I love happycall

Terkesan beriklan banget? Haha.. nggak tuh. Bukan promosi dan tidak ada komisi sama sekali.

Tapi asli nih, saya ingin  mengucap rasa cinta yang sebegitu sangat pada sebuah wajan bertekanan tinggi yang bernama Happycall (dan saudara-saudara baik yang asli maupun yang KW). Jika belum pernah berkenalan, inilah penampakannya:

gambar dicopas dari sini, karena punya saya warnanya udah ajaib ^^

Kenapa tiba-tiba saya jatuh cinta sama benda segi empat berwarna merah itu?

Jawabannya karena ia membuat pekerjaan (yang jarang saya lakukan) menjadi lebih ringan, lebih cepat, dan hemat.

Tahu dong kalau semasa musim imlek kemarin jumlah populasi bandeng, jeruk shantang, dan kue keranjang meningkat tajam di pasar? Hehe.. ada hubungannya gitu?

Iya, karena bandeng yang segede-gede tangan itulah yang membuat saya tergiur untuk memasak. Entah dipresto, dibuat sate bandeng (jadi-jadian), atau dipepes.

Apaa? Emak-emak ini masak juga? Hore..tepuk tangan semuanya!

Sst, sebenarnya saya ini masih bisa masak kok. Tapi karena kebanyakan orang rumah rata-rata tidak suka makan, kadang saya jadi setengah hati untuk serius masak apalagi kalau tidak dimakan. Eman-eman gitu. Mending beli aja deh! Aah, alasan macam mana pula ini?

Baiklah, daripada panjang lebar tidak jelas. Ini buktinya kalau bandeng itu telah saya olah..

Bahannya dari ikan bandeng berukuran besar (panjang sekitar 30 cm) serta aneka bumbu seperti garam, kunyit, jahe, bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan. Lalu ada salam, sereh, tomat (jika suka), daun kemangi, dan daun bawang.

Cara membuat mudah. Tinggal lumuri ikan dengan bumbu halus dan bahan yang diiris. Diamkan dulu agar bumbu meresap. Lalu dibungkus dengan daun pisang. Jika tidak ada daun pisang, bisa langsung disimpan di dalam wajan happy tadi. Wajan bisa dioles dengan sedikit minyak atau tidak memakai minyak, tergantung selera. Lalu simpan wajan di atas api kecil selama (idealnya) 1 jam, tapi saya masak hanya 15 menit saja. Itu sudah empuk semua lho, kecuali durinya tentunya!

Bahagia banget rasanya hanya dengan waktu 30 menit, semua masakan sudah selesai dengan seksama. Lumayan pula! Meski kalau dibawa ke kantor suka diprotes para chef  karena bumbunya kurang meresap.

Itulah.. saya mengucapkan terimakasih banyak kepada teknologi canggih masa kini. Rice cooker, magic jar, mixer, blender, oven, microwave, dan kawan-kawan. Terima kasih karena telah membuat para wanita yang tidak doyan ke dapur ini akhirnya tidak punya alasan lagi untuk berkelit.

Selamat memasak!