Angkor Wat : the sky is not happy

(gambar diambil dari http://www.pbase.com/bmcmorrow/image/28438377)

Sebenarnya salah satu pesona Angkor wat terletak pada nuanasa keindahan yang dibalut rasa mistis seiring terbitnya matahari di pagi hari. Pandangi saja banyak gambar yang bermunculan di internet tentang sunrise in Angkor. Indah banget. Namun karena kami datang pada musim yang salah, dengan wajah cool-nya Bong bilang “Forget about the sunrise.  We’ll leave the hotel at 08.00 a.m and we only have time to look around untill lunch. We should go to PNH directly, because it’s raining a lot and we’ll have flood. It’s difficult to drive at night.” Saya langsung mengiyakan. Masih merasa ga enak hati karena membuat dia kelelahan kemarin.

Perjalanan dari hotel Allson Angkor ke Angkor Wat berkisar selama 15 menit. Kali ini kami membayar sendiri tiket masuk kawasan Angkor untuk one day trip sebesar 20 USD. Kalo masih ngarep dibayarin juga, namanya kebangetan banget *tapi kalo saya sendiri doang mungkin dibayarin..hihi, geer*. Untuk orang lokal, tidak dipungut biaya. Ada beberapa pilihan tiket, untuk 3 hari trip bayar 40 USD sedangkan untuk eksplorasi seminggu sebesar 60 USD. Harusnya kalo setengah hari seperti kami ini, cukup 10 USD aja kali ye😀 Yah, itulah saya pengunjung tipikal asli kebanyakan orang Asia dari Indonesia yang berdomisili di Banten. Jika mengunjungi suatu tempat tidak pernah melihat segala sesuatunya dengan detil. Yang penting statusnya sudah been there dan ada bukti foto, rasanya sudah cukup. Waduuh.. payah banget sih dirikyu ini?

Oh, ya.. saya kagum dengan betapa terorganisirnya pariwisata di kawasan Angkor ini. Pengunjung mengantri dengan tertib untuk difoto satu persatu. Foto dicetak sekaligus dalam tiket disertai tanggal berlaku kunjungan sehingga bentuknya private ticket yang tidak bisa dipakai oleh orang lain. Tiket ini akan diperiksa oleh petugas di setiap candi yang akan dikunjungi. Dan salutnya pekerjaan ini dilakukan cukup cepat. Akhirnya tercapai juga cita-cita punya foto di print out tiket, hihi.. ndeso!

Berhubung kami hanya berada di kawasan Angkor selama setengah hari, maka dapat dipastikan perjalanan ini bakal berlangsung singkat dan padat. Kami hanya mengunjungi candi-candi yang besar saja. Bong menanyakan apakah kami butuh guide orang Indonesia untuk menjelaskan detil Angkor, karena ia tidak mengerti apapun. Kami langsung menggeleng cepat. Artikel bisa dicari di internet. Saat itu kami hanya berburu dengan waktu dan langit yang mulai sendu. Dan kawasan pertama yang kami tuju tentu saja to the point, Angkor Wat yang terletak dalam komplek Angkor Thom.

Dalam bahasa Khmer, Angkor Thom artinya kota besar. Angkor Thom merupakan komplek candi-candi terbesar yang pernah dibangun sebelum keruntuhannya. Kota dibangun dalam bentuk segi empat sempurna dari arah utara ke selatan dan timur ke barat. Dikelilingi tembok setinggi 8 m dengan panjang sekitar 12 km, dikelilingi parit. Meski kuno dan tua, sisa kemegahannya masih terasa hingga saat  ini. Angkor Wat adalah salah satu contohnya. Betapa bangsa Khmer adalah salah satu bangsa yang berjaya di masa lalu.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas sejuta umat : Angkor Wat adalah sebuah candi yang terletak di kota Angkor, Kamboja. Dianggap sebagai salah satu dari keajaiban dunia. Dibangun oleh Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke-12 dan memakan waktu selama 30 tahun. Raja Suryavarman II memerintahkan pembangunan Angkor Wat menurut kepercayaan Hindu yang meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia dan merupakan tempat tinggal dewa-dewi. Menara tengah Angkor Wat adalah menara tertinggi dan merupakan menara utama dalam kompleks bangunan Angkor Wat. Sebagaimana mitologi gunung Meru, kawasan kuil Angkor Wat dikelilingi oleh dinding dan terusan yang mewakili lautan dan gunung yang mengelilingi dunia.

