(Luar) biasa

Sedih deh melihat nasib blog yang sudah dipenuhi sarang laba-laba ini. Tidak terurus ditinggalkan tuannya yang (sok) sibuk googling jurnal sambil curi-curi buka drama online, hihi..

Baiklah, saya mengaku. Kebanyakan curi-curinya. Dengan alasan refreshing.

==

Dalam 2 minggu ini akhirnya saya bisa bertatap muka dengan Prof John Essigmann dari MIT. Seorang lelaki tua (dia mengaku sendiri ketika kami selalu menjawab pertanyaannya sambil berbisik karena ragu) baik hati, pintar luar biasa, dan menyenangkan. Keeksisan beliau di dunia biokimia tidak perlu diragukan lagi. Dan saya (meskipun harus kebanyakan melongo karena English yang excellent) merasa sangat beruntung pernah duduk di kelas ini untuk mendengarkan kuliahnya.

Saya jatuh cinta pada pelajarannya. Saya suka berada dalam kelas itu. Saya bersemangat mendengar beliau berbicara, menulis berbagai reaksi kimia, menggambar electron pushing dalam metabolic pathway dengan lancar. Takjub. Meski tetap tergopoh-gopoh karena ketinggalan terlalu jauh. Meski tidak mengerti apa-apa saat disodori tugas untuk menjawab pertanyaan yang seabreg-abreg itu. Oke, kalimat terakhir mohon dimaklumi karena saya tidak punya background cukup dalam biokimia *teteup yah ngeles*.

Tetapi merasa jatuh cinta pada sesuatu itu sangat menyenangkan rupanya.

Tiba-tiba saja kita merasa bersemangat ketika harus mencari arti istilah-istilah yang baru pertama kali saya dengar di dunia maya. Atau menjadi lebih rajin mendownload jurnal. Atau ketika kita tiba-tiba jadi lebih rajin pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku tebal *yang ini akhirnya sering dipake buat ganjel pintu atau jadi bantal.. beneran!* Atau ketika menjadi lebih rajin untuk berdiskusi dan membahas materi-materi yang sebelumnya tidak pernah terpikir oleh saya.

Yang luar biasa, ketika akhirnya saya menyadari bahwa ilmu yang kita tahu itu tak ada seujung jaripun, tak pernah ada artinya dibanding orang-orang itu. Apalagi jika kita merujuk pada sisi religi tentang betapa kuasa Allah luar biasa.

Ah merinding deh, pokoknya..

Semua itu membuat saya bersyukur betapa saya diijinkan untuk untuk berada di sini.

Meski tentu saja, semua itu tidak mudah. Saya tahu dengan pasti.

Saya tahu semester ini adalah waktu terberat kami karena harus menjadi seperti sapi glonggong. Iya.. karena mereka mengistilahkan bahwa saat ini kami sedang dalam posisi firehosed. Persis kan seperti sapi yang sedang diglonggong? Segala informasi diberikan bertubi-tubi dengan kecepatan tinggi. Lalu diuji dengan pertanyaan yang luar biasa sulit. Tentu saja mereka dalam posisi mendampingi kami, terutama pada saat resitasi.

Tadi pagi Ajarn John berkata, “Suatu saat kalian akan berterimakasih pada saya karena telah memberikan soal yang luar biasa sulit”.

Ya, pastinya dia benar! Saat inipun saya sudah mulai mengucapkan terimakasih. Terimakasih karena membuat saya bisa lebih mengerti tentang banyak hal. Meski dengan kemampuan terbatas.

Jadi meski hari-hari saya biasa saja, saya tetap merasa luar biasa. Bukan untuk bangga dalam arti menyombongkan diri. Tapi lebih pada saya bangga karena saya melakukan hal-hal yang lebih berguna bagi diri sendiri.

Meski ada saat-saat dimana saya merasa drop, putus asa karena kebanyakan tidak mengerti, bingung harus mulai belajar dari mana dan ingin pulang saja, saya yakin segala kesulitan ini akan segera berlalu.

Tetap masih su su na!

22 thoughts on “(Luar) biasa

  1. mantap buu,, semangat semangaat..
    kata orang bijak kan semakin kita belajar, justru semakin banyak yang belum kita ketahui, bukannya menjadi semakin pinter, tapi ternyata semakin banyak hal-hal yang belum kita ketahui itu bisa terungkap. (ngomong opo toh ikiii..😀 )

  2. Baca ini aku kok jadi ikutan semangat ya, penasaran lebih tepatnya. Pastilah hari yang sangat luar biasa ketika kita merasa seperti yang Mb alami🙂 *sampe bingung aku membahasakannya, heheeee…

  3. waduh…istilahnya ngeri euyyyyyy…sapi glonggongan..heueheuheue..
    hmm selamat yah mbak…long life education…belajar emang nggak pernah ada matinya…menemukan hikmah yang juga “luar biasa” dari proses perjalanannya belajar saat ini…menjadi berarti dan merasakan banyak hal baru didunia ilmu pengetahuan yang luar biasa didapatkan…:) semangat terus mbak….jangan pernah berbicara mengenai hasil..tapi lihat proses dan penyerapan ilmu…semoga berguna untuk applikasinya kelak..*amien…semoga lancar yah…

  4. Mbak… aku sering merasa rindu utk kuliah lagi… Aku rindu suasana perkuliahannya, rindu kehebohan saat bikin tugas2nya, (dan yg paling terasa adalah) rindu ngubek2 perpustakaannya.
    MEmbaca postingan mbak… seakan aku diingatkan kembali akan kerinduanku itu..🙂
    Sst… aku iri lho mbak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s