Episode buntu

I’m stuck!

Hwadeuuuh.. Banyak yang harus dikerjakan dalam tenggat waktu terbatas, tapi kenapa ya mendadak tiba-tiba buntu sama sekali. Memori mendadak berasa penuh, tanpa ruang lagi.

Begitu LoA sampai di depan mata, perasaan saya setengah melayang. Antara mimpi dan sadar. Iya dan tidak. Aduh, segala resiko enak dan tidak enak, gampang dan susah sudah pasti harus dijalani dan ternyata (masih) menimbulkan dilema tersendiri.

Tapi saya khawatir.

Sejujurnya saya merasa takut terlebih dahulu membayangkan kemungkinan yang tidak menyenangkan atau menyulitkan. Hiyaa..  ngeper duluan?

Meski tidak ingin mengaku, tapi rasanya iya. Karena itu saya tidak ingin mendengar teman-teman bertanya tentang hal satu tadi. Saya ingin bisa sejenak melupakan hal-hal yang mungkin akan terjadi nanti. Saya cuma berusaha untuk menikmati hari-hari (seolah-olah) tanpa beban. Segalanya berjalan seperti biasa.

Tapi mereka tidak mengerti kalau saya tidak ingin ditanya. Mereka secara bergantian bolak-balik bertanya. Aiiissh!

Dan seperti biasa, karena kapasitas yang tak memadai saya tidak ingin berpikir terlalu berat. Saya mencoba melarikan diri dari kenyataan. Alih-alih mempersiapkan ini itu dengan seksama, saya malah berkutat dengan Kdrama dan berakhir dengan kesengsem habis pada berondong ganteng edisi lama berjudul Lee Dong Wook yang beberapa saat lalu selesai wamil, hihi..

Ah tidaaak, ini pasti gara-gara tivi kabel dan situs online Kdrama!

Eh, suwer selama ini saya jarang nonton Kdrama. Sepanjang sejarah, saya cuma menghabiskan drama 3 judul saja dan hanya ngefans sama LDW *langsung melakukan pembelaan diri * selain Lee Jang Woo dan Lee Sang Woo (kyaaa.. nama terakhir sih koordinator training eike).

Aaah, lupakan khayalan ngawur itu! Saya memang sedang kurang konek, suntuk, dan rada-rada. Masih berada dalam masa-masa peralihan dari dunia maya ke dunia nyata. Jadi memang begitu hasilnya, sering error!

Jadi keingetan teman-teman lain yang suka banget Kdrama *nyolek-nyolek Erry*, baru ngerasa juga bagaimana kalau ketinggalan satu episode. Nah lho! Blogspot tak dilirik, wordpress pun apalagi. Segala gundah langsung lenyap saat melihat serial terbaru LDW yang menghibur. Meski banyak orang kurang suka dengan LDW yang terlihat lebih galak dengan kumis dan janggut, tapi saya tetap setia sampai episode terakhir. Penasaran..

Huahaha… sungguh mati aku jadi penasaran, judulnya *pak haji mode ON*

Tambah head over heels lagi waktu sadar LDW ikut menyanyikan salah satu OST dramanya. Haa.. lumayan banget suaranya bagus.  Saya kira yang nyanyi itu senior SSH  secara lagunya melow-melow bikin bercucuran airmata.

nan neobakke mollaseo, ibyeoreul mollaseo… *gubraak*

Oke.. wake up! Bangun.. bangun! Sadar!

Saya mengerti dengan sepenuhnya bahwa memandangi LDW dalam drama meski wajah rupawannya mempesona dan suaranya melenakan, tetap tidak akan membuat permasalahan selesai.  Semuanya hanya semu seperti fatamorgana. Semacam jeda yang menyenangkan. Hanya peralihan sementara dari inti yang sesungguhnya, yang suka tidak suka harus saya perangi dengan penuh semangat untuk memberantas kebuntuan yang menjadi-jadi.

Tetapi mengapa masih terasa berat untuk melangkah? Apakah memang harus dalam kondisi terpaksa?

Btw, kenapa harus Kdrama? Kenapa bukan telenovela atau sinetron Indonesia? *upss.. ngawur lagi!*

Oh, semangat dimanakah gerangan dirimu berada?