ACD – preview

Kalau sejak sehabis lebaran lalu saya sering mention (aiih, berasa twitter-an) tentang proposal, sebenarnya itu  merupakan kerja kelompok yang terdiri dari 7 orang dengan kriteria pemilihan penyakit inflamasi dan kanker berikut desain eksperimennya.  Hanya saja di kelompok kami tidak dibahas tentang kanker secara detil, cukup mekanisme dan patologi penyakitnya saja. Setelah bab pendahuluan dibahas sebelumnya, maka untuk sesi kedua tentang eksperimen yang meliputi proses kimia (karena ceritanya kami akan investigasi tanaman yang ditengarai mempunyai sifat anti inflammatory atau anti anemic) dan proses biologi yang terdiri dari percobaan in vitro dan in vivo (tentang cell line dan mouse model study). Itu cerita si tikus masih setia aja ya?

Berhubung saya ingin mendokumentasikan cerita kami selama ini, maka dengan susah payah tulisan ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga menghasilkan bab pendahuluan yang “aneh” .. hahaha. Sebenarnya saya juga bingung, mau nulis paper dalam bahasa Inggris kok susah, eh begitu pindah ke bahasa Indonesia kok malah tambah susah ya..

Presentasi ini terdiri dari presentasi kelompok dan individual yang sudah dilalui 2 minggu lalu. Hari Senin besok kami akan presentasi lagi jam 7  malam untuk keperluan taping dan akan dikirim ke profesor yang ada di belahan dunia lain untuk selanjutnya diadakan tanya jawab via teleconference.

Doakan semoga saja lancar ya.. *biar bisa lulus dan ga perlu re-exam dari ujian pertikusan amit-amit itu*

Sebenarnya tulisan ini masih bersambung dengan berbagai mekanisme dan desain eksperimen yang lumayan complicated 🙂 *nyerah ngeditnya*

=====

Tipe penyakit anemia dikarakterisasi berdasarkan mean corpuscular volume (MCV). Bersama dengan Thalassemia, iron deficiency anemia (IDA), dan sideroblastic anemia, anemia of chronic disease (ACD) diklasifikasikan sebagai microcytic anemias. Jenis anemia ini ditandai dengan sel darah merah yang kecil dengan warna lebih pucat dari biasanya, dengan MCV <80 fL. ACD juga ditemukan dalam normocytic anemia dengan jumlah sel darah merah yang berkurang. Istilah normocytic dalam anemia menunjukkan penurunan jumlah hemoglobin, sedangkan ukuran sel darah merahnya tetap sama.

Sekitar 1/3 jumlah penderita anemia berhubungan dengan kekurangan gizi, lebih dari setengah jumlah penderita mengalami kekurangan zat besi, atau kombinasi dengan folat. Faktor lain yang juga turut berperan adalah gender, ras, etnis, dan penyakit. Wanita di usia produktif dan anak-anak merupakan penderita anemia secara keseluruhan, namun  penderita ACD biasanya adalah pasien dengan trauma, pasien dengan aktivasi imun kronis, atau pasien usia lanjut .

ACD adalah kasus prevalent kedua setelah IDA. Agak sulit membedakan ACD dan IDA karena keduanya mempunyai level zat besi yang rendah di sirkulasi tubuh.  Kasus ACD biasanya ditemukan pada pasien yang dirawat di rumah sakit. ACD merupakan hypoproliferative anemia yang muncul sebagai respon pada systemic illness atau inflamasi sebagai disebut juga anemia of inflammation/anemia of chronic disease (AI/ACD).  AI/ACD adalah tipe anemia yang terjadi bersamaan dengan infeksi atau penyakit kronis.

Umumnya penderita mengalami ACD tanpa gejala yang jelas. ACD bersifat non progressive dengan karakterisasi penurunan plasma iron, penurunan total iron-binding capacity, penurunan iron saturation of transferrin, penurunan bone marrow sideroblast, dan normal atau kenaikan reticuloendothelial iron. Pathophysiological ACD meliputi disregulasi keseimbangan besi,  terganggunya proliferasi erythroid progenitor cells,  respon erythropoietin tidak normal. Penyakit kronis yang biasa menyebabkan ACD adalah infectious and inflammatory disease, kanker, dan penyakit ginjal kronis. Gejala yang umum ditemukan biasanya mengalami kelelahan, lemah, atau pucat. Diagnosa ACD dilakukan dengan tes darah secara komplit.

