Jalan-jalan (gado-gado)

Seminggu tanpa ada jadwal duduk manis di dalam kelas dan panggilan untuk ujian, membuat saya sedikit leluasa untuk bereksplorasi keluar residence. Akhirnya..

Rencana paling utama adalah mencari mesjid di area Pratunam setelah menyelesaikan urusan ini itu di kedutaan RI. Di sana kami bertemu dengan orang Thai yang bekerja di Cikarang dan fasih berbahasa Indonesia. Ia menunjukkan arah ke Petchburi, area komunitas muslim.

Kami mengikuti petunjuknya untuk menyebrang jalan dari kedutaan dan berjalan lurus sampai bertemu perempatan dan mencari Soi 7, tempat mesjid berada. Dengan terlunta-lunta karena terik di siang hari dan merasa kelaparan akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di  kedai masakan muslim, Bangsdee. Tak jauh dari stasiun BTS Phaya Thai.

Sang pemilik yang ternyata lancar berbahasa Melayu telah membuat cacing di perut keroncongan kami terpuaskan. Baru kali itu, saya mencoba pad thai yang nikmat *apa karena lapar banget?* Harganya juga tidak terlalu mahal, rata-rata sekitar 50 baht.

Setelah kenyang menikmati makan siang, sang pemilik resto menunjukkan jalan pintas melewati gang kecil untuk menuju Soi 7. Sempat ragu juga, kenapa kami sampai ke reruntuhan bangunan dan jalanan kecil. Tetapi melihat di kiri kanan terdapat tulisan halal, kami jadi bahagia luar biasa. Kami berjalan ke arah jalan besar dan menemukan mesjid di sebelah kiri. Subhanallah, senangnya.

Misi pertama telah selesai dijalankan.

Rencana di hari berikutnya adalah pergi ke Pratunam (lagi) dan atau Platinum Mall beserta tetangga-tetangga mall lainnya. Ceritanya kami akan mencari rok panjang untuk dipakai selama kuliah. Memakai celana panjang bisa dibilang forbidden di area kami, karena setelah mencuri-curi memakai jeans saat ujian akhirnya kami kena tegur juga.

Tadinya kami akan langsung naik bus no 29 atau 510 menuju Pratunam langsung, tapi di tengah perjalanan kami turun di Mo Chit dan naik BTS ke Siam. Teman Thai kami punya janji bertemu dengan saudaranya di Paragon.

Begitu sampai di Siam Paragon, teman abg saya langsung tak berkedip melihat betapa megahnya mall ini. Dan langsung bertekad untuk jadi orang kaya, hehe. Kami melihat sebentar ke dalam. Melihat harga tiket Madame Tussaud yang dijadwalkan akan dikunjungi suatu waktu dan memutuskan untuk kembali ke rencana semula. Ke Pratunam saja.

Tapi tiba-tiba saya terpesona pada pemandangan cantik luar biasa. Rangkaian bunga anggrek yang dipajang sangat indah. Rupanya pada tanggal 1 – 10 Juni 2012 ini sedang diadakan pameran Siam Paragon Bangkok Royal Orchid Paradise 2012. Infonya ada di sini.

Setelah puas bolak-balik mengambil gambar berbagai jenis bunga anggrek yang dilombakan sambil dienggani dua teman yang tidak bisa menikmati keindahan pameran ini, akhirnya saya buru-buru keluar area. Daripada dibetein? hihi..

Tapi tak lama, saya tertuju pada poster konser Lovey Dovey T-ARA yang akan diadakan di Bangna tanggal 3 Juni 2012. Huahaha.. evil mode on-nya keluar. Sayang, tiketnya lumayan buat mahasiswa pas-pasan seperti saya, 800 – 4000 baht. Lupakan T- ARA, inget umur!

