Hari ibu spesial

Tanggal 22 Desember 2011 ini hari yang spesial. Buat saya, buat si kecil, buat semua di keluarga kami.

Tadi pagi sesuai janji semalam, saya membangunkan si kecil untuk bersiap mandi dan sarapan. Hari ini proses ‘pengirisan sebagian kulit’ akan dimulai. Wajah lucunya masih ceria, saya yang keburu dag dig dug. Keder.

Ketika bapak petugas pengkhitan datang pukul 6 pagi, ia sudah rapi. Hanya saja mulai terlihat ketakutan dan khawatir akan sakit. Tetesan airmata mulai mengalir. Tangisnya muncul ketika obat bius mulai disuntikkan. Ngilu rasanya melihat dia menangis. Tambah ngilu lagi ketika melihat sang petugas dengan tenang  mempreteli perkakasnya. Dengan sigap dan cepat, kulit luar di bagian alat kelamin terlepas akibat panasnya kawat pada electric cauter. Si ayah dan kakak bolak-balik membujuk dan memeluknya. Sementara bagian saya adalah seksi dokumentasi. Meski ngeri, saya harus pasang akting ‘dingin’ dan berani, padahal ga tega juga.

Tak sampai 10 menit, prosesi selesai. Sang petugas mengoleskan obat di sekitar lokasi dan memberikan cangkup kertas supaya alat kelamin tidak terkena kain, karena prosesnya tidak menggunakan klamp. Si kecil mulai tenang. Puyer analgesik dan antibiotik langsung diberikan.

Satu jam kemudian, ketika pengaruh obat bius mulai hilang ia mulai menangis. Sakit katanya. Sedih melihatnya menangis, karena saya juga tak bisa menolongnya. Kami menghiburnya dan mengalihkan perhatiannya supaya tidak terlalu sakit. Tak lama ia bisa tidur sejenak.

Jam 10-an ia minta bermain game di komputer, kami turuti saja. Akhirnya ia bisa melupakan rasa sakit dan mulai beraktivitas seperti biasa. Hanya saja bagian bawah badannya masih dilingkupi sarung. Selera makan dan minum obat lancar. Ia tak terlalu rewel, malah sudah bisa kembali bercanda. Hanya saja manjanya jadi tambah menjadi-jadi.

Ah.. terharu rasanya melihatnya. Betapa tidak, selama ini saya masih memanggilnya bayi mama. Lalu dengan keinginan sendiri ia meminta disunat pada hari Kamis ini. Entah dengan alasan apa. Tiba-tiba saya melihatnya seperti seorang anak lelaki yang beranjak dewasa. Tiba-tiba juga saya merasa menjadi seorang ibu beneran (lagi).

This is my special day.. I love you son!

39 thoughts on “Hari ibu spesial

  1. selamat yah mas syafiq, mama kinan turut bahagia dan mendoakan semoga cepet sembuh..jadi anak yang sholeh🙂 wah mbak bisa membayangkan bagaimana peristiwa penting itu, hmm…bunda hilsya dredeg yah..:) ..waktu cepet berlalu yo mbak nggak terasa si bayi ganteng dah mulai tumbuh gede..:)
    wishlist-nya apa aja nieh mbak mas syafiq?? hadiah sunatnya?? hehehe..
    Happy MOther day yah mbak…

  2. Syafiq hebattttt … tos ah sama fauzan, sama2 udah di sunat & atas permintaan sendiri.
    Selamat ya …

    iya ya bu, rasanya gimana gituh ngeliat lelaki kecil kita minta disunat & akhirnya bisa melewati prosesnya dengan baik.

    • iya Lid, ga nyangka.. padahal sehari-harinya dia tuh lumayan ‘cengeng’ dan manja banget
      apalagi klo di lingkungan kel. ayahnya umur 6.5 masih terlalu kecil buat disunat.. jadi semua malah khawatir
      alhamdulillah lancar tapi teuteuuup ogoan *nambah*

  3. Hebat ih ci Teteh bisa jd seksi dokumentasi, pas adikku disunat aku mah nyumput da di kamar huhuhuhu

    Tapi cerita ini sangat sangat mengharukan, met hari ibu ya mama Hilsya😉

  4. Oalah.. aku pikir tadi pengirisan kulit yang mana.. Ternyata yang itu, toh.. Selamat ya, Mas Syafiq, udah gede. Moga cepet sembuh yaaa….

    *Kok nggak ada fotonya, Mba..? hiks..*

    Selamat hari Ibu, mba Hilsya…..

  5. Semoga lukanya cepet seumbuh ya Syafiq dan kembali aktivitas spt biasa…

    Selamat yaaa… Syafiq… Semoga jd anak yg semakin dewasa dan sholeh tentunya..

    really special day ya Mama Hilsya… jd sejarah bgt nih Mbak.. sunat tepat di hari Ibu..😀

    Selamat Hari Ibu, Mama Hilsya..🙂

  6. Hari ini sangat spesial rupanya mbak… Selamat untuk mas Syafiq yang sudah ber-khitan. Semoga cepat sembuh….

    Waktu berlalu dengan sangat cepat ya mbak dan saat anak memasuki tahap demi tahap perkembangannya, kita sebagai orang tua tak henti2nya “terkejut” karena ternyata anak2 begitu cepatnya tumbuh dan berkembang…

    Salam utk mas Syafiq aja deh… dan salam kangen utk mbak Hilsya🙂

  7. Terharuuu… terbayang Hari itu, sat Hamasku disunnat🙂
    Gimana Mbak, g berdarah kan yaaa… semoga segera kering, dulu aku malah g pakai antibiotik, neat ya?
    Iya Mbak, anak-Anak makin Gede ya, trus artinya kit a makin …?

    Selamat menikmati Hari Ibu yg spesial Mbak …

  8. waoow.. saya jadi inget proses menemani adik saya paling kecil disunat.. disampingnya dia, megangin tangan dan mengipasinya..

    apakah saat itu saya merasa jadi seorang ibu ??.. hahaha.. baru kepikiran setelah baca postingan ini.

    eniwei, selamat yaaa.. bayi mama sudah gede sekarang🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s