Sehari di Lopburi : half day trip

Lanjut postingan kemarin. Kali ini dengan sedikit sejarah yang saya copas dari mbak wiki. Nyerah bikin tulisan kayak gini, harus ada referensi tingkat tinggi.

Lopburi adalah ibukota propinsi Lopburi yang terletak sekitar 150 km NE dari Bangkok. Sebuah kota kecil yang mempunyai peranan penting dalam sejarah Thailand. Dimulai sejak jaman Dvaravati sekitar 1000 tahun lalu, dibangun oleh Raja Kalavarnadish dari Takkasila di NW India, sekarang Pakistan. Cerita sejarah lengkap bisa mengacu ke berbagai sumber.

Image

Lopburi berada dibawah kekuasaan regim Angkor dan menjadi salah satu tempat penting di basin Chao Phraya. Area ini dipenuhi sejarah di masanya. Bahkan menjadi ibukota baru dari kerajaan Ayutthaya pada abad 17, dimana sang raja menghabiskan sebagian besar waktunya di Lopburi.

Itu dulu, sewaktu masih berjaya.

Sekarang Lopburi kalah bersaing dengan kota-kota sekitarnya. Menjadi kota tua yang bukan tujuan utama kedatangan turis. Meski masih cukup banyak orang yang datang berkunjung. Tidak banyak hal-hal menarik di pusat kota. Semuanya biasa saja, bahkan cenderung ruwet dan terlihat seperti layaknya kota tua secara umum dengan kabel-kabel listrik yang berseliweran dimana-mana. Kendaraan umum terbatas, hanya song thaew dan bus tua, tidak seperti di Bangkok. Rasanya tidak melihat taksi.

Image

Kali ini yang menjadi atraksi favorit turis adalah ratusan monyet, crab eating macaques (Macaca fascicularis) yang tinggal di pusat kota. Terutama di sekitar Khmer temple, Prang Sam Yot dan Khmer Shrine, Sam Phra Karn.

Seperti di Sangeh, monyet-monyet itu tidak takut manusia dan lumayan nakal. Biasanya mereka suka mencuri makanan yang kita bawa. Jadi ingat waktu sandal jepit merah cantik *penting* saya direbut sama monyet waktu di Sangeh. Kita harus berhati-hati karena mereka berkeliaran dimana-mana. Saya sih tidak suka. Ngeri campur geli.

Ini sebagian koleksi Hindu Shrine yang diubah menjadi Buddha shrine, yang berhasil kami jepret saat melewati pusat kota dalam perjalanan kembali ke Bangkok. Van yang kami tumpangi berseberangan dengan satani Lopburi. Stasiun kereta ekonomi biasa. Kami tidak turun kesana, karena sudah mabok kebanyakan mengunjungi temple.

Image

Image

Bangunan-bangunan tersebut dibiarkan mengelupas dindingnya dan hanya terlihat bata merah. Setiap komplek diberi batas dan papan sejarah. Melihat Lopburi kurang lebih sama dengan Ayutthaya, hanya saja lebih sepi.

28 thoughts on “Sehari di Lopburi : half day trip

  1. Kalo ngelihat poto dan baca ceritanya sepi bener ya Mba Hilsya,
    tapi kalo misalkan mau dimanfaatkan untuk bikin cafe-cafe pinggir jalan gitu bakalan seru keknya. Nyante dan nyaman.
    Jadi inget Kafe Oen di alun-alun malang

  2. ooo gitu yah mbak sejarahnya…hmm jadi kalah bersaing dan sedikit banyak tidak terawat..tapi kemarin asli cantik perkebunan bunga mataharinya…
    gimana gimana masih ngerjain PR-nya..semoga lancar yah..:)

  3. Meskipun keluarga saya dulu pernah memelihara aneka primata, namun tetap saja saya merasa seram bila mengunjungi tempat yang banyak monyetnya seperti di pulau kembang, Kalsel.
    Wah, kirain yang namanya Thailand itu selalu jadi tempat yang dikunjungi banget, ternyata ada daerah yang sepi juga di sana ya, Mbak.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s