Perjalanan dari Siam Paragon ke Pratunam hanya sebentar, 15 menit. Di area Pratunam aneka jenis mall berjejeran sepanjang jalan. Pantas saja Pratunam ini merupakan kawasan wisata belanja terutama pakaian yang terkenal baik untuk orang lokal maupun turis asing. Kebanyakan mereka berbelanja dalam skala besar, sistem grosiran.

Murah? Relatif. Hampir sama dengan di Jakarta. Tapi memang barang yang ditawarkan sangat beragam dan lucu-lucu. Duh, tahan godaan ya. Kalau cuma ingin membeli rok dan blus, cukup itu saja. Tidak usah tergiur ini itu dan tepat waktu, karena kami harus pergi ke bandara menjemput pangeran saya datang.

Bicara tentang perjalanan dari residence ke airport memang baru kami alami sekali, saat kedatangan. Itupun dijemput dengan van nyaman. Kami sadar betul bahwa petunjuk jalan di sini kebanyakan bukan huruf latin, jadi kami putuskan untuk mencari pengalaman menjemput tamu di bandara.

Awalnya ada beberapa pilihan. Taksi yang paling cepat, tapi jaraknya cukup jauh dan memakan waktu sekitar 1 jam-an. Biayanya sekitar 300 baht plus ditambah uang tol. Pilihan kedua, naik van langsung dari Don Mueang ke Svarnabhumi. Pilihan ke tiga, naik bus no 554 dari Don Mueang ke Svarnabhumi, dengan waktu sekitar lebih dari 1 jam apalagi jika ditambah macet. Mantap! Pilihan ke empat, naik airport rail link.

Karena kadung sudah berada di Pratunam, akhirnya kami memilih naik airport rail link. Interchange-nya ada di Phaya Thai, dan stasiun terdekat dari Pratunam adalah Ratchaprarop. Hanya berjalan lurus menjauh dari Pratunam sampai bertemu rel kereta. Itu saja pegangan saya berdasarkan info teman mahasiswa Ina yang sudah lama tinggal di Bangkok.

Dan ketemu! Seneng banget .. *norak emang*

Akhirnya kami tiba di stasiun underground bandara setelah 20 menit naik kereta. Hanya membayar 40 baht saja. Dan yang paling menyenangkan adalah bertemu pujaan hati setelah sempat ketelingsut entah dimana *biasa.. miskomunikasi gitu deh* beserta titipan barang bawaannya. Coklat, bumbu, antangin…*eh, penting banget!*

Acara kangen-kangenan dilanjutkan dengan ritual pijat paksa terlebih dulu, haha.. Soalnya saya kelimpungan jalan kaki berkilo-kilo (dalam rangka belanja dan menyusuri jalan di siang hari)

Keesokannya, sejak jam 6 pagi kami sudah berkumpul untuk mengadakan trip floating market ke Ratchaburi *sudah dibahas di 2 postingan sebelumnya*

Lusanya, kami memutuskan untuk pergi ke pameran di Kasetsart University, Kaset Fair yang berlangsung dari tanggal 31 mei – 7 Juni 2012. Letak Kasetsart cukup dekat, tak sampai 10 menit naik bis. Yang lama justru naik tangga penyebrangan dari sisi jalan satu ke jalan yang lainnya. Duh, betisku yang malang!

Ada apa di Kaset Fair?

Di pameran ini umumnya banyak dijajakan aneka makanan, minuman, buah-buahan, pakaian, mutiara, buku, hewan, dan teknologi pangan. Yang paling menarik bagi saya mungkin bagian kuliner saja. Karena lainnya disajikan dalam bahasa setempat. Mencari makanan halal di sini susah-susah gampang. Tapi ada beberapa pedagang makanan halal. Setelah ngiler saat melihat siomay yang ternyata berisi daging babi, akhirnya saya temukan juga siomay halal yang entah kenapa terasa sangat nikmat. Harganya sama, 50 baht.

