Soal Ujian

Rasanya di awal transisi sesi Thailand ini saya sudah sering cerita jika kebanyakan kolega saya rata-rata berumur 22 -23 tahun. Masih muda, berotak cemerlang alias pintar, background setara, dan rajin belajar. Pokoknya hebat. Melihat mereka seperti itu saya langsung melipir ke barisan paling belakang dan ingin sekali repacking pulang kampung, hihi.. Belajar menjahit saja.

Ada 3 program yang berlaku di institute : applied biology science, chemical biology, dan environmental toxicology. Major saya adalah program nomer tiga. Semua mahasiswa digabung belajar dalam satu ruangan.  Jumlahnya 23 orang karena 1 orang sudah melarikan diri sebelum exam. Setelah menghadapi gempuran ujian berturut-turut, saya pikir teman yang kabur tadi telah melakukan tindakan yang tepat dan meninggalkan saya dalam posisi standar terbawah. Hiks..

Dari awal, mungkin niat menuntut ilmu ini tidak 100% murni dari keinginan pribadi. Lebih pada kasus situasi. Jadi kesulitan-kesulitan yang saya hadapi ini adalah akumulasi dari ketidakteguhan diri menghadapi semuanya. Halaah..ngomong apa sih? Di samping tentunya faktor usia dan lamanya otak saya dalam posisi involuntary.

Jadi intinya selama 5 minggu ini kami dibombardir prepharatory phase yang mencakup 48 mata pelajaran integrated life science  berupa sel dan anatomi tubuh serta 15 jam kimia organic. Tak lupa diselingi exam yang luar biasa bikin megap-megap. Satu unit exam bisa bervariasi, ada yang 12, 10, 6, 3, dan yang terakhir 14 handouts.

Kenapa begitu?

Karena sesungguhnya dalam 5 minggu tadi, kami dipersiapkan untuk diglonggongi limpahan ilmu pengetahuan luar biasa tentang Life Science sepanjang 2 semester mulai bulan Juni ini. Pengajar dari  US dan Eropa dengan aksen yang berbeda-beda dipastikan akan membuat kami lebih gelagapan. Dan materi kali ini lebih mengedepankan tentang inflammation dan cancer. Hwadeuh, apaan tuh?

Ketika saya utarakan bahwa sudah 14 tahun saya tidak pernah memegang buku secara resmi, dan kesulitan saat menghapal dalam waktu singkat. Ajarn kami bilang, “ I know it’s very difficult for all of you. Next time it will be more difficult. You have to work hard!”

Gubraaak..

Bisa dibayangkan  bagaimana paniknya saya menghadapi materi buku-buku tebal The Cell-nya Couper Hausman dan Human Anatomy-nya Pearson. Sumpah, seumur-umurnya baru kali ini saya tahu istilah-istilah dunia per-sel-an dan anatomi tubuh. Ajarn yang mengajari kami tentang system syaraf dalam waktu 3 jam saja terus terang bilang, biasanya beliau mengajar mahasiswa kedokteran selama 2 semester.

Soal ujian yang saya harapkan sederhana ternyata sangat luar biasa. Dipikir-pikir, tidak mungkin juga para dosen memberikan soal yang simple dan mudah ditebak. Seandainya pilihan berganda pun, pastinya tricky. Dan saya beserta keterbatasan diri  selalu merasa panik saat kertas soal dibagikan dan kepala terasa ingin meledak. Jujur saja saya tidak mampu mencerna dan mengerti setiap materi dalam waktu singkat seperti teman-teman lain. Butuh proses agak lama. Ralat, lama malah. Dan sedihnya sudah susah payah menghapal sering kali berakhir dengan mudah sekali lupa. Aaaah, usiaa.. Saya telah banyak mengalami mutated cells rupanya. Kelamaan idle juga.

Bicara tentang soal-soal tadi banyak sekali yang berakhir dengan kekonyolan. Aib sih, hihi.. tapi biarlah  jadi kenangan. Misalnya saja karena kelabakan harus mengingat banyak mekanisme berikut istilahnya dalam ujian sel eukaryot, soal tentang Epitogenic malah saya jawab dengan sex splicing Drosophila si lalat buah. Kontan 2 junior saya cekikikan menertawakan habis-habisan. Padahal aslinya pertanyaan itu berkisah tentang mekanisme gen yang mengontrol replikasi DNA. Ya ampun, malu banget! Ini yang paling hancur, kenapa menjawab seperti itu juga saya tidak tahu. Untungnya pertanyaan tentang mekanisme miRNA masih bisa saya jawab dengan tersendat-sendat.

