Tentang kanker

Saya tidak bermaksud membuat tulisan ilmiah tentang kanker, tidak bisa. Tapi berita duka dari kantor yang baru saja diterima membuat saya meneteskan airmata. Seorang senior di tempat kerja kami baru saja berpulang ke Rahmatullah.

Total dari rekan-rekan sejawat yang telah mendahului kami karena penyakit kanker sudah mencapai 6 orang. Satu orang terkena leukimia, satu orang kanker kelenjar getah bening, satu orang kanker serviks, satu orang kanker paru-paru, satu orang kanker lambung ditambah komplikasi hidrocephalus, dan yang terakhir kanker nasofaring.

Setelah selama 3 bulan ini saya babak belur belajar tentang kanker di CGI, walau masih tertatih-tatih akhirnya bisa juga mengerti sedikit. Meski tetap saja, banyak yang lupa-lupa atau tidak tahu. Terlalu kompleks jika belajar dari awal dalam waktu singkat.

Setelah mendapat sedikit pengetahuan, saya berusaha mengidentifikasi penyebab penyakit para senior kami. Leukimia akibat exposure bahan kimia karsinogen dalam jangka waktu lumayan lama. Satu orang diketahui menggunakan benzena untuk melakukan pemantauan organic dust fall. Seorang former head kami yang berpulang berkutat di bidang biokimia semasa menuntut ilmu di Perancis. Kanker serviks berasal dari Human Papilloma Virus (HPV) akibat aktivitas seksual. Namun saya lebih yakin beliau terekspos bahan-bahan kimia di laboratorium dalam jangka waktu lama. Kanker lambung, saya kurang mengerti tapi mungkin kolega saya mempunyai kecenderungan tidak disiplin makan sehingga maag kronisnya berefek ke organ lain. Entahlah. Terakhir tentang kanker nasofaring kemarin saya tanyakan pada Ajarn, ternyata merupakan kasus yang jarang terjadi. Paling banyak terdapat di Cina dan itu diakibatkan oleh nitrosamine – kita mengenalnya sebagai pengawet daging. Tapi saya lebih yakin bahwa ia juga terekspos bahan kimia. Salah satunya formaldehida diketahui sebagai pemicu kanker nasofaring. Iya, formaldehida bahan pengawet mayat yang santer dipakai oleh oknum tak bertanggungjawab untuk mengawetkan makanan.

Begitulah, saya hanya bisa menduga-duga apa penyebabnya.

Kanker merupakan disease of genome yang sangat pintar, sel-sel yang diberi kekuatan bermutasi untuk menabrak jalur proliferasi sel normal. Mutasi dari proto oncogene (gen normal) menjadi oncogene berlangsung perlahan tapi pasti. Mengikuti jalur hallmarks of cancer yang mencakup six biological traits sebagai multi langkah perkembangan sel kanker dalam tubuh manusia.

“Go!” growth signal independent, dengan gagah perkasa mereka berdiri sendiri untuk berkembang biak tanpa harus tergantung pada jalur signaling lain.

“Don’t stop” resist anti-growth signal, berupaya untuk menjadi kekal dan bertahan dari sinyal untuk tidak berkembang biak.

“Hurry up!” resists signals to wait for repairs, dengan gerak cepat mencoba lari usaha perbaikan mutasi.

“Don’t die” resist apoptosis, tidak mau mati dan bertahan dari apoptosis – programmed cell death.

“Keep going” be immortal, berusaha untuk abadi.

“Feed me” recruit and sustain blood flow, mereka butuh sumber makanan dengan proses angiogenesis – blood vessel formation.

“Take over” invasion and metastasis, akhirnya mengembangkan diri menyebar ke seluruh tubuh.

Yang disebut terakhir adalah kategori stadium IV. Dimana dalam posisi tersebut, bisa dibilang kita tinggal menerima kekalahan karena mereka merajalela menguasai organ-organ vital. Sel kanker tidak untuk disembuhkan, mereka harus dimatikan. Atau jika tidak, kita yang akan mati.

Subhanallah, belajar tentang kanker bagi saya yang notabene orang awam dan bukan mahasiswa kedokteran membuat  kita terasa sangat kecil. Tak berarti apapun dibanding betapa luasnya ilmu dan kuasa Allah.

29 thoughts on “Tentang kanker

  1. Kanker itu memang mengerikan!! Moga kita sehat2 ya mbak dan selalu ingat untuk jaga kesehatan, apapun memang bisa terjadi tapi yang penting kita sudah berusaha untuk menjaga dengan baik berkat kesehatan yang Tuhan beri…

  2. Setiap dapat kabar orang yang masuk rumah sakit karena kena kanker, otomatis dipikiran langsung terlintas “umurnya nggak bakal lama lagi”. Padahal tidak demikian kan ya?

  3. Innalilahi wa innailaihi roji’un…semoga kawan yang berpulang, diterima di sisi Allah swt *amien
    ya allah mbak, ngeri yah ….jadi ingat cerita bapakku pas sakit dulu…berakhir dengan operasi besar …alhamdulilah alhamdulilah diberi kesembuhan sama allah..
    Ya allah semoga kita semua sehat sehat yah mbak..juga keluarga kita semua dijauhkan dari segala mara bahaya dan segala macam penyakit…..

  4. innalillahi wa inna ilaihi rojiun…
    semoga almarhum diterima segala amal ibadahnya , dan keluarga yg ditinggalakn diberikan kesabaran dan keihklasan ,aamiin

    Waduh, Hilsya lengkap banget ini keterangannya secara ilmiah🙂

    belum lama ini ( kira2 7 atau 8 bulan lalu) bunda di deteksi kanker tulang rawan (chondrosarcoma) yg awalnya bermula ditulang rawan di lutut dan panggul, waktu itu masih stadium dua , dan sekarang sudah stadium 3B ( masuk stadium lanjut) Hilsya 🙂

    kalau Hilsya tertarik baca seluk beluknya gimana bunda menghadapi dan mencoba survive dari si kanker ini bisa ke http://bebestsurvivor.wordpress.com
    blog yang sengaja bunda isi dengan kehidupan sehari2 bunda berdampingan dengan si kanker ini🙂

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s