Jalan darat

Jadi inget lagu antimo yang suka dimainin sambil keplok-keplok tangan *halah bahasanya..* #.. Antimo obat anti mabok, mabok darat, laut, dan udaraaa…..#

Nggak nyangka, kalau di sesi awal tahun ini banyak sekali terjadi kasus pencemaran yang harus melibatkan tim teknis. Panen istilahnya. Setelah di bulan Januari lalu pergi ke Serdang Bedagai, bulan Maret ini ada kesempatan untuk ke Cilacap. Masih tentang pekerjaan. Rutenya via darat lewat jalur selatan dan kami akan berada disana sampai Sabtu besok.

Persiapan sih insya Allah, mudah-mudahan nggak ada yang tertinggal atau lupa. Hanya saja masalahnya kami baru saja menyelesaikan pekerjaan minggu lalu yang masih perlu diverifikasi. Dan itu sepertinya akan tertunda. Moga-moga konsumennya tidak komplen.

Sejujurnya, saya cukup deg-degan karena harus menempuh perjalanan dalam jangka waktu cukup lama. Tadi teman saya sudah menyangsikan sambil tertawa-tawa, apakah saya bisa tahan atau tidak duduk manis dalam mobil Strada. Menjelang usia senja ini saya boleh dibilang sangat jarang bepergian jauh, apalagi via darat.

Oke, baiklah kita lihat saja akan ada cerita apa dibalik perjalanan kami kali ini. Nantikan episode selanjutnya di postingan berikut. Dengan catatan : bila tidak malas untuk menulis *kan ceritanya mau sambil belajar, haha… gayaa*