Masak.. masak

Hihi.. lucu rasanya, ketika saya memasukkan postingan ini ke kategori kuliner. Kuliner apanya, kalau hanya memperjelas statemen bahwa saya tidak hobi makan apalagi masak. Tapi sudahlah, ini update postingan pertama saya di bulan April.

Jadi ceritanya.. kemarin-kemarin ini saya mengadakan acara bersih-bersih rumah. Kebanyakan barang. Pakaian-pakaian masih layak pakai dipisah. Baju-baju yang tidak terjual dipilah. Koran, buku, majalah dirapikan, demikian pula botol atau kaleng bekas atau tas bekas diklat yang menumpuk. Sampai kursi tamu pun masuk daftar. Berbenah judulnya. Supaya rumah terlihat lebih lapang.

Tapi ternyata ada yang ketinggalan. Saya masih punya stok bahan-bahan makanan. Masih ada jambal roti dan ikan pari kering utuh dari Cilacap. Jamur shitake kering dan tepung ottogi masih lengkap, lalu  gochujang, bakso ikan, udon, jamur enoki yang masih setia ngendon di kulkas berabad-abad. Dan lain sebagainya. Saya diultimatum untuk bertanggung jawab atas segala bahan terutama makanan Korea yang sudah sok-sokan dibeli untuk (ceritanya) dimasak..

Baiklah, mari kita mulai dengan googling. Melihat resep tteokboki (ah bener ga nih nulisnya? bacanya tupoki atau doboki, apapun) rasanya lumayan gampang. Tinggal cemplung-cemplung dan voilaa.. jadi. Tapi kok malas rasanya bikin rice cake sendiri, beli pun rasanya ga ada di supermarket terdekat. Karena itu sebagai emak-emak yang harus banyak akal, pikiran modifikasi langsung berhamburan. Segala yang ada di tempat harus dimanfaatkan.

Seperti resep dubboki abal-abal yang notabene beda banget dengan resep aslinya tadi. Saya buat dengan modifikasi mengganti rice cake dengan bakso ikan dan otak-otak. Caranya : didihkan 1 sdm anchovy (saya pakai ikan teri medan) dalam 100 ml air. Lalu masukkan bakso ikan dan atau otak-otak, irisan wortel, sawi putih, plus tahu. Tambahkan gochujang plus sedikit gula dan garam sesuai selera lidah (aslinya hanya gochujang yang pedasnya aje gile). Masak sampai agak mengental. Taburi dengan irisan daun bawang dan wijen. Dan selesai.

Ga seperti dubboki asli ya? Hihi..biarin 

Rasanya?

Pedas! Dan tidak semua orang familiar dengan rasa gochujang yang nyegraknya minta ampun. Di rumah, hanya saya yang memakannya *terpaksa mode on*. Bahkan ketika makanan ini saya bawa ke kantor, ternyata tidak ludes dengan seketika. Semua teman bilang rasanya aneh *ih menyurutkan semangat bereksperimen gue aja*

Sebenarnya alasan kenapa saya suka makanan oriental ini lebih karena pada pelaksanaan eksekusi di dapur yang terbilang mudah. Tinggal beli bumbu dan campur-campur *hehe.. semua juga tau kali ye?* Meski pada prinsipnya kita tahu bahwa proses pembuatan sambal-sambal atau bumbu inti Korea itu malah berlangsung berbulan-bulan atau tahunan dan ribet.

Sementara untuk udon, saya buat jauh lebih mudah. Kuahnya pun hanya saya buat dari kecap ikan plus sedikit bumbu, lalu dengan taburan nori. Kalau yang ini anak-anak masih suka, masih bisa diterima dengan lidah biasa.

Frankly speaking, bahan makanan Korea tadi sudah 2 bulan betah dipajang. Terhitung dari saya bikin bibimbap di sini, hihi… Dan berakhir dengan dihibahkan 1/2 bagian gochujang tadi pada teman kantor yang pernah tinggal di Korea.

36 thoughts on “Masak.. masak

  1. mba Hilsyaaaa…
    punten yaaa…aku bw-nyah pake nama samaran…
    soalnya lagi ikutan kontes SEO dengan hadiah ke Korea…
    doakanlaaaah….

    dan udah kelar nonton wild romance…
    KENAPA???
    KENAPA??
    first kiss nya di episode terakhiiiiir…plak..*tabok Lee Dong Wok karena kurang agresip…hihihi*

    maap…eykeh mah scent of a woman aja dah🙂

    eh…mba…sekarang Lee Dong Wok jadi host nya talk show strongheart lhoooo…suka nonton gak? rame lho…

  2. huahhuahua….opo kuwiiiiiiiiiii aku kok katro nggak pernah makan dan nggak pernah tahu makanan korea…tahunya bakso ikannya aja hehee…wah asli mungkin kalo aku masak kayak begitu dirumah yang makan pasti ako thok..bisa membayangkan wajah mengeryit uti-nya kinan dan ayahnya hehehe…*maklum…nggak suka dengan makanan aneh aneh..kalo kinan masih bisa mungkin dibujuk bujuk..hehehe…
    eh mbak suatu saat aku pingin makanan korea buatan sampean…hehehe…sayang itu doboki..eh gimana tulisannya…nggak sampai bintan yah hehehe..
    ayo nulis nulis…permulaan yang bagus setelah terlalu lama hiatus..:)

  3. aku yg ngakunya suka korea blm pernah makan makanan apapun yg berbah korea mbak.. hmm.. padahal si pontianak ada loh restoran korea.. tapi takut nyoba.. takut sama.rasanya.. hahaha

  4. aku suka toppokki……!!! tapi blm pernah makan!! heheee… rencananya mau bikin sendiri… hehee…
    oya, katanya aku pernah liat info dr kto indonesia, kalo toppokki itu makanan internasional dr korea.. waaahhh..pengen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s