Selingan

Hampir 2 minggu tidak mengelus-ngelus blog karena sang pemilik mendadak insyaf rajin belajar, LOL.. Hm,  tidak juga sih.. sebenarnya saya masih suka berkunjung atau sekedar menyempatkan waktu berkeliling sebentar. Hanya sedikit atau bahkan tidak sempat meninggalkan jejak. Alasannya klise, banyak yang harus dipikirkan.

Kali ini angin baik membuat saya mendadak jadi tergugah belajar statistik. Tepatnya biostatistik. Dulu waktu awal penawaran mata kuliah ini, saya ingin melarikan diri. Maksudnya saya mau ikut kuliah tapi tidak mau ikut ujian. Musuhan tingkat berat. Tapi berhubung nantinya alamat dikejar-kejar koordinator dan mencoreng nama baik bangsa dan negara, jadi saya berani maju. Pasrah.

Saya anti statistik. Tidak suka sama sekali. Waktu dulu kuliah jaman penjajahan, nilai saya E. Diher, naik pangkat jadi D. Terus ketika diminta her lagi, saya menolak. Biar saja. Jadi diantara teman-teman yang mejeng di jajaran paling depan sewaktu wisuda, cuma saya satu-satunya mahluk yang kena her dan dapat D pula.

Di sini, ketemu lagi! Oh, tidaaak…!

Pertemuan saya dengan Ajarn pengajar statistik membuat saya bangkit dari rasa tidak suka. Rosner yang tebal itu dan program STATA ver.10 akhirnya jadi teman tidur saya. Pada pertemuan pertama, dengan tampang datar beliau berkata kepada kami..¬†“Study by yourself, read the sheets and ask the textbook”, sambil memberikan pe-er setiap kali pertemuan.

Kyaaaa, hahaha…

Iya.. karena kuliah hanya 2 kali seminggu, maka setiap hari libur kami selalu pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas. Mulai jam 10 atau 11 sampai jam 4 sore. Diskusi atau browsing mencari lembar jawaban, download paper, ini itu. Kemarin-kemarin antara makan siang dan malam hampir selalu dijadikan satu. Alasannya karena terlalu khusyu’ tidak bisa mengerjakan tugas.

Segitunya…

Belum lagi ditambah kisah-kisah konyol tidak jelas karena tidak mudeng. Semisal dengan pertanyaan bagaimana membedakan populasi dan sampel, yang mana variance mana standar deviasi *lihat soalnya juga kali ya* atau mencoba membedakan berbagai notasi yang masih terdengar awam di telinga. Belum lagi ditambah gaptek tingkat tinggi, hihi. Atau mendadak jika onengnya kumat.. “oh, ini namanya pi head ya?”. Teman saya nyengir,”ini pi topi mba.. pi hat!”. Atau ini ‘kai skwer’ untuk baca chi square, hehe.. *harap maklum, di desa ga pernah kenalan*.

Jika ditanya, mengerti atau tidak jawabnya mengambang. Ada beberapa yang bisa dipahami, sisanya blank. Modal saya hanya belajar dari latihan kunci soal sambil bolak-balik buka tabel, pakai Excel, atau running program. Lantas kalau soalnya dimodifikasi, langsung bingung..

Dan tadi, saya baru saja selesai ujian. Boleh open book atau memakai program. Tapi tetap saja ya, secanggih apapun program atau contekan mejeng di depan mata kalau tidak mengerti ya tetap tidak bisa. Setelah hampir tiap malam begadang mengerjakan tugas dan latihan soal *yang seringnya berakhir dengan ketiduran dan laptop menyala sampai pagi* atau malah dilanjut dengan karaoke di tengah malam, semoga saja hasil karya saya tadi tidak terlalu mengecewakan.

Entahlah..

Ada hikmah tersendiri buat saya ketika bisa mencoba belajar mencintai sesuatu yang tidak kita sukai. Meski perlahan tapi saya menikmati prosesnya. Tidak ada ilmu yang tidak berguna. Dan kembali meluruskan niat untuk ibadah. Semoga saja sakit bahu karena tiap hari bawa laptop berat, tangan yang kebas karena terlalu sering memegang mouse atau langkah kaki kami saat pulang pergi berpanas-panas diberi ganjaran menuntut ilmu. Hasil adalah perkara bagaimana nanti. Tapi rasanya sih tadi lumayan, tidak diselingi acara senyum-senyum sendiri karena terlalu sibuk menulis jawaban.

Hari ini saatnya perayaan Loy Krathong dimulai, tapi rasanya saya harus istirahat dulu. Mungkin besok Insya Allah bisa meliput.. Lelah!

Tiba-tiba jadi ingat lagu lama, jaman saya masih SD.. Refelection of my life dari The Marmalade, diliris 1969.. *belum lahir sih*. Ada hubungannya?

I’m changing.. arranging… I’m changing .. I’m changing everything