Kao jai mai?

Memasuki minggu ke 8 di Thailand membuat saya sedikit terbiasa dengan suasana sehari-hari dan suhu yang luar biasa. Mungkin karena masih musim panas, meski hujan kadang turun tetap saja membuat badan keringetan.

Tentang kuliah, semoga ada kemajuan berarti. Minimal banyak hal yang sudah pernah saya dengar, walau tidak 100% menguasai. Tanggal 11 Juni adalah hari secara resmi kami memasuki semester pertama. Karena meskipun sesi ini jauh lebih detil dan akan sangat sibuk, jadwal pelajaran tidak sepadat saat kuliah persiapan kemarin. Masih ada jeda satu hari untuk tinggal di rumah dan menyelesaikan PR dan membuat presentasi *termasuk curi-curi membuka blog dengan resiko tersendiri*

Belum ada masalah berarti tentang makanan. Masih banyak persiapan bumbu dan mie dari Indonesia. Jika malas memasak, paling banter kami pergi ke KFC saja. Di sini pula, saya baru sadar jika Indomi* rasa kari itu ternyata nikmat abis. Melebihi mie goreng. Sumpaaah.. hahaha!

Masalah sosialisasi, hmm… Baru sadar ternyata ada jarak antara mahasiswa lokal dan internasional. Semula sih, kami lumayan sering berbaur tapi kesininya kok mereka seperti menjauh ya? Konversasi selalu mereka lakukan dalam bahasa Thailand yang notabene membuat orang non pribumi melongo. Apa mereka enggan berbahasa Inggris? Atau malas berinteraksi dengan orang asing? Sedikit menyebalkan sih, tapi biarlah. Yang penting kami mengeratkan persaudaraan di antara para mahasiswa asing dan saling memberi kabar jika ada informasi. Tidak seperti kemarin saat kelas akan dimulai. Boro-boro memberi info dimana letak ruangan, menyapa saja tidak. What is that?

Sebenarnya saya sedikit penasaran untuk belajar bahasa Thai. Minimal untuk percakapan sehari-hari. Meski setiap hari, kami memasang channel tivi lokal tetap saja tidak ada yang nyantol. Entahlah, kok rasanya sulit sekali mengingat kosakata mereka. Belum lagi perbedaan intonasi yang bisa membuat arti berbeda. Seperti halnya saya terkaget-kaget dengan kata “pi” ternyata punya 2 arti. Pi dengan intonasi tinggi artinya kakak, sebaliknya dalam intonasi rendah artinya hantu. Waaks..

Tapi hari ini saya sedang tergoda oleh soundtrack film remaja tahun 2011 yang berjudul Hello Stranger. อย่าทำอย่างนี้ไม่ว่ากับใคร (apaan tuh?) yang dinyanyikan oleh Pi Bird Thongchai (tsaah.. manggil-manggil Pi, iya.. karena doi lahir tahun 1958). Judulnya Don’t be like this… bla bla bla..

yah tum yang nee mai wah gub krai…. kao jai mai?

do you understand?

Asli, suka banget bagian kao jai mai-nya…hihi. Dan itu pula konversasi yang saya ingat, selain mengucapkan sawasdee ka atau kop khun ka.

*sejenak melupakan keharusan menghapal mekanisme central dogma*

37 thoughts on “Kao jai mai?

  1. Walah mbak aku kok keingat ama drama drama dari thailand yang diputer TPI dulu ada si bob dengan dokternya itu..waduh sinetron banget dah…terus apalagi yah..dulu lumayan nyandu juga…walah persis sinetron indonesia..:)
    hehehe ternyata yah mbak..balek dei ke indomie, kok kayak aku di middle east dulu..ketemu indomie di supermarket kayak nemu emas aja…*bener nggak sih..huahauahua…terus ketemu ikan asin ma terasi di toko indonesia..kayak nemu berlian…*lebay abis yang ini ..ekkeke…

  2. salam kenal mama hilsya.. wah menarik sekali postingan km mba(hhe sok kenal ya saya panggil2 mba).
    cerita2 prjalanaan km dsana jg mnarik. bakallan sering nongkrong disini nih saya

  3. howaaa.. lagi di Thailand tho, Mbak.. Udah minggu ke 8 ajah? Nggak gawul aku.. Jarang bewe sih…

    Kalo kurang Indomie kasih tau ya, Mbak.. Nanti aku paketin..hihihi.. Btw, sampe kapan tuh disana?

  4. Pi…
    *dibaca dengan nada rendah aja, Hilsya*
    Apa kabar?
    Ternyata Hilsya udah 2 bulan disana…duh, mungkin memang iya, kalo tinggal di Indonesia kayak sekarang ini, saya nggak bisa ngerasain dimana nikmatnya indomie rasa kari itu…hehe, saya malah pengen banget nyobain Padthai!😀

  5. pengen ke thailand apa lagi kampus yang di jadikan lokasi shyuting itu. mereka memang sulit untuk berbahasa inggris. jadi maklum saja. tapi mereka mengerti sedikit-sedikit. orang thailand juga banyak yang ramah ko🙂

  6. mba Hilsyaaaaaa…
    maap yah eykeh baru mampir lageeeeeh…
    *maklum lah, baru pulang syuting dari Korea seeeh*…hihihi…

    ckckck…
    Gak kebayang sih harus belajar ribetnya basa Korea,…
    Basa Inggris ajah eykeh lelet nyaaaa minta ampun…hihihi…

    Yah minimal mah everyday conversation nya Thailand aja laaah seperti…
    Bisa nambah nasi lagih?
    Bisa nambah ayam?

    yang gitu gitu dueeeh…hihihi..

  7. Ping-balik: Too much so much very much « written minds

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s