Tentang pekerjaan

Pekerjaan di lapangan itu saya anggap ‘menyenangkan’. Seru dengan segala cerita dibaliknya. Banyak yang enak, tapi aslinya  sih banyak yang tidak enak juga.

Apalagi jika berkaitan dengan hubungan masyarakat, tentang kasus pengaduan. Terlebih jika ada misi dan intrik tersendiri di balik cerita itu. Posisi kami jadi serba salah, terjepit di antara dua pihak. Persis seperti lapisan daging dalam roti burger.

Seperti posisi kami saat di Sumatra Utara sekarang. Berada di sebuah kawasan kebun sawit dan ladang singkong. Hari pertama hampir 18 jam berada di jalan. Hari kedua 14 jam, dan hari ini pekerjaan akan dimulai mulai siang hari sampai malam. Entah tepatnya jam berapa, hanya saja diperkirakan baru akan kembali ke hotel sekitar jam 11 malam.

Capek? Pasti. Tapi saya yakin banyak yang lebih capek dibanding kami ‘Possitive thinking mode on‘.

Bukan sesi mengeluh, tapi bercerita. Supaya orang-orang yang dengan seenaknya mengkomplen “semua orang pemerintah ga becus kerja” dengan logat daerah sambil menggebu-gebu itu setidaknya bisa tahu bahwa kami bekerja sesuai prosedur.

Sempat kesal sih, tapi sudahlah.. kita cerita yang seru-seru saja!

Yang seru dari perjalanan kali ini banyak juga. Pertama, saya saltum. Asli salah kostum. Berbekal baju hangat, payung, dan perlengkapan anti dingin lainnya ternyata kami malah dihadang panas lumayan terik di sini. Apakah musim hujan hanya ada di pulau Jawa saja?

Kedua, menu makanan Melayu yang saya temui ternyata sangat pedas. Meski banyak orang bilang itu biasa-biasa saja. Tak urung, saya habiskan sampai berlinang air mata. Kalau nggak makan, dapat energi dari mana?

Ketiga, walaupun jarang hujan ternyata lokasi di tempat bekerja lumayan becek dan nggak ada ojek juga. Celana panjang sudah nggak keruan kotornya. Dan sepatu butut saya jadi korban. Kejeblos genangan lumpur berkali-kali sampai jebol. Siapa suruh malas bawa sepatu lapangan? Ah, emang dasar kudu beli sepatu anyar aja kali ya?

Keempat, base camp kami kurang nyaman ditempati. Mengharap seperti hotel jelas tidak mungkin. Tapi mbok ya, toilet itu ada air bersihnya. Masa mau ke kamar mandi aja harus bawa botol air mineral. Haduuh, ini yang menyiksa. Mana beser pula..

Kelima, serunya perjalanan menuju lokasi. Apalagi saat pulang di malam hari melewati kebun sawit dan ladang-ladang. Jujur saja, sedikit  membuat sport jantung. Sunyi sepi dan gelap. Ditambah cerita-cerita seram jaman baheula. Wah, benar-benar pengalaman baru. Menyadarkan saya tentang masih banyaknya lokasi seperti ini di tempat lain, bukan hanya gedung bertingkat dan tempat terang benderang seperti di dekat kediaman saya.

Tuh kan, banyak yang seru?

Makanya enak ga enak memang tetap harus kita nikmati. Dan akan lebih baik bila tanpa mengeluh.Semangat!

Have a long weekend ya..

8 thoughts on “Tentang pekerjaan

  1. Wadooowwww… seru mbak ya… jadi inget jaman SD dulu… jaman2nya seneng kemah pramuka. Suasananya kan kek gini… hihihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s