Asiatique : Pesona di tepi Chao Phraya

Asiatique The Riverfront adalah sebuah komplek hiburan yang menggusung konsep atraksi dan belanja. Tempat ini baru dibuka secara resmi sekitar bulan April lalu. Terletak di 2194 Charoenkrung road, Wat Prayakai, Bangkoleam, Bangkok, persis di tepi sungai Chao Phraya. Ada beberapa pilihan untuk menuju Asiatique, tetapi yang paling nyaman tentu via BTS. Selepas dari National Stadium, kami menaiki jalur Silom menuju BTS Saphan Taksin dengan membayar tiket 40 baht. Keluar dari stasiun BTS melalui exit 1 dan berjalan menuju Sathorn Pier. Dari dermaga ini kita bisa naik kapal langsung ke Asiatique, gratis. Operasional kapal berlangsung tiap setengah jam mulai dari jam 17 – 23.

Asiatique sendiri dibuka pada jam 17 – 24 malam. Konsep mall dibangun dengan arsitektur bergaya Eropa yang merupakan renovasi dari periode kolonial di masa pemerintahan King Rama V. Di dalamnya akan dibangun sekitar 40 restoran, ribuan kios dalam luas total sekitar 28 acre.  Itu sudah termasuk Calypso theater dan pertunjukan boneka. Karena masih terbilang baru, banyak kios-kios yang belum terisi. Komplek ini mulai menggeliat ramai ketika menjelang malam, terutama di akhir minggu karena menjadi tempat kongkow kebanyakan anak muda. Konsep  berlama-lama menikmati kehidupan malam di tepi sungai ini sepertinya kurang cocok buat saya, tahu sendiri lah ya kalau sudah sepuh..

Suasana menjadi lebih cantik ketika hari menjelang malam. Banyak lampu. Tak banyak yang bisa diceritakan dari sini, hanya berputar-putar mengelilingi kios-kios. Sekilas kurang lebih hampir serupa dengan konsep Fullerton, Marina Bay di Singapura atau komplek mall Tanjung Bunga di Makassar. Hanya saja di sini berada di tepi sungai dengan lalu lintas yang ramai

Tadinya kami akan bersegera pulang jam 7 malam, namun tiba-tiba hujan deras mengguyur disertai petir. Akhirnya kami memutuskan untuk menikmati makan malam di restoran Itali terdekat sambil menunggu reda. Hasilnya dari perjalanan pulang sampai tiba di residence, perut terasa mual-mual karena tidak cocok makan makanan Eropa yang lumayan mahal pula, haha..

O, iya.. tak lupa mengucapkan terima kasih atas foto petir teman saya..