Daftar tunggu

Begitu banyak postingan dunia pagi yang sudah dipublikasi, tapi entah mengapa random post-nya mengantarkan saya menjejak sampai ke sini. Ada apa di balik ini semua?

Saya sadar bahwa ini postingan acak. Tapi rasanya saya jadi seperti sedang disindir Tuhan. Disentil.

Saya juga sadar bahwa sepenuhnya saya hanyalah seorang hamba. Tak punya kuasa, bahkan untuk hidup saya sendiri. Tapi mungkin saya sedang berusaha mengelak dari kenyataan itu. Bersifat manusiawi karena masih ingin punya umur yang panjang di dunia fana.

Apa karena saya merasa tenang-tenang saja? Merasa masih punya waktu (cukup) lama.

Bagaimana mungkin saya menganggap hidup saya secara logika bisa lebih panjang dari orang-orang yang lebih tua?

Tak ada yang pernah mengetahui rahasia usia. Hidup mati, rejeki, dan jodoh seseorang adalah hak prerogatif  Sang Pencipta. Dalam hidupnya manusia hanya diberi kesempatan satu kali untuk memanfaatkan waktu sampai tenggat yang diberikan. Sampai malaikat maut menjemputnya.

Saya mengerti, pagi hari ini Ia sedang memperingatkan saya untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas. Agar menjadi hamba yang bisa lebih bersyukur atas segala karunia yang diberikan sepanjang hidup. Yang bisa memanfaatkan waktu dengan lebih bijaksana. Yang bisa menerima garisan takdir, qadha dan  qadhar. Yang bisa lebih ikhlas dan tidak mutung ketika keinginannya tidak tercapai.

Bukan hanya sekedar seseorang yang menuruti hawa nafsunya belaka.

Saya tahu Ia masih menyayangi saya. Ia hanya ingin saya tidak menyesali semuanya di kemudian hari. Ia ingin saya mempersiapkan bekal diri untuk menemuiNya.

Ia tidak ingin saya hanya berleha-leha, karena dalam hitungan rahasia waktu saya masuk dalam waiting list-Nya.

Dan saya harus sangat-sangat bersyukur karena meski saya nista tetapi Ia selalu tetap cinta.

===========

“Tulisan ini diikutkan dalam “Giveaway Suka-suka Dunia Pagi”

Iklan

65 thoughts on “Daftar tunggu

  1. Kesadaran seperti ini sungguh baik sementara banyak orang yang tak pernah sadar bahwa hidup di dunia tak akan lama dan disana masih ada kehidupan lain yang lebih kekal.

    Hirup pikuknya hidup dan kehidupan di dunia tak segera dimbangi dengan persiapan untuk menuju ke kehidupan yang abadi yang jauh lebih baik bagi yang mengupayakannya dan akan menjadi siksaan berkepanjangan bagi siapa saja yang lalai mengingatNYA.

    Salam hangat dari Surabaya

  2. Hmm…thanks “reminder” juga buat saya….
    rasanya saya juga sering terlupa…ngejar ngejar duniawi terus…
    harusnya kan harus balance yah mbak..carilah dunia mu seakan akan engkau hidup selamanya, dan carilah akheratmu seakan akan engkau mati esok hari…kita bener bener tidak tahu kapan waktu kita tiba, yang ada seharusnya kita siap dengan bekal yang cukup untuk menantinya..bukan bekal materi tentunya tapi bekal iman dan taQwa…
    thanks for sharing mbak semoga sukses kontesnya

  3. Kita semua udah punya jadwal masing2 ya mbak… tinggal menunggu giliran dipanggil.. makasih Mama Hilsya udah mengingatkan…

    mudah2an kita masih punya cukup waktu utk mempersiapkan bekal kita ya mbak… insya Allah, amin..

  4. selalu…selalu dan selalu… sedih setiap baca tulisan ttg hal ini, tapi sekaligus juga menjadi penyemangat hidup, bahwa ternyata Allah masih kasih kesempatan buat saya untuk memperbaiki diri…. makasih ya mama hilsya udah berbagi… saya doakan menang kontesnya

  5. Ping-balik: Detik-detik penutupan GA Suka-suka « Dunia Pagi

  6. Ping-balik: Pemenang Kategori Dua GA Suka-suka « Dunia Pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s