Pattaya oh Pattaya

Setelah insiden Ancient City kemarin, rupanya teman-teman Thai kami berniat merekonsiliasi pertemanan dengan mengajak berlibur bersama. Meski sedikit ragu tetapi tetap saja sebagai pendatang kami semua memilih untuk setuju. Empat tahun lalu saya pernah mampir ke sini. Tapi lihat sisi baiknya saja. Menyenangkan pastinya. Siapa tahu jadi lebih akrab? hihi..

Ada 18 orang yang ikut serta, dibagi menjadi 1 van dan 1 mobil pribadi. Dengan paket 2D1N (berasa ikut tur), kami membayar van seharga 340 baht dan sewa vila 600 baht per orang. Saya tidak tahu ini mahal atau tidak, akomodasinya lumayan bagus. Semuanya diatur oleh mereka, kami tinggal duduk manis dan tidak komplen. Biaya kapal dan makan dibayar langsung di tempat.

Dari Laksi diiringi macet yang lumayan, Pattaya ditempuh dalam waktu 2 jam lebih. Van membawa kami menuju Devara Pool villa terlebih dulu untuk menyimpan barang-barang. Selanjutnya kami akan menyeberang menuju Koh Larn.

Dari dermaga Pattaya (itu tuh .. yang ada tulisan Pattaya city gede warna merah di bukit) ada 2 pilihan untuk menyeberang. Pertama dengan speed boat membayar 300 baht, kedua kapal massal biasa seharga 30 baht. Kami pilih nomer 2, sampai Koh Larn hanya memakan waktu sekitar 25 menit. Dari dermaga Koh Larn biasanya ada ojek yang mangkal dekat dermaga untuk membawa kami ke Tawaen Beach, pantai yang paling sering dikunjungi turis atau berjalan sedikit ke arah kiri menyusuri toko-toko untuk naik songthaew seharga 20 baht.

Begitu tiba di Tawaen Beach, pilihan aneka olahan seafood telah tersedia di pinggiran pantai dan kami memutuskan untuk makan siang terlebih dulu. Harga yang ditawarkan adalah standar area turis.

Tawaen Beach adalah pantai yang paling melimpah dikunjungi turis. Pantai pasir putih. Meski bukan weekend tapi tetap terasa seperti cendol lautan manusia. Terdapat aneka watersport tetapi teman-teman hanya bermain-main di tepi pantai saja. Saya masih setia duduk manis menjaga barang, hihi.. Panasnya itu lho! Untuk sewa kursi payung ada 2 harga, 100 baht untuk kursi busa yang terletak persis di bibir pantai dan 30 baht untuk kursi kayu 3 baris setelah itu.

Tak lama kemudian saya memutuskan untuk ikut serta menceburkan diri ke laut. Tidak tanggung-tanggung, sekalian naik banana boat, haha.. Asli ini baru pertama kalinya. Biasanya jika ikut ke pantai-pantai saya hanya jadi penunggu kapal. Kemarin hanya membayar 70 baht per orang untuk dua kali dilempar di pinggir pantai. Habis tercebur ke laut, susah banget naiknya.. Udah tua kali ye?

Kami menunggu teman-teman lain puas bermain di pantai sampai jam 5 sore. Saya tidak mengganti baju, karena untuk mandi bilas yang dipakai tetap air laut. Lengket. Jadi dibiarkan kering sendiri saja. Ada kamar mandi yang tersedia di sepanjang restoran untuk shower dengan membayar 40 baht. Untuk kembali ke Pattaya tidak perlu naik kendaraan, karena boat langsung berada di dermaga Tawaen. Cerdas bukan? Mereka mengorganisir seluruh sisi pantai agar ikut serta menikmati kedatangan turis.

Tadinya setelah bermain di pantai kami berencana mengunjungi Mini Siam, tetapi digagalkan karena hari sudah terlalu malam. Rada kecewa sih, karena sudah kadung jauh dan bayar lumayan tapi hanya sedikit tempat yang dikunjungi. Sehabis membersihkan diri di villa, kami kembali keluar untuk makan malam romantis di pinggir laut. Teman-teman Thai yang mengorder semua. Kami manut saja dan menikmati hidangan yang nikmat dengan seksama, tetapi langsung tertawa manis begitu melihat bill restoran. Tidak usah dibahas.

