Antara Terminal21 dan Mega Bangna

Bangkok ibaratnya surga beragam pusat perbelanjaan. Mulai dari pasar terapung di segala penjuru, lalu pasar akhir minggu paling luas di Asia Tenggara Jatujak, pasar grosir Pratunam dan BoBae berikut mall-mall di sekitarnya, belum lagi aneka mall seperti Central World dengan berbagai cabang, Siam Paragon dan para tetangganya, termasuk MBK yang sangat digandrungi orang Indonesia, kemudian Asiatique di tepi Chao Phraya, *duh sampe ngos-ngosan ngetiknya* sewaktu liburan kemarin kami iseng menuju 2 tempat lagi. Di hari yang berbeda tentunya, sehingga judulnya menjadi napak tilas dari mall ke mall. Biasanya kan dari wat ke wat.

Yang pertama adalah Terminal21. Lokasinya di Asok. Jadi siapapun yang berminat untuk menuju mall Terminal21 silakan naik BTS dan turun di BTS Asok. Begitu turun langsung disodori pintu masuk menuju mall yang megah dan nyaman. Jalan ke mall ini juga tanpa rencana, gara-gara selesai Idul Adha di Pratunam jam 9 dan tidak ada makanan gratisan lagi di embassy lalu merasa tidak seru aja jika harus langsung pulang ke residence karena sudah kadung ada di pusat kota, maka jadilah go show langsung ke Asok.

Konsep mall Terminal21 ini seperti di airport. Misalnya di level 1 menuju Tokyo, di atasnya terdapat sign board eskalator terdapat arrival at level 1 Tokyo. Kemudian di sepanjang lantai 1 itu semua toko, interior, dan pernak-perniknya akan bernuansa Jepang. Ada eskalator langsung dari level 1 ke level 3, tinggi banget. Ada yang salah dengan fotonya? Yup, yang ngambil miring..

Pindah ke lantai berikutnya berbeda konsep lagi, ada London, Instambul, dan San Fransisco dilengkapi dengan replika khas tiap kota sehingga tambah asyik untuk foto-foto. Banyak sih fotonya, tapi tidak mungkin dipajang semua. Bagus tapi tidak terlalu istimewa, hanya berciri khas mall.

Dan lucunya, menurut saya tempat yang paling bagus itu justru toilet dengan interior berbeda di tiap lantai. Rapi, bersih, luas, wangi, dan bagus. Dan lumayan banyak orang asing yang berkunjung. Harga barang di sana standar mall bagus, tapi tidak terlalu banyak barang branded.

Hanya sekedar berputar iseng, akhirnya memilih bersantap aneka steak ikan sambil memandangi pemandangan berbagai gedung bertingkat di daerah Asok. Arooii mak..

Selanjutnya adalah Mega Bangna, mall terbesar yang baru-baru saja dibuka beberap bulan lalu. Waktu kemarin sempat saya baca posting di sebuah forum, katanya tidak banyak orang Indonesia yang sudah pernah ke sana sambil menampilkan foto sesi halloween. Entah karena jauh atau masih baru, tidak tahu juga alasannya. Saya datang ke sini untuk janjian bertemu dengan teman Thai yang dikenal sejak 6 tahun lalu, saat mengikuti training yang sama.

Jadi alkisah saya naik BTS dari ujung ke ujung, dari Mochit ke Bearing sepanjang 22 stasiun dengan membayar 55 baht sekitar 30 menitan lebih. Di Bearing, Karn menjemput saya untuk menuju lokasi. Untuk ke Mega Bangna, bisa turun di BTS Udom Suk dan naik bis khusus menuju mall. Nggak janji deh, kalau harus jalan ke sini pake acara ngeteng. Luas banget dan lumayan jauh jika berjalan kaki.

Karn cerita sewaktu mall ini dibuka pertama kali, antri parkiran bisa mencapai sejam lebih. Lalu di tiap toko pun harus berbaris masuk. Saya terpikat pada konsep parkir dengan teknologi sign lampu merah atau hijau di tempat parkir, jadi membuat acara memarkir berlangsung lebih cepat. Katanya yang paling menarik minat belanja di sini selain berbagai barang branded adalah dibukanya cabang IKEA di Bangkok, sebagai satu-satunya di Asia Tenggara. Sebagai orang kampung asli, saya tidak mengerti sama sekali dengan yang namanya IKEA. Perasaan biasa saja deh, banyaknya tentang desain interior gitu kan? Bagus-bagus sih, karena pernah sekali masuk dan puter-puter IKEA di Jeddah maka di Bangna hanya lewat sambil lalu saja *pertama bingung, kedua uangnya tidak cukup*. Jadi hanya iseng mengambil foto teman yang hobi difoto di kala sesi halloween kemarin.

