Lovebird

Tanpa sepengetahuan saya, rupanya di lantai atas ada sepasang lovebird seharga sekian *nyebutin angkanya bikin emak-emak ini berteriak haaaa?* Hm.. ternyata ada seseorang (dibantu para pengikut setianya) yang diam-diam mengembangkan sayap dari membiakkan kenari lalu merambah ke jenis burung yang lain. Pantesan .. mereka anteng aja disana selama berjam-jam!

Di bulan puasa lalu kami kedatangan lovebird  jantan berwarna biru muda. Mungkin akibat sepasang burung yang telah dimiliki itu berbunyi nyaring sehingga mengundang kehadiran burung lain untuk bertandang. Alkisah si jantan tadi hinggap di sangkar dan langsung masuk dengan suka rela. Hihi, ga ada perjuangan banget ya? Si biru muda yang diberi nama Jacko ini punya kebiasaan unik, jika hendak tidur ia sembunyi di bawah tumpukan kertas koran yang disediakan di dasar sangkar. Geli deh melihat tingkahnya!

Sementara di hari Idul Adha kami pun kedatangan tamu lain, seekor lovebird betina yang disebut dakocan. Yakin, nama ilmiahnya lebih cantik. Yellow collared lovebird atau Agapornis personatus. Habitat aslinya dari Tanzania. Tapi kali ini saya yakin dia tidak terbang langsung dari Afrika. Ia pastinya seekor burung ternakan yang lepas dari kandang. Ia tergoda rayuan pelet biji-bijian yang disediakan di sangkar kosong dan masuk dengan senang hati.

Lucunya kedua burung temuan tadi ternyata saling menyukai. Begitu iseng-iseng dimasukkan ke dalam satu sangkar bersamaan, mereka langsung berkicau sambil terbang bersuka ria. Langsung akrab. Kayaknya sih jodoh. Cepet punya anak, yaa 🙂

Hwadeuuh.. betapa lebaynya diriku menggambarkan tingkah polah mereka

Lovebird merupakan salah satu dari sembilan spesies dari genus Agapornis. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani. Agape : love, ornis : bird. Delapan berasal dari benua Afrika, satu spesies berasal dari Madagaskar.

Lovebird adalah burung nuri terkecil. Simbol kerukunan berpasangan. Jika berjodoh, mereka setia satu sama lain. Bentuknya lucu dengan berbagai kombinasi warna-warni yang menawan. Burung ini cenderung berkelompok, mudah beradaptasi dan berkembang biak, tukang teriak alias cerewet, gampang jinak, tidak mudah stres, dan menyukai lingkungan yang sejuk.

Pakan lovebird yang utama adalah biji-bijian. Ia juga menyukai buah dan sayuran segar seperti apel, pir, anggur, kangkung, sawi, dan jagung manis. Oh iya, itu teorinya. Prakteknya sih kami hanya memberi oyong, timun, dan jagung manis. Buah-buahannya untuk sang pemilik saja.

Lihatlah betapa cantiknya mereka…

*Menulis postingan ini sambil senyum-senyum melihat betapa lucunya tingkah laku mereka, Ah, pantes si dia betah! FYI semua gambar diunduh dari google .. *