Book Review : Surat dari Bude Ocie

Buku “Surat dari Bude Ocie” karya Rossie Indira dengan nomor ISBN 139789797095130 setebal 222 halaman adalah bagian dari seri perjalanan dan wisata Kompas. Dipublikasikan pada bulan Agustus 2010 oleh Kompas Media Nusantara.

Rossie Indira ingin menceritakan pengalaman dan pengamatannya dalam perjalanan ke negara-negara di Amerika Selatan (Cile, Peru, Argentina, dan Uruguay) kepada para keponakannya Adna dan Ilham. Dalam buku, ia membahasakan dirinya sebagai Bude Ocie dan bertutur seolah ia sedang menulis surat kepada mereka. Semangat berkisah sang penulis bukan sekedar dilandasi keinginan berbagi kesenangan berjalan-jalan, namun juga agar kedua keponakannya mendapat tambahan pengetahuan baik sejarah maupun geografi. Penulis membagi bab tulisan perjalanan sesuai dengan negara yang disinggahi.

Tujuan pertama adalah Santiago, ibukota Cile. Rossie tak pernah membayangkan sebelumnya jika Santiago ternyata jauh lebih menarik dibanding kota-kota di Eropa. Karya seni dan arsitektur bangunan merupakan magnet utama Santiago. Selesai mengeksplorasi museum, tempat makan, bioskop,  pusat kesenian, dan banyak tempat menarik lainnya mereka mengunjungi Valparaiso, ke salah satu warisan budaya dunia UNESCO yang bernama Cerro Conception dan Cerro Allegro. Suku bangsa asli Cile, Mapuche juga menjadi obyek keingintahuan sang penulis. Jalan tol Pan Americana, agroturisme, kota Temuco, Lake District, glasier di Patagonia, kota Valvidia, sang penyair Pablo Neruda, sampai junta militer menjadi bahasan tiap sub bab yang diceritakan secara deskriptif kepada kedua keponakannya.

Peru merupakan negara kedua di sesi perjalanan Rossie dan suami. Baginya Peru adalah negeri sejuta misteri yang menyimpan sejumlah kecantikan terselubung. Untuk masuk ke Cile dan Peru, orang Indonesia tidak membutuhkan visa. Rossie juga tak lupa mengisahkan sejarah nenek moyang penduduk Peru, yaitu bangsa Inca yang mempunyai peradaban tinggi di masanya. Ada beberapa tempat di Peru yang dimasukkan ke dalam daftar warisan budaya dunia, antara lain Arequipa dan Machu Picchu (the lost city of Inca), ibukota Peru Lima, serta Nazca Lines & Geolyphs di kota Nazca. Penulis juga menceritakan pengalamannya berkunjung ke sejumlah kota di negara itu, bahkan sampai resep asli suku Inca dan sutradara Fransisco Lombardi.

Selanjutnya Rossie pergi ke Buenos Aires, ibukota Argentina. Penduduk di kota itu rupanya amat menggemari budaya. Mereka senang pergi ke teater, bioskop, opera, konser musik, atau pertunjukan apapun. Mereka sangat menghargai karya seni. Di sini Rossie menceritakan pengalamannya bertemu dengan dubes RI di Argentina dan para staffnya, pergi menikmati keindahan pantai di Tigre, tentang diva politik di tahun 1970 penyanyi Mercedes Sosa, dan politik dinasti Peron.

Bagian terakhir menceritakan tentang perjalanan ke Uruguay. Untuk pergi ke sini, warga negara Indonesia harus mendapatkan visa masuk di konsulat terdekat di Kuala Lumpur. Pada saat itu diadakan Winter Film Festival, dimana film dokumenter Rossie dan suami yang berjudul Terlena-Breaking of a nation turut disertakan di sana. Di samping itu ia pun menjelajahi beberapa spot menarik, antara lain kota Colonia del Sacramento yang masuk warisan budaya dunia, pergi ke pantai di Punta del Este dan pemandian air panas Termas de Dayman. Konversasi dengan penyair dan penulis Uruguay, Senor Eduardo Galeano, tarian Milonga dan Tango pun tak luput dari ulasan sang penulis.

Secara keseluruhan, Rossie mengungkap sisi indah empat negara di Amerika Selatan dalam cerita yang menarik. Tulisan juga disertai dengan dokumentasi pribadi hasil pemotretan sepanjang perjalanan. Membuat para pembaca yang umumnya awam tentang Amerika Selatan terperangah akan pesona kecantikan yang tersembunyi di balik jarak tempuh yang sangat jauh dari Indonesia, 30 jam perjalanan udara.

Awalnya sang penulis memposting berbagai pengalamannya di http://bude-ocie.blogspot.com/ dengan memoar perjalanan di tahun 2007 untuk buku ini. Hehe, siapa tau ya dengan rajin menuliskan catatan hasil kelayapan di blog ini moga-moga suatu saat bisa diterbitkan sebuah buku berjudul “surat dari mama hilsya”… aiih 😀
================================================================== diikutsertakan pada Book Review Contest di BlogCamp “.