Inflamasi yang terjadi dalam tubuh dalam merangsang produksi IL-6 yang turut memicu transkripsi hepcidin secara berlebihan. Saat ditranslasi sebagai prohepcidin, kemudian akan dipotong oleh enzim furin menjadi mature hepcidin (25 aa). Selanjutnya hepcidin akan berikatan dengan ferroportin dan dengan demikian mulai terjadi penurunan jumlah ferroportin. Tanpa ferroportin, Fe yang dikeluarkan dari liver atau duodenum menjadi berkurang dan akhirnya menimbulkan ACD.

Karena enzim furin memainkan peranan penting dalam regulasi hepcidin, maka ceritanya tim kami berniat untuk melakukan invetigasi lebih lanjut tentang aktivitas enzim tersebut. Bagaimana jika ada natural product yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan yang bisa berfungsi untuk menghambat aktivitas furin. Karena itu kami mencari data tentang tumbuhan yang berpotensi sebagai blood tonic atau mempunyai blood nourishment properties. Akhirnya diputuskan beberapa jenis tanaman untuk diteliti lebih lanjut, dan kebetulan sambiloto dipilih sebagai pembanding karena mempunyai sifat sebagai penghambat furin meski tidak secara penuh.

Untuk desain eksperimen secara kimiawi, akan ada proses ekstraksi tanaman, furin assay, pemurnian, lalu elusidasi struktur. Setelah ada hasil positif, maka akan dilanjutkan dengan studi secara biologis. Pertama akan dilakukan percobaan dengan HepG2 cell  yang ditambahkan IL-6 untuk melihat hepcidin expression, kemudian akan dilihat hasilnya setelah ditambahkan ekstrak tumbuhan tadi berdasarkan cytotoxicity test dan sifat inhibitornya. Jika hasilnya positif, maka akan dilanjutkan dengan percobaan in vivo menggunakan tikus cantik yang namanya Lewis rat.

Alkisah, tikus itu akan dibuat untuk menderita ACD terlebih dahulu. Kemudian para tikus tadi akan ditreatment dengan penambahan ekstrak tumbuhan dalam berbagai dosis pada jangka waktu tertentu. Selanjutnya karakteristik darah akan diuji di lab berikut aspek-apek lain yang terkait. Jika hasil uji sudah diketahui, maka tikus percobaan tadi akan dimusnahkan tanpa sisa *nasib malang sang tikus*

====================

Mohon maaf kalau tidak dimengerti atau ada yang salah. Pemosting (bener nggak nih nulisnya?) adalah seorang emak-emak pekerja lapangan, tidak mempunyai background di bidang medis, farmasi, atau bahkan biokimia, berhenti belajar kimia analisis di usia 21, cukup berumur (ih, penting ya dibahas) yang nyasar terjun ke negeri antah berantah.

Hanya sekedar berbagi. Semoga saja bermanfaat.

32 thoughts on “ACD – preview

  1. Mbak Hilsya lg kuliah jurusan apa ya, jika kwdokteran dan farmasi bukan. topiknya kok menukik sekali dlm bidang kesehatan yah? Ohya remaja juga sering mengalami anemia karena diet… hehe..sory jd gak nyambung..

    • emangnya saya paham gitu? hihihi… sumpah, enggak banget..
      cuma ngerti proses kimianya doang
      secara bisa dibilang ga pernah belajar bio atau biokim ..
      makanya ini juga kebanyakan melongonya..

      temen2 satu grup pada jago2 nyari idenya, untung banget masuk kelompok ini…

  2. Ngaku deh Mbk, buanyak istilahnya yg saya blank. Furin assay? kalau bioassay sey sedkiit tahu..tapi furin? deuhh, istilah-nya keren-keren ya Mbk?

    Eh, berarti selama bikin paper-nya ngabisin tikus berapa mbak?

    • bukan keren, Ri… itu emang begitu adanya, kenapa mereka ngasih nama susah-susah sih?
      saya mah kebanyakan melongonya.. biasa megang selang ama pompa gitu?

      ini baru proposal yg belum diapproved, ga tau berapa banyak tikus yg akan jd korban🙂

  3. jujur deh , bunda malah kliyengan baca tulisan diatas😦
    bukan apa apa, ketauan banget ilmunya bunda cetek nian😳

    apapaun, bagaimanapun….tetap mendoakan semoga Hilsya sukses selalu
    salam

  4. sik sik bentar. bentar..pada bagian bagian tertentu aku harus mengeryit..mengulang dan perlu pemahaman…waduh maklum wong sosial aku malahan hehehe…dulu gagal total masuk jurusan biologi karena jamanku biologi dihapus..pilihannya tinggal IPA atau IPS….atau bahasa…heueheuheue..
    thanks informasinya mbak..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s