CRI is not a place to CRY

  

gambar diambil dari situs resmi CRI

Pasti menjadi sebuah judul yang aneh!

Demi membangun kembali semangat mengarang indah yang sudah padam ini, saya akan menjawab ajakan Una dalam Giveaway Ingin Kemana? Tapi janji deh, kali ini bukan ke tempat-tempat yang membuat orang lain ‘menuduh’ bahwa enak banget ya jadi saya yang bisa jalan kesana kemari. Gratisan pula. Hayoo, ngacung siapa ‘oknum’nya? Hahaha…

Aslinya pekerjaanlah yang membawa saya dan teman-teman disini punya kesempatan untuk bisa bepergian ke berbagai tempat. Tapi bila momennya bukan untuk pekerjaan, ya pastinya tetap harus merogoh kocek sendiri. Habis kantong siapa lagi yang mau diembat?

Oke, berhenti menulis ngalor-ngidul dan kembali ke topik Ingin Kemana..

Suatu hal yang paling dekat dengan saya kali ini adalah kesempatan untuk pergi ke CRI*. 80% proses selesai dan tinggal menunggu keputusan apakah saya layak diterima atau tidak (ini yang bikin deg-degan!). Jadi pergi atau tetap tinggal.

Berpikir tentang hal itu membuat jantung saya berdebar-debar. Tidur tak nyenyak, makan pun tak enak, dan hati tak tentram. Halaah.. opo sih? Belum lagi pertanyaan banyak orang tentang “Bagaimana hasilnya? Jadi berangkat kapan? Masih bisa ikut kegiatan ini nggak?” Bla..bla..

“Berangkat kemanaaa? Saya balik bertanya *sedikit emosi*

Tapi sedetik kemudian saya akan menggeleng dengan senyum manis, “Belum tahu hasilnya bagaimana”.

Ya, sejujurnya keputusan untuk mengikuti seleksi CRI juga membuat hidup saya megap-megap. Perumpamaannya seperti ikan mas yang baru saja diangkat dari air. Karena awalnya juga bukan suatu prioritas, ditambah begitu banyak hal-hal yang dianggap kurang memenuhi syarat maka saya melaju lenggang kangkung tanpa beban. Tapi begitu lolos seleksi dan melewati proses interview dengan hasil yang ajaib, malah membuat beban tersendiri. Mampukah saya?

Jadi pengen nangis, huhuhu….

Apakah otak saya yang ‘gemilang’ ini mampu menyerap penjelasan rumus-rumus kimia organik tingkat tinggi berikut segala sesuatu yang berkaitan dengan sel, plasma, inti, DNA, RNA, dan kawan-kawan? In english pula?

Saya sangsi!

Oh iya jangan salah mengerti, ‘gemilang’ di sini diartikan dengan jarangnya penggunaan otak saya untuk mengingat hal-hal yang berbau ilmiah. Apalagi pada saat setua ini. Sudah terlalu lama otak ini hiatus untuk berpikir secara serius dan mengalami penurunan daya ingat yang sangat drastis. Dimana saat hari ini dengan cekatan bisa mengingat segala hal dengan mudah lalu tiba-tiba mendadak bisa lupa keseluruhannya secara total pada esok hari. Paraaah..

Dan sungguh saya khawatir dengan kemampuan diri sendiri. Meski banyak kolega yang memberikan support bahwa saya bisa melewati semuanya dengan lebih baik.

Jadi salah satu tempat yang (seharusnya) menjadi target saya tahun ini adalah (mau tidak mau) pergi ke CRI. Eh bukan hanya pergi kesana, karena sudah dua kali saya pergi ke tempat itu. Tepatnya untuk menuntut ilmu di CRI. Tentunya dengan catatan jika diterima. Ini harus diyakinkan dengan amat sangat agar kepercayaan diri segera kembali. Mulai giat belajar dari dasar (lagi) dan itu sungguh terasa berat. Banyak yang harus disiapkan supaya saya tidak menangis berdarah-darah saat dihadapkan dengan tugas review mingguan. Karena CRI bukan tempat untuk menangisi nasib.

Maka mulailah saya kembali membaca buku biokimia dasar sambil terkantuk-kantuk. Baru satu halaman langsung terlelap. Mitokondria, retikulum endoplasma, ACGT..  huwaaa. Apa pula itu? Lupa semua..

Ya, tidak ada salahnya belajar lagi. Perkara diterima atau tidak, itu urusan nanti! Benar kan?

nb : Mohon maaf, kali ini saya tidak akan menjelaskan detil CRI lebih lanjut. Jika penasaran silakan mengklik link yang tersedia. ^^

****