Paypal (tak lagi) terbengkalai

Harap maklum ya saudara-saudara! Saya bukan orang yang jago komputer dan internetan. Hanya sebatas bisa menjalankan program standar microsoft office untuk keperluan pekerjaan.

Hari gini?

Tiba-tiba muncul istilah Beli Paypal menghampiri saya? Waduh.. apa lagi itu?

Paypal rasanya sudah pernah terngiang di telinga saya sejak lama. Lupa tepatnya kapan. Mungkin sejak saya mulai punya akun imel awal 2000-an dan bisa internetan secara leluasa di negeri orang. Internet di kantor baru dipasang bebas di tiap ruangan sekitar tahun 2006, sebelumnya hanya di ruang khusus. Di rumah malah baru berlangganan dengan paket TV kabel awal 2010. Tapi yang jelas saya kurang tertarik untuk sekedar mengklik dan membuka situsnya. Lurus aja, nggak tengok-tengok. Nggak ngerti caranya browsing, hihi.. Ampun ya? Gaptek kok dipelihara.

Saya akhirnya memberanikan diri untuk punya akun Paypalpun sejak dikompori Pakde Cholik supaya bisa internetan sambil menghasilkan. Pendaftaran akun sejak awal Juni 2011. Saya mencoba membuat review buku atau film. Tapi hingga detik ini baru $ 0,12 yang saya peroleh dari hasil review yang juga tidak sempat saya urus *cekikikan sendiri*. Pakde pastinya sudah misuh-misuh sambil bilang “emang saya blogger murahan?”

Saya juga punya cerita dibalik pembuatan akun Paypal ini. Perkara pendaftaran sih cukup mudah, tinggal isi segala kelengkapan dengan benar lalu ikuti saja perintahnya. Bukan hal yang sulit kok. Kemudian kita akan mendapatkan notifikasi via imel untuk verifikasi  ke kartu kredit yang kita miliki. Nah, di situlah ceritanya…

Berhubung saya juga (sok) sibuk dengan kegiatan kantor dan kurang internet minded (paling banter ngegame FV aja.. hwaduuh), jadi saya jarang sekali mengecek imel yang masuk. Secara.. isi imel hanya notifikasi dari game, WP, ataupun milis komunitas saja. Tetapi di akhir November ini, saya mendapatkan kembali link dari Paypal untuk segera mengaktifkan akun saya. Setelah klak klik sana sini akhirnya selesai juga urusan verifikasi kartu kredit.

Persoalan dimulai ketika saya kebingungan untuk mengisi saldo Paypal. Ceritanya sih mau sedikit lebih maju dari teman-teman sekantor. Bisa belanja memakai Paypal. Tapi bagaimana ya caranya? Diutak-atik ke tiap langkah, kok seperti ada yang miss. Pasti ada yang kurang. Tapi saya salah dimana? … dgtrujkhsyklloi… *bingung*

Ternyata setelah dilihat-lihat sambil searching di mbah google, saya tidak mengisi link untuk ‘mengambil/memotong’ dari rekening bank. Saya masih meragukan keamanannya. Maklum uang saya kan cuma segitu-gitunya. Saya bertanya pada kolega saya yang sudah familiar karena kebetulan bersekolah di UK dan sering berbelanja dengan Paypal (dulu). Ia bilang saldonya dipotong via kartu kredit. Kebayang sih ilustrasinya, tapi bagaimana? Masih ragu juga. Wis.. wong ndeso ini makin kelabakan. Piye carane?

Untungnya pada suatu hari, Pakde menyelenggarakan kontes Old & New – Belanja secara online. Ah, Paypal pula? Kebetulan! Meski dalam hati berkata,”wah, bisa turun pasaran akibat ketahuan gaptek tingkat tinggi”.

Untungnya lagi di sana diinformasikan bagaimana cara mengisi saldo Paypal dengan mudah dan aman, yaitu dengan cara Beli Paypal. Seperti apakah itu? Bagaimana caranya? Untuk mengetahui berbagai info lebih lanjut silakan teman-teman mengakses ke JualBeliPaypalBalance.com Fans Page

Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengontak sang admin blog tadi untuk melakukan transaksi, karena saya butuh saldo lebih untuk pembelian buku via Paypal. Bayangkan, isi akun saya setelah berbulan-bulan hanya $ 1,95  itupun karena potongan dari kartu kredit. Setelah me-like akun facebook-nya dan membaca sekilas info di dalamnya, tertulis bahwa minimal transaksi sebesar $ 30. Sms-an berlanjut sambil saling mengabarkan perkembangan transfer.

Di situlah terjadi ‘tragedi’ (hiperbola memang..) karena lebih dari 24 jam, saldo saya tidak bertambah juga. Sang admin memberi masukan biasanya transfer berlangsung cukup cepat. Katanya penundaan bisa terjadi pada akun yang spesial dan baru pertama kali dilakukan transaksi. Haha.. ketauan deh!

