Hari Ibu : Perempuan lapangan

Memakai seragam, helmet, safety shoes, dan glasses adalah penampakan (jarang-jarang) saya ketika bekerja di lapangan. Memang sih rasanya sangat bertolakbelakang dengan penampilan saya yang bagaikan model papan atas setrikaan, hihi.. Foto di atas diambil pada pertengahan Mei 2009 saat kami mengadakan trial salah satu metode pengambilan contoh uji udara emisi di cerobong sebuah industri semen.

Sebelum hari H saya sudah deg-degan karena kabarnya perjalanan menuju platform cerobong adalah dengan tangga lingkar tanpa lift. Hwaaa.. yang bener? Naik tangga lingkar setinggi 20 m?

Semalaman mendadak saya tidak bisa tidur nyenyak karena terbayang jika harus naik sebegitu tinggi. Padahal sih santai saja, pasti sampai kok. Cuma entah kapan waktunya. Sebelum itu saya pernah naik menggunakan tangga lingkar sampai ketinggian 35-40 m di industri daerah Riau dan Cilegon.

Tapi alhamdulillah ternyata cerobong yang dimaksud sedang off dan yang sedang beroperasi adalah fasilitas P5. Cerobong dengan fasilitas paling nyaman. Ada lift dengan platform luas dan terlindung. Wah serasa spa dan sauna di sela-sela debu semen putih deh!

Nah.. mumpung petugasnya banyakan karena sedang uji coba, akhirnya para perempuan ini bergaya serius ketika menyimak proses pengerjaan dalam sesi pengambilan foto di lapangan. Eh harus serius dong! Susah soalnya.

Hayo, kapan lagi coba mejeng di atas ketinggian 20 m?

=====

Potret ini diikutsertakan dalam Kontes Potret Perempuan dan Aktivitas yang diselenggarakan oleh Ibu Fauzan dan Mama Olive

64 thoughts on “Hari Ibu : Perempuan lapangan

  1. keren, i like that picture..*bener kan bahasa ingrisnya…hehehe kepo mak..kalo dah disuruh bahasa inggris..
    Seru pengalamannya, Ibu ibu yang hebat…:)
    mbak dey dan mbak hanie saya voting ini hehehe *bukan voting yah??…kandidat jawara neh…:)

  2. kalau dulu masih imut2 sih, berani lah naik sampai 20 meter …. 🙂
    kalau sekarang, wis sepuh gini, yang ada dengkulnya malah anjlok dan pingsan duluan sebelum sampai diatas …. hahahaha……..

    salam

  3. Hihihi kalo gw mah pasti gemeteran Teh disuruh naek ke ketinggian. Untung gw dulu kerjanya di hutan. Paling banter naek pohon lah🙂

    Sukses yah Teh kontesnya. Hiks gw belom tau tuh udah nyampe ato belom coklatnya ke rumah Ua. Moga2 udah deh. Tapi paling yang makanin ponakan hehehe

  4. perasaan kemaren udah baca, trus balik lagi kemari mau liat balesannya mama Hilsya.. ternyata aku blm ninggalin komen yak? halah lupa kok dipelihara ya Tia? hehehe….

    hebat bgt deh mbak berani di ketinggian gitu…, klo aku udah pingsan kali.. huhuhu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s