Edisi air mata 1

Setelah belasan tahun, otak saya  tidak pernah dipakai berpikir keras akhirnya mulai minggu kemarin difungsikan juga. Ya, menuntut ilmu adalah salah satu media yang tepat untuk mensyukuri nikmat dan menggunakan properti yang telah diberikan Allah  secara maksimal. Bukan mencakup pendidikan formal saja, tapi segala aspek apapun yang bisa dipelajari dan direnungkan.

Oke, cukuplah basa-basinya. Intinya saya hanya ingin mencurahkan segala resah yang ada. Takut stres, karena kepala saya sudah panas dan nyut-nyutan.

Akhirnya exam I yang berlangsung tanggal 1 kemarin sudah saya lalui dengan sangat tidak sukses. Dalam waktu 3 jam, kami diberi 6 bagian soal yang mencakup 6 lectures. Dan voilaaa… ketika duduk di bangku sambil membuka soal mendadak saya tidak ingat apapun, bahkan untuk hal simpel seperti penurunan rumus sederhana yang baru saya ulang di  pagi harinya. Atau tiba-tiba saya tidak ingat rumusnya seperti apa dan bahkan nama rumusnya. Blank! Sekosong-kosongnya..

Saya panik. Lebih panik lagi ketika melihat teman-teman asyik mengisi lembaran jawaban dengan tenang  sementara saya celingukan sambil berusaha susah payah merecall memori. Ya Allah, ingin menangis rasanya saat itu juga.

Sambil menenangkan diri, saya berusaha mengisi jawaban dengan sisa-sisa ingatan yang ada. Seingat-ingatnya. Sekenanya. Dengan English yang amburadul pula. Lupa semua.

Dalam hati saya terus mengatakan bahwa soal-soal ini sangat sulit buat saya. Terlalu sulit bagi saya yang punya kapasitas pentium 1 ini untuk mengingat 12 hand out dalam waktu seminggu, disambung dengan soal modifikasi pula. Mekanisme reaksi yang seabrek-abrek, gambar organel dan proses pembentukannya, pemahaman penggunaan berbagai jenis mikroskop, tentang enzim dan mekanismenya. Ya Allah, tega banget ini soal.. Tapi saya mau bilang bagaimana lagi? Ini adalah masalah pribadi saya. Hanya saya yang punya masalah seperti ini karena memang saya yang masuk komunitas mereka. Tahap ini adalah sebuah preparatory phase yang dipersiapkan untuk menghadapi lecture yang sesungguhnya di bulan Juni.

Sudah bakal terbayang sih, hal-hal berat apa yang akan menanti di depan sana. Sekarang saja, sudah ngos-ngosan. Sebenarnya saya yakin saya bisa mengikuti, hanya saja saya kelabakan jika harus menyamaratakan pemahaman saya yang notabene bisa dibilang punya 2% ilmu biomolekuler dengan teman-teman yang baru lulus dari jurusan biochemistry tahun kemarin.

Akhirnya saya mengakhiri adegan gagal ujian tadi dengan airmata. Berkaca-kaca dan menangis di mushola, lalu berlanjut di kamar. Ya, baru tahap I saja yang dibilang dasar dan hanya 6 topik, saya gelegepan.

Saya menjadi sedikit lega ketika akhirnya, kolega saya terdahulu pun memberikan pengalaman yang sama di tempat ini. Ia bahkan lebih parah. Dalam imelnya, dia bilang ” Menangis adalah hal yang sering dilakukan di sini. Ia mencari doa supaya bisa mengingat pelajaran, mudah menghapal, dan ujung-ujungnya supaya para dosen kasihan terhadap dirinya, haha.. Belajar bukan mencari nilai tapi semata menuntut ilmu karena Allah. Ia yakin bahwa saya bisa melewatinya..

Saya jadi lebih tenang dan berusaha untuk membangkitkan semangat lagi, menyusul5 exam yang harus saya hadapi sebulan ini.

Saya tahu saya harus bekerja keras menyusul ketinggalan. Tapi darimana saya harus mulai dan bagaimana caranya saja saya masih belum jelas. Belum lagi ditambah kemampuan otak yang cukup sulit untuk mengingat sesuatu karena kelamaan dalam kondisi idle.

Warning ya teman-teman..  Sayangi otak anda! Apapun medianya, tetap harus belajar.

12 thoughts on “Edisi air mata 1

  1. semangat mbak!! pokoknya.semangat deh.. aku pengen banget kuliah soalnya.. tapi karena belum bisa.jadi.kadang iri.dengan yg sedang kuliah.. hmmm..😦

  2. Semoga exam exam berikutnya Hilsya sukses yaaa….🙂
    (peluuuk)
    sepakat banget , belajar , belajar dan belajar …..
    apapun itu ….
    tetap semangat yaaa Hilsya …. 🙂
    salam

  3. waduh mbak i feel u……sabar, tuh kan koleganya lebih parah, berarti mbak masih mending..*maksudnya membesarkan hati dan semangat bunda hilsya…waduh maaf kalo salah yah…:)
    bismillah pasti bisa, sampean orang terpilih, allah memutuskan ini insyallah karena dianggap mampu..exam berikutnya pasti sukses tinggal adaptasi dan belajar danbelajar..juga berdoa…bismillah yah mbak..:)

  4. Ping-balik: Alpukat atau Avocado si Hijau yang Menggoda Iman… | My new world

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s