Banyak sekali penganan sejenis yang kerap ditemui di Indonesia misalnya rengginang. Bedanya disini biasanya manis bukan yang asin. Atau model opak beras yang laku keras sebagai cemilan sepanjang jalan, namanya kaw kreab.

Selain itu yang banyak ditemui adalah penjual chesnut dan rambak (kerupuk kulit) yang berasal dari kulit babi. Konon menurut teman saya, rasanya enak. Biasanya sang penjual menawarkan sambil memberikan sampelnya langsung kepada pengunjung. Tetapi umumnya mereka tahu, jika orang muslim tidak boleh memakan babi dan melewati kami sambil tersenyum.

Tapi pada suatu ketika ada satu pemandangan yang membuat saya kaget setengah mati. Big moo..

Untuk masalah makan di area itu, kami diberitahu oleh teman Thai agar mencari aneka seafood saja, karena umumnya mereka memakai daging babi sebagai olahan utama. Jadilah makan malam saya hanya sepiring hoi tod, sejenis martabak kerang dengan kol.

Kenyang? Nggak tuh..hehe

16 thoughts on “Jalan-jalan (gado-gado)

  1. kenapa kuliah gak boleh pake celana mbak?? harus pake rok??
    huhuyyyyyy pangeran datang dengan membawa indomie dan antangin..akhirnya..:) buat jaga jaga kalo belajar sampai larut malam yah mbak antanginnya…udah puas ekplore di libur kuliahnya mbak??gimana gimana dah siap menghadapi MIT…:)
    semangaat kakakkkkkkkkkkkkk…:)

    • tradisi disini gitu, mam..
      kalo pelajar dari TK sampai kuliah harus pake seragam..
      yg perempuan harus pakai rok

      tapi kalo libur sih, biasanya mereka jalan pake rok mini atau celana pendek🙂

      hwaduuuh, hari H tinggal bentar lagi
      tadi juga dibilangin sama Ajarn kalo kita bakalan sibuk ngadepin MIT
      *semangaaaat*

  2. Duuucch ini sich ceritanya bukan cuma jalan2 gado2, Mbak, tapi gado2 semuanya.
    Termasuk sejuta rasa bertemu sang pangeran, huaaaaaa, akhirnya. Trus pijat paksa itu yang kayak mana ya Mbak, heheee…

    Kalau lihat pameran bunga gitu ajak aku aja Mbak, dijamin nggak bakalan kuprotes🙂

    Aku kalau lihat gambar yang Mbak bilang ” satu pemandangan yang membuat saya kaget setengah mati” itu pasti juga akan bergiddiikkk, biar deh makan kerang aja walau tak kenyang😦

  3. Ih jadi pgn Pad thai, di kantin kantor enaaak, kalo aku yg pesan dibanyakin udangnya hihihihi..

    Kalo udh ke madam Tussaud cerita2 ya Teh, pgn deh ke situ

    • ke madame tussaudnya mungkin dipending, neng..
      soale mulai senin besok rempong abis😦

      yang pasti liputan mah jalan terus..
      kan prinsip daku.. apapun akan kutulis tak peduli ada yg baca atau tidak, hihihihi

  4. Hehehe…kebayang deh makan malem dengan sepiring kerang dan kol, coba kalau menu itu dicampur nasi putih pulen, itu baru namanya mantap😀

    Hilsyaaaa, sekarang ini masih disana?
    Saya susah banget ngebaca nama-nama Thailand yang ditulis dini. Cuman yang pasti, Risa udah masuk ke museum Madame Tussaud itu dan foto di meja kerja Obama plus didampingi Michelle juga…ssst, foto itu yang sekarang jadi wall paper komputer saya😉

    • makanya jadi laper semaleman tuh, mba..

      tenang, aku masih lama disini mba.. jadi jangan bosen kalo isi postingannya tentang Thailand semua🙂
      *mau ikut majang foto bareng obama juga aah.. hihi*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s