharu dengan kegiatan ini. Mereka merasa sangat tersentuh. Betapa tidak, posisi Khru (guru yang dekat dengan murid di luar dan dalam kegiatan belajar mengajar) di Thailand amat sangat dihormati. Berbeda sepenuhnya dengan budaya barat, atau bahkan dengan kita sendiri.

Tapi buat saya entah mengapa, tahun ini rasanya berbeda dibanding sebelumnya. Tidak seharu tahun lalu. Saat ini kami terlalu rileks karena banyak melakukan kesalahan saat upacara. Acara banyak diwarnai tawa dan senyuman. Dari mulai MC salah mengucap nama tamu, atau tamu yang berjalan sendiri tanpa didampingi sehingga membuat petugas jadi bingung, penampilan tarian ‘amazing show’ yang tidak ada di tahun sebelumnya, ada beberapa hal yang tidak well organized, dan sepertinya acara berjalan terlalu cepat. Tapi menutup mata dari itu semua, acara ini dipuji banyak orang. Saya salut dengan kerja keras teman-teman kami. Membanggakan. Terbayang tidak betapa mereka pintar di bidang akademis dan non akademis. Pintar, cantik, berada.. Cukup sempurna untuk dijadikan menantu.

Percaya tidak, hari Senin kami ada kelas sampai jam 12 disambut dengan tugas presentasi. Hari Selasa, full day kelas dari jam 9 sampai jam 5 sore. Rabu, kelas sampai jam 12 dilanjut dengan persiapan venue seremoni. Hari Kamis, acara dimulai jam 9 sampai jam 10.30 lalu dilanjut dengan kelas sampai jam 12. Acara informal meeting dengan fakultas sampai jam 1, dan dilanjut presentasi singkat tiap siswa tentang signaling pathway satu per satu  sampai jam 4 sore. Sementara besok, kami masih punya tugas presentasi kelompok tentang epidemiologi. Saya saja yang tidak aktif berperan serta merasa sangat lelah, apalagi mereka?

Gubraaaak.. #entah mengapa juga, masih sempat-sempatnya membuat postingan..