Dengan baik hati, sang admin membantu saya memerangi kegaptekan yang sudah mendarahdaging. Dibantu dengan konsultasi langsung, ia memberikan langkah-langkah yang harus saya ambil supaya uang yang sudah dikirim bisa saya terima. Kasusnya saldo terkirim, hanya masih status unclaimed. Dan kolom klaim itulah yang tidak saya temukan dalam akun saya. Nyelip dimanaaa?

Akhirnya setelah menghabiskan waktu sang admin untuk mengajari saya, tersibaklah sumber permasalahan. Ternyata akun saya belum terkoneksi dengan imel yang didaftarkan. Jadi waktu dulu ternyata memang belum sempat diklik untuk notifikasi. Untung imel dari Paypal jaman baheula itu masih anteng tersimpan di folder inbox, selanjutnya tinggal klak klik lagi dan selesai.

Nah begitu perkara koneksi selesai, kolom klaim yang sedari kemarin dicari-cari akhirnya muncul dengan manisnya. Dipandu sang admin lagi untuk melanjutkan langkah-langkah yang sebenarnya sederhana. Ditambah bonus uji coba $1 , akhirnya terisi juga akun saya yang terbengkalai itu.

Ah, senangnyaaa…..

Berkaca dari pengalaman ini saya merekomendasikan situs di atas untuk membeli saldo Paypal. Sang admin bersedia merugi waktu demi pelanggan gaptek nan cerewet ini untuk menjelaskan langkah-langkah yang diambil. Bukan seperti kasus di akun sebelah yang mempromosikan dirinya menjual saldo Paypal, tetapi begitu transfer dikirim nomor hape untuk sms konfirmasinya mendadak non aktif.

Untuk berbelanja online sendiri, terutama di dalam negeri awalnya saya hanya menggunakan transfer bank via sms banking saja. Paypal dipakai untuk membeli buku di toko buku online. Rate mata uang dikomunikasikan dengan penjual terlebih dulu, ingin menggunakan kurs  bank yang mana. Selanjutnya cukup mudah, tinggal masukkan alamat imel yang akan kita tuju lalu kirim sejumlah uang sesuai transaksi. Lalu kita duduk manis menanti kiriman barang. Moga-moga saja segera sampai. Jika berbelanja di tempat yang sudah mengakomodir pembayaran via Paypal malah lebih mudah lagi. Tinggal ikuti saja instruksinya.

Untuk belanja online dari luar negeri saya masih ‘mikir-mikir’ mengenai barang apa yang akan dibeli. Pembelian barang bukan untuk skala besar atau dijual lagi. Sementara tetap saja kita harus menambahkan biaya shipping ke Indonesia yang kadangkala lebih mahal dari harga barang itu sendiri. Atau mungkin saya saja yang masih kurang eksplorasi, tidak berhasil mendapatkan promo yang free shipping. Biasanya sih saya mengintip situs e-Bay untuk melihat-lihat. Atau yang sedang promo besar-besar akhir tahun dari Singapura. Hayoo.. silakan, mau pilih yang mana?

Artikel disertakan dalam Kontes Old & New Belanja Online di Blogcamp

27 thoughts on “Paypal (tak lagi) terbengkalai

  1. Sahabat tercinta
    Saya sudah membaca dengan cermat artikel ini.
    Sebenarnya akan lebih sip jika salah satu anchor text dan linknya diletakkan di paragraf awal dan yang kedua diletakkan di paragraf tengah.
    Akan dicatat sebagai peserta.
    Terimakasih atas partisipasi sahabat
    Salam hangat dari Surabaya

  2. pernah ndaftar paypal, sayangnya sudah luama sekali dan ndak tahu harus bagaimana dan ujung-ujungnya loginnya pun saya sudah lupa. emboh wiis saya juga bingung mbak kalo ngomongin paypal. Enakan ngomong sama payman hhhh
    moga menang kontesnya ya Mbak

  3. huaaaa *nangis dipojokan*

    lah pagimane aku neh mbak….
    nggak ngerti blasss…

    paypal itu sejenis makanan apa…? *ndeso!*

    kayaknya kontes pakde yg ini bakal absen lg nih aku…
    nggak ngerti mbak kalo dijelasin online… aku kan lemot… qeqeqeq…
    klo kopdaran mbok ya diterangin gitu mbak..,😀

    • qiqiqi.. yuk nangis bareng duaan. Entah gimana paypal itu bakal terisi..

      eh Tia, aku kok ga bisa nimbrung komen di tempat blogspot yg komennya macem Tia gitu.. banyak deh temen lain juga sama
      jadi numpang lewat aja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s