Simple wish

Keinginan saya tidak muluk-muluk, cuma ingin sesekali menikmati makanan enak. Setelah menulis postingan junk food, minggu kemarin mendadak jadi kangen makanan sehat Indonesia. Setelah itu dua hari lalu gara-gara berbalas pesan dengan senior yang kebetulan sedang mukim di Sapporo, tiba-tiba jadi ngidam makanan Jepang.  Banyak resto Jepang di sini, tapi seperti di negara asalnya ternyata lumayan mahal *derita mahasiswa pas-pasan*

Harapan bisa mencicip rasa asli Indonesia hanya terjadi saat ada orang yang yang dikenal datang ke sini. Berhubung semua teman saya yang datang benar-benar bermurah hati *mungkin miris melihat badan saya makin lama makin tipis, hihi*, biasanya mereka war wer *istilah orang sunda* merelakan warisan makanannya jatuh ke tangan saya atau membawakan berbagai jenis makanan khas.

Dan itu terjadi saat kemarin saya bertugas menggiring sesepuh di sini. Teman saya wanti-wanti untuk mengambil titipannya *yang ternyata buerat banget.. makasiiiih banyak say* di tempat para pensiunan mandiri yang sedang menikmati masa tua dengan berjalan-jalan. Sekaligus membawa mereka berkeliling sesuai wish lists yang notabene isinya tempat belanja semua. Jadi guide (lagi).

Baiklaaah.. saya bilang cuma mencoba menjadi anak baik, berbakti pada orang tua. Lupakan ujian minggu depan untuk sementara. Tidak tega rasanya melihat senior-senior berlenggang sendiri. Saya jadi ikut khawatir. Takut mereka nyasar.

Perjalanan pertama tentu saja di Jatujak. Usai berjanji temu jam 1 untuk makan siang di warung Saman Muslim di dekat clock tower, saya kira masalah belanja-belanji akan segera selesai. Tadinya saya akan langsung menggiring mereka ke Sathorn Pier untuk mengunjungi Wat Pho dan Wat Arun sekaligus pergi ke Asiatique. Ternyata mereka masih asyik saja berhenti di setiap kios. Padahal Bangkok di Minggu kemarin terasa terik sekali, saya saja berasa melayang. Panas.

Jadilah setelah menyimpan belanjaan di Asok, tempat mereka menginap tak lama kami melaju kembali menuju Sathorn. Menikmati senja di tepi sungai Chao Phraya.

???????????????????????????????

Dan entah untuk ke berapa kalinya menikmati permainan cahaya yang menawan saat senja menjelang malam di Asiatique. Cantik.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????Oke kalau terlalu banyak foto tematik Asiatique yang diupload, akan membuat rancu ide awal postingan. Karena sebenarnya saya sedang bahagia. Segala keinginan sederhana itu tercapai hanya dalam waktu sehari saja.

???????????????????????????????Buras, pengganti nasi ala Makassar. Lupakan sambal pete di ujung sana!

Dan keinginan kedua itu juga terwujud saat saya ditraktir makan malam di sebuah resto Jepang di mall Terminal21 Asok menjelang tutup. Itadakimasu…

???????????????????????????????

Alhamdulillah, harapan jadi kenyataan…

Selesai makan malam, saya menerima tawaran Ibu untuk menginap di hotel karena saat itu sudah jam 10 malam. Beliau meminjamkan baju-baju belanjaan Jatujak untuk berganti. Dan kami langsung tepar membahana *nyontek istilah teman saya* karena terlalu lelah. Tak lupa saya memegang kertas dengan harapan bisa sedikit tersangkut. Paginya kami berpisah di Siam karena mereka akan lanjut ke Wat Pho secara mandiri disusul berkeliling MBK, sementara saya kembali ke habitat. Saya tetap mengontak untuk memastikan mereka aman terkendali dan tidak kesasar ke tempat lain. Dan senangnya mereka sudah kembali ke hotel untuk bersiap dengan perjalanan selanjutnya.

*back to reality with all papers around*

50 thoughts on “Simple wish

  1. alhamdulillah.. keinginanya bisa terpenuhi yaa Ma..
    itu yg di panci kuning sambel teri bkn sih? lucu aa bentuknya buras.. mirip lontong tapi diiket-iket gitu.. *jadi laper😀

  2. ini yah yang diposting itu…waduh kayak sambel teri gitu yah..hmmm syukurlah hasrat pingin makan makanan indonesia terlampiaskan..:) dan keinginan makan makanan jepangnya alhamdulilah juga terlaksana…:)
    masih pake kawat gigi kan..walah jadi tambah tipis lagi dong..karena makannya nggak bisa banyak…??? nggak papa mbak yang penting sehat …:)

  3. Btw Mbak knp aku nanya si anak ikan itu tdnya aku pikir itu anak ikan gabus ky di sini hihihi gk taunya teri toh😀, kalo disini pas lg musim banyak anak ikan gabus yg digoreng ky gitu

  4. Hilsyaaaa..jadi guide orang Indonesia pasti senang ya..selain bisa ngobrol dengan bahasa negara sendiri, ada bonus oleh-olehnya juga…selamat belajar lagi sekarang, sukses terus ya!

  5. Asik dong mak Hilsya, sesekali bertugas nganter jalan2.. Jd inget waktu di gorontalo bs kangen berat masakan Jawa… Mak hilsya dapet bingkisan dari Indo itu sesuatu bgt.. Alhamdulillah.. Hehehe.. Sabar mak, sabar…

    Hmm.. Gmn hasil ujiannya skrg, mak..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s