Ri(n)du

Ah, betapa satu huruf bisa mengubah arti harfiah sebuah kata. Namun keduanya menghasilkan gejolak yang sama. Isi kepala serasa penuh semrawut dengan berbagai ide dan angan, hati gelisah, makan tak enak, tidur tak nyenyak.. lha kenapa kayak jadi lirik lagu sih?

Ridu adalah salah satu kosakata bahasa Sunda yang kerap saya lontarkan ketika merasa sangat sibuk dengan berbagai printilan ga jelas. Tapi ridu juga bisa berarti sibuk karena banyak membawa barang. Entah sibuk secara nyata maupun hanya di bibir saja. Tak ada bedanya.

Ridu kadang membuat saya menjadi mengabaikan hal-hal umum yang terjadi di sekitar. Lupa untuk bersosialisasi, berbasa-basi bertegur sapa, lupa makan, lupa minum, bahkan seperti saya ungkap di postingan sebelumnya membuat lupa untuk sekedar tersenyum walau hanya 7 detik.

Ridu membuat saya menjadi monster egois dan sangat tidak peduli pada kehadiran orang lain. Seakan saya ‘hidup’ di alam sendiri, untuk sekedar berkutat memuaskan rasa penasaran, dikejar target untuk segera membereskan segala persyaratan, dan menggapai keinginan.

Ridu membuat wajah saya yang ‘tegang’ menjadi terlihat lebih menyeramkan. Tarikan alis cenderung menyatu untuk menatap layar komputer penuh konsentrasi, menjadi tuli akan panggilan seseorang, membuat sudut  bibir menjadi lebih membentuk kerucut yang menyeramkan. Jauh dari kata manis.

Ridu telah membuat saya menjadi sosok berhalusinasi tingkat tinggi, terutama di saat menjelang batas tenggat waktu yang ditetapkan.

Demikian pula halnya dengan rindu.

Namun, ketegangan ini harus segera disirnakan sebelum berubah menjadi sesuatu yang lebih serius. Relaksasi dibutuhkan untuk mengurangi perasaan yang akhirnya terciptakan ini. Saya akan menarik nafas panjang, menutup kelopak mata, membuat ekspresi senyum di muka serta memasrahkan segala sesuatunya pada Sang Maha Pencipta.

Tak ada lagi yang perlu dirisaukan.

52 thoughts on “Ri(n)du

  1. Ridu…(sibuk gitu artinya dalam bahasa sunda)…
    Kalo aku sedang Rindu..hehehe…nggak nyambung yah..
    wah mau keluar kota lagi tho mbak..baca tuh di koment pak dhe cholik…
    btw kapan ke Bintan atau Batamnya? hayooo mumpung daku masih disini neh..:)
    ditunggu dengan senang hati..

  2. Pagi-pagi sudah diingatkan biar saya nggak selalu mikirin si ridu ini…thanks Hilsya, ridu memang harus dipilah-pilah sendiri, kita yang mengatur ridu, bukan ridu yang mengatur hidup kita…🙂
    *komennya nyambung nggak ya*

  3. wahhh …
    Saya baru tahu kalau Ridu itu Sibuk dalam B. Sunda ..
    Makasih lah Buat Infonya …

    Daripada Ridu mendingan Rindu jha mas ..
    Enakan jadi tambah semangat kalau Rindu mah ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s