Krabi : Four Islands

Lazimnya berada di area Andaman, suka tidak suka hal paling menarik untuk dinikmati adalah islands hopping. Ada banyak sekali pilihan tur yang ditawarkan agen. Beragam harga dan fasilitas. Intinya tergantung bagaimana kita, mau kemana dan berapa bujetnya.

Singkat cerita saya memilih paket full day tour 4 islands + 1 bay dari Andamankrabi (nama agen tur) dengan longtail boat. Harga yang ditawarkan 400 baht. Jam 8 pagi saya dijemput menggunakan song thaew bersama para turis bule  menuju dermaga Ao Nang. Tidak jauh, kurang dari setengah jam. Dari sana kami mulai berangkat bereksplorasi jam 9.15

Di dalam kelompok itu, hanya saya dan satu lelaki yang akhirnya diketahui orang Thai yang berstatus single fighter. Lainnya couple atau bahkan grup. Dan sampai akhir perjalanan, sukses pula saya diam seribu basa dan lagi-lagi hanya sekedar senyum biasa.

Kalau sering pergi ke pantai, dimanapun tempatnya yang namanya islands hopping pasti hanya berkisar naik turun kapal, foto-foto, berenang, dan snorkeling. Di sinipun sama saja. Kita mulai via foto saja ya..

tupTidak jauh dari Ao Nang pulau pertama yang disinggahi adalah Tup island. Dikelilingi pantai pasir putih dimana saat air surut, kita bisa berjalan menuju pulau tetangganya. Airnya tenang dan nyaman untuk berenang. Kami diberi waktu 1 jam untuk berekplorasi di sini.

Setelah itu, kapal mulai melaju menuju destinasi selanjutnya untuk makan siang di Poda island. Dalam perjalanan kami melewati Chicken island (Koh Kai) yang dinamai berdasarkan bentuk unik batu kapur di tempat itu. Orang lokal biasa menyebutnya woodpecker, bahasa Thainya  *%^?

kaiOke baiklah, ayamnya sombong banget.. ga mau nengok ke sini

Dalam perjalanan itupun kami disuguhi pemandangan tebing kapur yang luar biasa, disertai warna air laut yang hijau  kebiruan. Indah sekali. Rasanya tidak ada kamera yang paling canggih sekali mata yang sehat. Gambar ini tidak sebanding dengan keindahan aslinya.

krabi1Makan siang prasmanan dengan 2 lauk ayam (masaman alias kari kuning dan ayam paprika) disajikan di Poda island. Biasanya berupa makanan halal, karena kebanyakan penduduk Ao Nang adalah muslim. Tantangannya cuma satu, di sini banyak sekali monyet yang berkeliaran. Nakal pula.

podaDi Poda kami diberi waktu sampai jam 13.30 untuk makan dan menikmati suasana pulau. Di sini banyak penjual es krim dan minuman yang berkeliling. Walau mengantuk saya waspada tingkat satu, waswas rebutan tas sama monyet.

Kurang jelas juga ya, apa kami sempat pergi ke Sii island untuk snorkeling atau tidak. Karena rata-rata semua pulau hampir serupa. Yang jelas banyak turis yang menceburkan diri ke laut untuk berenang dan memberi makan ikan. Di Similan dahulu, kami dilarang memberi makan ikan.

Terakhir, kami pergi ke Phra Nang Cave Bay. Sebuah teluk yang terkenal dengan tempat panjat tebing di Railay. Di tepi laut banyak penduduk lokal yang berjualan menggunakan boat. Di pinggir pantai juga terdapat resort mewah. Perjalanan menuju ke sini tidak bisa ditempuh dengan kendaraan karena tidak ada jalan. Hanya bisa dengan kapal atau berjalan kaki.

phra nang cave bayOh, ya dengan gagah berani saya juga ikutan naik tebing meski hanya lewat tangga dan cukup 6 m saja. Teman-teman lain malah ada yang sampai area lubang goa sebelah kiri itu.

krabi2Di mulut goa ini ada tempat sembahyang untuk mereka yang ingin berdoa. Tapi rata-rata pengunjung asing yang datang ke sini memilih untuk panjat tebing atau sekedar melihat orang yang sedang panjat tebing atau leyeh-leyeh di pinggir pantai sambil membaca buku.

Melihat orang membaca buku, tiba-tiba saya ingat handout lagi… ooh..