Atau dengan soal-soal aplikasi dunia kedokteran seperti  penyebab  dan alasan perubahan posisi dari tidur ke bangun pada orang tua, mengapa tidak boleh minum dalam jumlah banyak dan apa pengaruhnya pada paru-paru, alasan terjadinya cardiac output, kenapa banyak CO2 dalam aliran darah, penyebab penyakit asma dan  tipe obat yang sesuai, atau in case kita punya banyak senyawa kimia, bagaimana cara menentukan potensi agonisnya.

Belum lagi mekanisme reaksi organik yang serang sana serang sini, nucleophil, atom ini itu. Ya ampun, malu rasanya mengaku pernah belajar kimia 9 tahun dan tidak tahu apa-apa. Blas, melongo! Untungnya saya bukan mahasiswa CB.

Huwaaaaa……. Pengen nangis guling-guling!

Asli, jangankan ditanya dalam English dalam bahasa Indonesia pun saya tidak tahu jawabannya. Saya bukan mahasiswa kedokteran, dan baru belajar tidak lebih dari sejam per materi. Saya angkat tangan tinggi-tinggi. Kibar bendera putih..

Jadi saya tidak akan heran kalau nilai saya ada di batas bawah. Saya benar-benar mulai dari nol kecil, playgroup malah!

Para Ajarn selalu menyemangati kami bahwa kami bisa melewati ini semua. Ditambah banyak kasus dari semula seperti saya *tidak tahu apa-apa* bahkan mendapat nilai 0 untuk exam tertentu, bangkit dan berjuang sampai mendapat nilai CL dan ditransfer ke program Ph.D. Kuncinya hanya satu, kerja keras!

Dari situlah, saya mulai termotivasi untuk membangkitkan diri sendiri. Mengembalikan niat menuntut ilmu yang sesungguhnya. Bukan dengan alasan melarikan diri dari hal-hal yang memang harus dihindari, atau dari kejenuhan dalam pekerjaan. Allah telah memberikan rencana paling baik dan pasti saya mampu menghadapinya. Saya menjadi lebih semangat, meski limited capacity of memorizing saya masih di bawah rata-rata.

Semoga saja saya bisa menemukan keindahan dunia integrated life science. Amin..

*oh, ya.. kalau masih bisa nulis blog artinya saya sedang menarik nafas, hihi*

33 thoughts on “Soal Ujian

  1. mbaaakkkk SEMANGAT!!!!!

    Aku bener-bener ngikuti mbak banget karena mungkin (mudah-mudahan) nasib kita sama (yang bisa kuliah di luar negeri saat umur udah 30an) soalnya aku belum dapet ijin buat kuliah sekarang *nangis dipojokan* :((

    • udah Neng..
      biasanya berakhir dgn mewek di kamar.. da ga bisa tea, gitu..hihihi

      sementara yg muda2 mah biar kata baru belajar juga masih ada yg nyantol katanya *sirik*

  2. waduh mbakkkkkkkkkk mbaca postinganmu bikin ane juga ikutan sutresno..walah akeh banget….ra nyandak aku…asli seandainya aku mungkin udah nangis guling guling thailand indonesia..waduh…mbayanginnya aja gilingan padi cyn..walah benar katamu..bayangin yagn dibilang Ajarn..biasanya aja di ngajar anak anak kedokteran aja 2 semester lha itu dirimu hanya berapa jam?? 3 jam..walah bukannya megap megap lagi..walah..yo dilalui dijalanni..bismilah…insyallah bisa..selama ilmu katon, mau berusaha dan belajar..aku yakin seyakin yakinnya..kegigihan dan kerja keras adalah kuncinya..*eh maksudnya paling enggak lulus…*nilai berapa berapa nggak penting..sing penting lulus..* walah ini ngeyel dan maksa ya hehehe..*ampun deh jangan ditimpuk pake handout situ yang segepok gepok yah..timpuk aja pake oleh oleh nantinya hehehehe…
    tetap semangat kakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk…pasti bisa….!!! bismilah…
    eh btw kepo neh…ini artinya apaan yah ” otak saya dalam posisi involuntary”…hehehehe diperjelas yah…..ra mudeng kie…:)

  3. Hilsyaaaa…karena kebalik baca postingan, tadinya saya kira Hilsya lagi jalan-jalan ke Thailand…ealah…ternyata lagi ujian dan tugas negara to?
    Gimana?
    Hasilnya sekarang pasti udah kelihatan kan?
    Istilah-istilah di posting ini juga bikin saya mengibarkan benedera putih deh…hehehe…😀

  4. Alhamdulillah, udah pada gede dan mandiri ya…. ngikut kesana atawa??? semangat ya mba…… 🙂
    daku lagi -hampir- semaput nih… Bab 1 ditolak, kepingin benerin dah mati gaya… Hehehehe,,, *nomer henpon nyang 0858xxx udah ganti pemilik ya?*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s