Pesona Palangkaraya II

Salah satu ikon kota Palangkaraya adalah jembatan Kahayan. Sebuah jembatan sepanjang 640 m yang dibangun tahun 1995, menghubungkan kota Palangkaraya dari Jl. Pierre Tendean menuju Kabupaten Barito utara dan Barito selatan. Di bawahnya mengalir sungai Kahayan yang berkelok-kelok. Saat kami datang, musim panas telah menyurutkan air sungai menjadi cukup drastis. Biasanya permukaan air berada di batas tiang penyangga di bawah jembatan.

Wisata susur sungai adalah salah satu kegiatan yang sedang digalakkan untuk meningkatkan potensi pariwisata setempat. Biaya per orang Rp 75.000 dengan KM Tahasak Danum untuk kapasitas 20 pax atau KM Teras Lasang Garu untuk 60 pax. Para peminat bisa memperoleh info melalui telpon atau imel ke kapalwisatasusursungai@yahoo.com. Adapun paket yang ditawarkan oleh pengelola berbagai macam : mancing mania, sungai kahayan, danau tundai, rumah betang, atau speedboat.

Pada spanduk yang ditempelkan di atas gerbang menuju dermaga, tertera grand opening cafe kapal wisata dengan KM Lasang Teras Garu. Terbuka untuk umum sejak 2 juli 2011 mulai jam 17-22 WIB, HTM Rrp 35000 per orang. Akses untuk menuju kapal wisata adalah dermaga yang melalui tugu peletakan batu pertama oleh presiden Soekarno. Tugu ini dibangun tahun 1957.

Terdapat banyak bundaran taman di seputaran jalan kota. Adapula taman kota yang terletak di jalan Yos Sudarso. Sebuah taman yang bersih dan  cantik dengan tambahan air mancur. Menjelang jam 5 sore sampai malam, area jalan ini menjadi pusat kuliner yang sangat terkenal. Kebanyakan terdiri dari restoran ayam bakar dan seafood khas jawa timuran serta kafe jagung bakar, yang ini biasanya sang penjual adalah orang Banjar. Berada di sini, serasa berada di Jawa Timur. Sementara di seberangnya, ada penjual makanan non halal serta banyak kafe yang disertai hingar bingar khas house music. Haduuh.. suaranya!

Di dalam kota juga terdapat gedung mandala wisata, replika rumah betang yang terbentang megah dan luas. Aslinya rumah betang mungkin dapat memuat 10 – 15 kepala keluarga. Di tempat ini sering diadakan pagelaran seni dan budaya yang rutin setiap hari Sabtu. Pada tanggal 12 – 16 Juli 2011 lalu diadakan festival budaya tahunan yaitu Festival Isen Mulang di museum Balanga, Jalan Tjilik Riwut. Sayangnya saya ketinggalan info, jadwalnya tidak bertepatan.

Namun saat kemarin kebetulan pagelaran seni budaya dilakukan hari Jum’at malam di area mall satu-satunya di Palangkaraya, Palma. Salah satunya menampilkan tarian daerah yang disebut Mambaleh bunuh (moga-moga ga salah sebut) yang cukup membuat saya merinding sedikit merasakan aura mistis. Kurang lebih mengisahkan tentang balas dendam pembunuhan yang dibawakan secara apik oleh para penari rupawan berkulit putih suku Dayak.

  

Selama acara berlangsung, saya ditemani teman CS baru dari Palangkaraya keturunan Jawa. Ia bercerita bahwa dirinya juga seorang penari yang punya keinginan untuk ikut serta dalam pentas. Namun niat itu dihentikan. Betapapun luwesnya seseorang menari, jika tidak berkulit putih maka dipastikan belum tentu punya kesempatan jadi penari utama.

Selain tari daerah ini, ditampilkan pula karungut yaitu nyanyian khas suku di daerah Kalteng yang menggunakan kecapi. Meski  sama sekali tidak mengerti liriknya tapi saya suka dengan dinamika beat dan iramanya. Khas sekali. Sisanya penampilan band modern, breakdance, dan nasyid. Oh, iya.. selama acara berlangsung, penonton  mendapatkan satu kotak snack gratis dan voucher KFC jika bersedia menjawab pertanyaan seputar acara.

15 thoughts on “Pesona Palangkaraya II

  1. seru juga nemu pertunjukan budaya di Palangkaraya yah?.. beruntung.. tapi kadang heran juga, orang2 dayak terkenal sama kulitnya yang putih dan wajahnya yang khas.. padahal kan lebih deket khatulistiwa kan?.. hemmm seruu, pengen ke sana deh. *nunggu ada yang kasih gratisan

  2. Orang dayak emang putih2 seperti orang cina gitu, mungkin karena hidup aslinya di hutan jadinya kulitnya terawat🙂

    Palangkaraya katanya kecil ya mbak kotanya, tapi udah rapih gitu, makanya dulu dibilang cocok untuk dijadikan ibukota negara.. pingin deh sekali pernah kesana >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s