Renungan : siap-siap mudik

Melihat temen-temen bikin postingan tentang menuju akhir Ramadhan, saya tergugah. Lagipun semua udah pada siap-siap mudik. Saya ikutan bebenah pula.

Saya termenung. Libur beberapa hari di sepuluh hari terakhir membuat saya sedikit limbung secara kiasan. Sedih pula, Ramadhan hampir berakhir sementara nyaris tidak ada peningkatan signifikan dalam kualitas kehidupan *menghisab diri sendiri terlebih dahulu*. Saya langsung meneteskan airmata. Sediih…sediih. Jika tak segera merubah diri akan benar-benar merugi.

 Sepertinya saya bukan tipe orang yang pandai bertutur dalam menggambarkan hubungan saya sebagai hamba dan Yang Maha Kuasa. Biarlah itu antara saya dan Sang Maha saja. Terlalu privat dan tak bisa saya ungkapkan. Tapi Ia tahu segalanya.

Masih tersisa waktu lima hari untuk berpuasa kembali, semoga bisa lebih baik dalam menjalankan ibadah. Semoga masih bisa dipertemukan dengan kemuliaan Ramadhan yang akan datang. Amiiin.

============================================================================================

Dan perkara pulang kampung, Insya Allah cuti bersama akan dihabiskan di kaki gunung Merapi yang dingin dan sunyi. Artinya?

Saya sudah selesai packing baju anak-anak. Mengeprint boarding pass tiket Airasia yang dipesan sudah setahun lalu. Kamis ini rumah saya serahkan pada si teteh. FYI : untuk bulan ke depan dan seterusnya, pengguna AA diminta untuk melakukan self check in via mobile atau web. Jika dilakukan di counter desk di bandara akan dikenai fee sebesar Rp 30 ribu per orang.

By the way, tiket bertiga pulang-pergi mereka setara dengan tiket saya satu jalan tentunya dengan maskapai berbeda. *aah.. rada menohok di bagian ini*. Tapi tak perlu mengeluh. Kami harus tetap mengucap syukur karena toh nyatanya kami masih mampu untuk pulang kampung bersama-sama. Tak ada alasan untuk menyayangkan kejadian yang lalu. Iya, dulu saya pikir saya akan membereskan banyak hal di tempat saya dulu sampai lupa untuk pesan tiket berbarengan. Ditambah kami kehilangan ibu di awal tahun ini, jadi tentang masalah pribadi keluarga besar saya diselesaikan menyusul saja.

Moga-moga di kampung halaman si ayah, saya tak tergoda untuk menarik selimut terus-menerus atau bahkan mogok mandi sore. Hihi, dingiiiin tau..

Oh, iya.. saya juga berencana untuk semedi tanpa internet di kaki gunung. Mencoba memahami kehidupan di kampung halaman yang hijau asri damai tentram tanpa tergoda untuk berselancar di dunia maya. Bisa ga ya? Secara saya internet addicted gitu. Wah.. pasti kangen banget ya? Bisa sakaw.. hehe

=============================================================================================

Mohon maaf lahir batin kepada segenap sahabat. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan yang tersisa. Semoga Allah memberikan balasan yang berlimpah atas segala amalan yang dilakukan.

Selamat mudik  bagi sahabat yang pulang kampung. Semoga selamat sampai di tempat tujuan.

50 thoughts on “Renungan : siap-siap mudik

  1. selamat bermudik ria juga bu,, semoga perjalanan lancar dan bisa kumpul bahagia dengan keluarga besar..

    tpi sebelumnya, mudah2an sisa ramadhan ini bisa kita manfaatkan dengan sebaikbaiknya..

    selamat berbuka puasa untuk ibu sekeluarga…

  2. Wah, persiapan mudih sudah beres? Semoga perjalanan pergi dan pulangnya dalam lindungan selalu🙂

    Nti kalau tanda2 sakaw datang, intip2 dikit aja ke dunia maya, kan malu tar kalau sakawnya mmpe teriak2😀

  3. Aku mah baru pulang tgl 28 Teh… kapan2 pgn ke Merapi, ikutan nginep di rumah ci Ayah tiasa teu *plaaaak* hihihihi… met mudik ya Teh, sakaw sigana mah kalo bersemedi tanpa internet seminggu mah euy😀

  4. nahloh klo sakaw internet gmana tuh? hihihi…
    met mudik bareng keluarga Mama Hilsya… semoga have fun selalu di kampung halaman… ^_^

    *btw sedih jg Mbak… sama… kenapa Ramadhan begitu cepat berlalu…* hiks…

  5. mbaaaaak…
    Selamat mudiiik.
    Niatku juga gtu tadinya,pulang ke rumah ortu ga berhubungan dengan internet,ampek ga di isi pulsa modemnya.Eh tapi,tangan gatel juga.Hehehehe.
    Jadi teteup internetan dikit2 pake yg ada🙂
    maaf lahir bathin mbak,semoga kita termasuk orang-orang yang menang🙂

  6. Sama-sama Hilsya, selamat Idul Fitri juga ya, mohon maaf lahir dan batin bila ada kesalahan maupun kekhilafan🙂

    Mau liburan di kaki gunung Merapi?
    Ikuuuut…
    Hehe, nggak deng, Insya Allah saya juga mau mudik ke Surabaya dan menikmati panasnya udara disana😀

  7. ciyeee yang mau mudik ni yeee… hahaha.. selamat bermudik ria, setahun sekali. toh pasti akan merasakan kesenangan yang lebih dari ngeblog.. jadi, dinikmati aja yaaa tiap detik dan tetes waktu mudiknya *halah lebay*

    emang mau mudik kemana sih?
    deket ma jogja nggak?.. hahahaa

  8. saya sudah mudik mbak, dan disini saja benar2 seperti puasa internet juga.. keluarga besar saya sudah kumpul, selain memang koneksi disini yang alhamdulillah lelet, saya juga lebih suka menghabiskan waktu bersama 2 adik saya dan 2 ponakan kecil saya.. moment yang sangat berharga buat saya.. selamat mudik mbak, salam yaa untuk keluarga mbak Marijan #loh.. hahahaha😀

  9. hehehe mbak makasih hadiah buat kinan nya yah…
    makasih ketemuannya walaupun hanya sebentar benernya nggak rela, pas mau pergi,tapi daripada kinan nagih minta lihat gajah yo wis…jadi tak tinggal ke gembira loka..:)
    senang bisa bertemu dengan mbak…hopefully one day we can meet again…lama gitu..dan puas ngobrolnya..:)
    semoga kita dapat banyak berkah dibulan ramadhan yang suci ini..
    aku sakaw internet nieh mbak…akhirnya bisa online juga pas dirumahku…dirumah mertua…??? ho ho..tidak..bisa kena tilang ayahnya kinan nanti…
    salam buat semua yah mbak..selamat hari raya idul fitri …MOHON MAAF LAHIR BATIN🙂

  10. Mbak Hilsya, selamat lebaran ya, mohon maaf lahir dan batin, semoga amal ibadah kita penuh berkah. Masih bagus Mbak Hilsya sadar diri, jadi langkah selanjutnya harus jauh lebih baik Mbak (amin). Masih bagus juga Mbak Hilsya mudik, berarti kan ketemu keluarga ya? Soalnya aku nggak. Soal internet, hayooo sekali-kali tanpa internet, dulu kita juga begitu kan?😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s