Berhubung hanya ada 2 mobil yang tersedia, sebagai kaum minoritas dan orang asing kami memilih untuk ikut serta berkeliling. Teman Thai sangat ingin masuk ke pub untuk menari dan having fun. Pattaya di malam hari memang terasa sangat gemerlap dengan kehidupan bling-blingnya. Ramai turis. Di sisi pantai banyak sekali para wanita berbagai tipe yang mangkal di tiap pohon kelapa. Di area walking street, bertebaran club dan pub berikut pelengkapnya. Minuman dan perempuan. Kami berjalan berkelompok untuk melihat-lihat sekitar. Saya beneran salah alamat deh. Hanya berjalan sekitar 200 meteran, kami berbalik arah. Rasanya sepanjang walking street area semuanya sama saja.

Akhirnya saya dan 3 orang lainnya memutuskan untuk kembali pulang ke villa. Tidur. Tiga orang teman lelaki pergi melihat pertunjukan x show, sementara sisanya pergi ke pub untuk berdansa. Sepertinya mereka pulang jam 2 pagi. Keesokan harinya kami meminta teman yang penasaran dengan x show berbagi cerita tentang kondisi di dalam sana. Mereka membayar 200 baht untuk orang lokal sementara turis asing 2x lipatnya. Tidak boleh mengambil gambar karena akan kena denda 5000 baht. Semua serba jelas terlihat. Dan mengalirlah cerita-cerita yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya..

Begitulah Pattaya..

NB : Dan apakah kami semua jadi lebih akur dan berbaur? Hihihi.. tentu saja tidak. Nasionalisme tetap nomer satu. Ada kelompok Thai, dan non Thai. Teteup yah.. bahasa dan kenyamanan konversasi jadi kendala. Tapi biarlah, yang penting kami sudah berterimakasih karena mereka mau mengorganisir semuanya. Dan we’re having fun together!

32 thoughts on “Pattaya oh Pattaya

    • emang gitu mba.. kalo ga jatuh ya sengaja dijatuhin..
      hihi..emangnya akunya aja kurang kerjaan.. iseng uji adrenalin..*ga inget umur, hihi*
      tapi seru lah.. cukup sekali seumur hidup
      kelelep di laut..
      meski pake pelampung tetep aja panik

  1. salah satu tempat yang pengen banget aku datangiiiiiiii. btw aku masih agak parno loh pernah punya pengalaman kelelep walau cuma di kolam jadi ga berani main di laut๐Ÿ˜ณ

  2. sepakat, yang penting having fun dan tambah pengalaman, masalah relationship makin membaik atau gak, jadi urutan kesekian saja ya Hilsya:mrgreen:

    selain Pattaya , Phuket juga katanya menyajikan kemeriahan malam yg gak kalah cihuyy ya Hilsya ? ๐Ÿ™„
    salam

  3. Kalau kuliah terus pas waktu senggangnya jalan-jalan begini, situasinya pasti sangat menyenangkan Mbak Hilsya..Bete di kampus terhapus dengan jalan-jalan๐Ÿ™‚

  4. hai mba, maaf baru main dimari lagi. baca smua postingan liburannya, seru banget. Kehidupan malamnya juga aku sering baca nih di pattaya. kapan ya bisa main ke sana๐Ÿ™‚

  5. hmmm tetap saja yah..
    mungkin sudah tradisi kali yah seperti itu…sing penting nggak saling merugikan wae…:)
    dinikmati…yang asik asik..bener tuh mbak..yang penting having fun together walaupun mungkin tetap masih tidak bisa akur akur banget..:) *walah gimana ini bahasanya..
    wah udah kepataya segala…lengkaplah..enaknya..jalan jalan terus…terlahir memang untuk jalan jalan tampaknya..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s