Kami berputar-putar melihat suasana di dalam dan mencari tempat makan. Pilihannya jatuh pada Four Season London Bangkok, restoran masakan China. Oh, ya tentang makanan susah payah saya jelaskan pada teman Thai, dia pikir saya bisa makan daging and not so restricted seperti dulu. Makanya ia menawarkan roasted duck dan beef meat something yang memang dikenal sangat lezat. Tapi dengan menahan tatapan mesra pada bebek cantik itu, saya menolak halus dengan alasan jujur. Saya bilang, jika saya ada di Ina saya tidak akan masuk ke resto ini karena saya tahu mereka masak apa dan dengan apa, selain itu saya juga punya banyak pilihan. Tapi di sini, sepanjang tidak bertemu tempat makan yang pas saya tidak terlalu strict dengan konsep resto atau food court dimana mereka pasti akan memasak makanan non halal. I’m fine if you want to eat pork or meat tapi saya hanya akan makan ikan atau vegetarian saja. Jadi yang saya makan hanya cumi goreng dan kakap saus jamur tanpa nasi. Sudah pasrah makannya, bismillah deh atau paling top ya KFC (lagi). Karena itu saya jarang sekali makan di luar, mungkin belum bertemu tempat makan halal yang enak dan pas di kantong.

dinner gratisan dari Karn, kasihan mahasiswa katanya…

meski sudah kenyang dengan dinner tanpa nasi, tetep masih cari es krim .. ete enak juga

Tapi lama-lama saya baru familiar dengan konsep mall yang serupa dengan Summarecon Mall atau Karawaci, hanya saja jauh lebih besar. Secara ya saya tidak pernah jalan-jalan ke mall di Jakarta, jadi harap maklum saja kalau perbandingannya hanya di Tangerang. Bisik-bisik nih, di Jakarta saya cuma pernah ke PIM doang 2x itu pun dulu tahun 2002 dan 2005, haha.. Lainnya tidak pernah.

Btw, meski saya banyak berkisah tentang mall Bangkok konon katanya jumlah mall paling banyak (entah di Asia Tenggara atau Asia) masih dipegang oleh Jakarta, ada 179 buah.

31 thoughts on “Antara Terminal21 dan Mega Bangna

  1. Sebagai pecinta mall dan kenyang review bangkok yang tersohor blanja murahnya, ijinkan diriku iri padamu mba😀 #kemudian dhuha sama tahajud biar bisa ke Bangkok

  2. Kayaknya Hilsya kudu dapet award Thailand certified traveler nih hahaha. Sampe ke mol2nya juga dirambah.. Ah… jadi bikin kangen jalan2 ke luar negri nih… Kapan ya? hmmm… *bongkar celengan bebong*

    • hehe, itu karena kalau di residence cuma makan nasi plus sayur aja, atau lauk aja.. ga pernah paket lengkap
      jadi kesempatan langka kalo bisa makan di luar, apalgi kalo dapet yang halal.. nikmat banget, mbak🙂

  3. Iya neh mbak, di jakarta bilangnya gak pernah ke mall, eh di bangkok jadi ratunya mall😛

    jari, kapan dong kita kopdaran mall nya? apa di phuket aja sekalian?😉

  4. Eh komentarku mana yak? >_<

    iya neh mbak.. di jakarta ngakunya gak pernah ke mall eh di bangkok malah jadi anak mall..

    Jadi kapan kita kopdaran di mall mbak¿ atau sekalian di pukhet aja¿😉

  5. iya aku juga udah pernah ke IKEA di jedah…
    eh mbak ada lho IKEA di singapore..jadi bukan satu satunya di asia tenggara kayaknya …di http://www.IKEA.com.sg ada beberapa lokasi malah di singapore..eh gosipnya pernah baca di portal berita IKEA juga mau buka di Jakarta.
    wah mall to mall lagi yah…hmm nggak papa mbak selingan…:)

  6. Ping-balik: Kopdar ke 3 | written minds

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s