Insomnia

Perasaan…. saya baru ngeh, makin lama saya jadi makin susah tidur. Padahal biasanya saya sering memilih peran menjadi Snow White yang tidur dalam posisi cantik sambil menunggu pangeran tampan datang memberi kecupan. Sekarang paling banter hanya tidur 4 jam, itupun siangnya tidak bisa tidur.

Adaptasi mungkin ya? Biasa tanpa beban, hidup dalam zona nyaman lalu berubah status harus survive.

Senang sih, ada kemajuan dan keinginan diri untuk bertahan dan berjuang semampunya. Tapi kalau tidak didukung dengan nutrisi yang cukup -dimana di sini tidak gampang mencari tukang dagang keliling dan makanan halal atau tidak ada yang memijit gratis- ujung-ujungnya ambruk juga.

Saya tidak suka begadang *jangan begadang kata Pak Haji Rhoma*. Tidak seperti teman saya yang bisa bertahan dari jam 2 sampai jam 6 pagi untuk membaca, lalu tidur sebentar sebelum masuk. Atau malah teman lokal saya yang tidak tidur semalaman untuk mempersiapkan ujian besoknya. Kalau mereka-mereka itu sukses dengan pola belajar seperti itu, walhasil saya hanya akan tumbang dan ngeblank. Sakit kepala. Pusing karena kekurangan oksigen dan kekurangan nutrien.

Jadi curiga, jangan-jangan saya tidak bisa tidur bukan karena memikirkan materi tapi karena kelaparan, haha… *takut aja kalau harus ke pantry hanya untuk masak mie instan di microwave, lampunya terang sih.. tapi koridor itu suka menimbukan imajinasi horor*

Konon waktu yang bagus untuk tidur itu tidak lebih dari jam 11 atau maksimal jam 12 malam, saat sel-sel tubuh melakukan regenerasi. Dan bangun pagi sebelum subuh, adalah waktu yang lebih menyenangkan untuk membaca selain menunaikan wajib lapor pada Yang Kuasa.

Ya begitulah, jadi teringat kata salah seorang ibu dari teman saya yang menasihati anaknya.. “Jangan terlalu banyak tidur, Nak.. ayo berusaha! Nanti kita bakalan tidur panjang”