Jalan masuk utama ke Angkor Wat yang sepanjang setengah kilometer dihiasi pagar susur pegangan tangan dan diapit oleh laut buatan manusia yang disebut sebagai Baray. Jalan masuk ke kuil Angkor Wat melalui pintu gerbang, mewakili jembatan pelangi yang menghubungkan antara alam dunia dengan alam dewa-dewa.

FYI : 2 paragraf di atas banyak saya temukan sama persis di berbagai postingan.

  

Ini adalah view paling favorit bagi para pengunjung untuk mendokumentasikan keindahan sunrise. Refleksi profil candi akan terlihat jelas di dalam air. Hanya saja kali ini keindahannya sedikit berkurang karena ada pekerjaan konstruksi yang ditutupi tenda-tenda berwarna hijau dan biru. Namun lupakan saja keinginan itu. Dengan wajah tanpa ekspresi Bong bilang : the sky is not happy. Iya, karena langit benar-benar mendung dan kelabu. Ah, betapa hatiku terluka mendengarnya.

  

Nama modern Angkor Wat, berarti “Kuil Kota”. Angkor adalah bentuk perubahan dari kata nokor yang berasal dari kata nagara dalam bahasa Sansekerta yang berarti ibu kota atau negara. Wat adalah istilah dalam bahasa Khmer untuk kuil atau candi.

  

Di dalam candi terdapat banyak relief yang menceritakan kisah-kisah kejayaan di masa lalu. Ada pula kolam suci yang saat ini tidak ada airnya. Candi Hindu ini telah diubah menjadi candi Budha, dengan banyaknya peletakan patung Budha di berbagai tempat. Di sepanjang undakan telah dibangun tangga dari kayu yang sangat aman bagi pengunjung. Tangga batu aslinya selain licin di musim penghujan, juga terlihat lebih curam dan membahayakan. Kami tidak naik ke dalam stupa yang paling tinggi. Antriannya cukup panjang dan rasanya saya bakalan lebih heboh ngos-ngosan dibanding para turis lansia dari manca negara. Dasar nini..

Oh iya, ada artikel bagus tentang Angkor Wat yang bisa dilihat di sini ya? Membaca tulisan pak Heru serasa dibawa kembali ke sana. Terus terang saya malas menulisnya🙂. Dalam situs ini pun tertulis bahwa hubungan bangsa Indonesia dan Kamboja ternyata mulai terjalin sejak sebelum masa Raja Jayawarman II di Kamboja, yaitu sebelum abad ke-9. Warisan kebanggaan kedua bangsa, Candi Borobudur dan Angkor Wat memiliki banyak kesamaan. (Menurut kalangan cendekia dan pemerhati sejarah dalam seminar mengenai penelitan Candi Borobudur dan Angkor Wat di kota Siem Reap tanggal 5-6 Desember 2009, seperti yang diungkapkan oleh KBRI di Kamboja).

Berdasarkan peninggalan arkeologi serta catatan beberapa prasasti, interaksi dan hubungan antara masyarakat Kamboja dan penduduk Jawa bahkan telah terjadi pada abad ke-6. Interaksi ini terjalin melalui kegiatan perdagangan yang melibatkan kerajaan di Kamboja dan Indonesia pada masa itu. Mungkin itulah sebabnya, saya selalu merasa gampang dekat dengan para kolega Kamboja karena ada hubungan kekerabatan yang dipaksakan (haha..bilang aja sok akrab). Juga selalu salah tebak melihat profil wajah sebagian orang di sana, mungkin karena itulah dengan sok pede mereka saya ajak bicara bahasa Indonesia, atau mereka mengajak saya bicara dalam bahasa Khmer.😀

