Bibimbap nekat

Mungkin gara-gara keseringan nonton Arirang dan KBS (yang gratisan), saya jadi kesengsem dan berniat dengan amat sangat untuk membuat bibimbap. Tapi bisa juga sih gara-gara iseng ngetik Dae Jang Geum di mesin pencari, maka keluarlah memori  오나라 오나라 아주 오나.. 가나라 가나라 아주 가.. Haha, jadul banget!

Sudah terlalu lama serial Jewel in the Palace berakhir. Di Indonesia sudah berlalu lebih dari 5 tahun. Di negara asalnya bahkan disiarkan sejak 2003. Tapi kenangan acara masak memasak para koki istana ini memang terlalu berkesan untuk dilupakan. Bahkan mampu menghalusinasi dan membius saya (untuk sesaat) agar bisa jadi koki handal. Tapi sekali lagi, sayangnya hanya sesaat.

Demikianlah, niat yang berabad-abad itu saya jadikan nyata dengan akhirnya membeli gochujang (saus pedas pasta kedelai) kemasan 1 kg di supermarket terdekat. Hanya itu yang ada. Harganya lumayan mahal dan agak bikin bingung  dengan perkara “siapa juga yang akan menghabiskan”? Karena aslinya saya dan semua orang rumah tidak doyan pedas. Lain kalau saya tinggal di ibukota dan dekat dengan supermarket khusus makanan Korea, mungkin akan banyak pilihan. Tapi sudahlah, harus dibeli dan dicoba.

Sambil mengintip berbagai resep membuat bibimbap di dunia maya, saya pikir tidak terlalu sulit. Maka mulailah saya memotong aneka sayuran dalam bentuk korek api tipis. Sambil diiringi soundtrack onara? Hehe, nggak tuh! Lagunya Suju malah. Anak-anak yang muter.

Sayuran yang diiris biasanya berupa wortel, zucchini (kita mah mentimun aja kali ye?), bayam, tauge, jamur shiitake, dengan hiasan daun lettuce yang menimbulkan sensasi warna-warniTapi dengan penuh kreasi saya menambahkan irisan kol, jamur enoki, lembaran rumput laut, jahe bahkan daun bawang. Ngarang ni yee.. hihi

Bibimbap adalah suatu masakan Korea berupa nasi campur. Variasinya berbagai macam lauk. Bahan utamanya nasi putih nan pulen dan aneka sayuran yang dibumbui sederhana. Cara membuat seasoned vegetables ini hanyalah dengan menumis sayuran secara terpisah dengan sedikit minyak sampai agak layu dan diberi sedikit garam atau soy sauce. Lauknya bisa berupa irisan daging  juga dibumbui dengan cara yang sama. Bisa diberi bawang putih, jahe, atau bawang bombay tapi aslinya mungkin tidak seperti itu. Ditambah dengan telur (mau matang, setengah matang, atau mentah? terserah) dan saus pedas gochujang tadi. Kemudian setelah ditata akan tampil seperti ini :

Penampakannya cantik, jadi nggak tega mau diaduk-aduknya.

Di restoran masakan Korea biasanya tersedia dolsot bibimbap. Nasi campur itu akan dihidangkan dalam mangkuk batu yang telah dipanaskan. Biasanya di dasar mangkok akan diberi minyak wijen, kemudian baru ditambahkan nasi dan pelengkapnya. Saat bertemu mangkuk panas, nasi akan sedikit mengerak (jadi mirip-mirip intip kalau kata orang Jawa sih) dan rasanya akan berbeda. Lebih kriuk kriuk dan wangi.

gambar diambil dari jeng wiki

Nah, berhubung saya tidak punya dolsot (mangkuk batu), makanya saya memakai mangkuk keramik biasa. Tapi rasanya kalau lewat ke Magelang mau nyari yang mirip-mirip dolsot ah. Karena dari awal dinamakan nasi campur, maka dengan berat hati mau tidak mau akhirnya nasi itu saya aduk-aduk juga sambil menambahkan soy sauce supaya lebih terasa.

Mengenai rasa, haha.. ini dia. Sayurannya sih lumayan. Hanya saja karena kami tidak terlalu familiar dengan rasa gochujang dan takut pedas, maka sensasi pedasnya kurang nendang. Padahal khasnya makanan Korea kan pedas. Belum lagi si Kaka yang menggelengkan kepala gara-gara melihat telur setengah matang sedang diaduk-aduk. Saya saja sampai sibuk merayu si ayah yang terlihat setengah hati untuk menghabiskan nasi campur yang hanya semangkuk itu, secara yang pernah makan dolsot bibimbap asli made in resto hanya saya saja. Sementara saya juga menyerah karena sudah menghabiskan setengah mangkok. Hiks, mblenger liatnya…

Haha.. nekat! Habisiiin….