42 thoughts on “Angkor Wat : the sky is not happy

  1. ngiri ngiri ngiri..*ngiri positif….hueheuehueue sering travelling melihat keindahan dimuka bumi ini..hmmm,…kapan yah saya hehehe..semoga suatu saat *amien..diamini sendiri hehehe
    wah mbak Angkor Wat, indah yah mbak…hmm tapi kok ada mistis mistisnya gitu..emm jadi agak agak takut ngeri juga..
    lanjutkan ceritanya yah mbak..hehehe disela selat hetic dikerjaan..tak nanti lho ..:)
    semoga diberi para assisten yg siap, tanggap dan sigap..hehehe halah bahasanya..
    salam buat mbak hilwa dan mas syafiq

    • hehe.. masuk ke sini aku komat-kamit baca doa masuk ke tempat asing.. sampai akhirnya merasa nyaman dan karena banyak orang juga sih🙂
      yang jelas indaah banget..

      coba cek di postingan pak Heru itu lho, detilnya terasa..

  2. aahh kecewa liat langitnya… yah, tetep tipikal orang indonesaa yang nggak mau rugi ya, trip setengah hari minta potongan 50% hahaha… yang penting dah pernah kesana.
    nggak ada foto di lokasinya tomb raider ta?

  3. Ow candi gitu yak mbak.. kenapa perlu sampe 1minggu kesananya? *benerbener gak habis fikir..

    Kalau aku seh cukip.seharian aja deh.. bener kata mbak ya cukup pembutian dengan foto aja.. gak perlulah penjelasan detailnya :p

    • nah.. ini nih.. asli sama ama gue..hihihi..
      kompleknya luas banget Nie.. banyak candi yang ada disana dan ga cukup kalo liat secra detil apalagi selama 1 hari.. dari 1 candi ke candi lain aja jaraknya jauh.. jalannya pake mobil/motor.. jalan kaki? gempor saayy…

    • aku kagum dengan dinasti Angkor ini mba.. bagus banget tata letaknya, penuh makna.. ga heran kalo sebenarnya masih luas dan masih banyak yg terpendam.. seminggu pasti pas dan bikin pegel🙂

    • borobudur kan budha.. angkor lebih mirip prambanan tapi stupanya lebih tinggi prambanan.. hanya saja luasnya lebih luas angkor..
      kalo soal bagus semuanya bagus.. relief yang dipahat juga ceritanya hampir sama.. ramayana, mahabarata, dewa wishnu, garuda, naga, tentang raja mereka.. pokoknya sound familiar deh

  4. hoax ah yang punya foto di print out ticket..mana buktinya? mana?? hehehe…

    Aku ngiriii dengan mbak Hilsya bisa punya kesempatan ngeliat tempat2 indah di dunia macam Angkor Wat ini. Tempatnya indah banget ya mbak, walopun kalo dalam bahasa indonesia terdengar angker gitu, hehehe..

    • iyaa.. aku bertahan dgn ho-ax nih..

      ini wishes yang udah berabad-abad Lis.. dulu aku cuma bilang dalam hati aja, suatu saat pasti aku kesana…
      yah, kesampeannya setelah hampir 10 th..

  5. kesohornya Angkor Wat ini mungkin bisa disejajarkan dgn Candi Borobudur kalau di negeri kita ya Hilsya?
    trus, disana apa ada kios2 cendera mata gituh?
    dan, mata uang yg mereka pake memang USD atau ini hanya konversinya aja?
    hayyah….banyak banget nanyanya ….kayak yg mau kesana aja …hahahahhaa …😀😀
    ( maklum wong ndeso yo ngono, banyak nanya)😀😀
    salam

    • ada kios suvenir di sebelah kiri view favorit itu, Bun.. jualannya hampir sama .. topi, kaos, baju, alat musik, buku.. lha… ditulis semuanya🙂

      bahasan ttg kehidupan disana di postingan berikutnya ya Bun.. *halaah, gayanya..hehe*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s