Malang part I : Akhirnya sampai juga

Perjalanan menuju Malang dan Batu ini lumayan lama. Seperti yang sudah saya infokan sebelumnya, flight Garuda menuju Malang dialihkan menuju Surabaya. Hal itu  terjadi akibat ada kerusakan sistem navigasi (tapi detilnya ga ngerti.. yo wislah nurut aja). Maka semenjak keberangkatan jam 9 pagi dari rumah, kami baru tiba di Surabaya jam 3 sore. Dengan segera kami melanjutkan perjalanan menggunakan bis Kalisari yang sudah disediakan Garuda untuk berangkat menuju Malang. Di dalam bis juga dibagikan roti dan air mineral. Pengennya sih saya minta dituker nasi bungkus aja tapi masnya ga ngasih..hihi. Jam 3 sore belum makan siang? Walaah…

Karena belum pernah ke Malang, akhirnya saya berusaha menikmati perjalanan dari dalam bis. Melewati Porong berikut kisah Lapindo yang menyisakan banyak cerita duka. Ternyata sepanjang lokasi sudah diberi tanggul batu lebih rapi dibanding  3 tahun lalu. Jalanan juga tidak terlalu macet, tapi kami tiba di Malang jam 5 sore. Karena akan langsung menuju Batu, maka kami disarankan seorang kenalan baru di bis untuk turun di Karanglo dan naik taksi ke Batu. Disertai wanti-wanti, kalo lapar singgah dulu di warung bakso Solo di pertigaan Karanglo. Lapar sih, tapi sejujurnya saya tidak terlalu suka bakso. Akhirnya karena takut keburu malam, kami memutuskan untuk segera tiba di hotel. Charge taksi dari Karanglo ke Batu dengan argo seharga 65 ribu.

Dalam perjalanan, sang supir menunjukkan banyak spot menarik termasuk rumahnya KD dan Yuni Shara, hehe.. ga nyambung. Masuk ke kota Batu, kurang lebih sekitar jam 6 sore tapi hari sudah terasa sangat gelap. Di perjalanan, kami melihat banyak sekali penjual durian di pinggir jalan. Tapi sayang, sampai hari terakhir kami tidak sempat mencicipi durian Ngantang ini. Padahal menurut info harganya lumayan murah karena sedang musim. Memasuki alun-alun kota Batu terasa sekali gemerlap lampu-lampu hias berbagai ornamen beserta taman kota yang terlihat cantik di malam hari. Kabarnya baru diresmikan sebulan lalu. Sayangnya lupa diabadikan.. *udah ga khusyu buat foto-foto, perutnya lapar berat* Tak lupa pak sopir memberikan ide rumah makan enak antara lain masakan jawa, warung bebek goreng, lalapan, susu segar, cwie mie, soto, rawon, dan lain-lain. Tapi sayang semua itu hanya tinggal kenangan. Kami makan seadanya di warung depan hotel Metropole saja, karena menjelang jam 7 malam sudah tidak ada lagi angkot yang melewati kota. Pilihannya tinggal taksi dan ojek. Ya sudahlah, murah meriah yang penting perut diisi karena dinginnya mulai menusuk ke tulang.

Karena penasaran amat sangat dengan Batu Night Spectacular (BNS), akhirnya saya berhasil mengompori teman-teman untuk menyewa taksi menuju BNS. jika naik ojek, Rp 7500 per orang. Harga argonya sih sekitar 20 ribuan, tapi mereka minta harga minimal pembayaran 30 ribu.  Dengan isi penumpang 4 orang, kami meluncur. Ternyata lokasinya lumayan dekat dan melewati Jatim Park2  yang dibuka pada siang hari. Begitu sampai di lokasi, kami tercengang sambil tertawa riang🙂 lho? pasar malam modern toh? Halaaah.. ini mah wahana rekreasi untuk anak-anak dan remaja serta orang-orang yang mengaku muda, sementara kita kan tidak? Akhirnya daripada penasaran dibawa sampai Jakarta, kami masuk dengan membayar HTM Rp 12500.

  

  

   

sebagian arena di BNS dengan pengambilan gambar terbaik

Teman-teman yang lain sudah cekikikan ga jelas mendapati ketidaktepatan kami berada di BNS, tapi saya bertekad harus menikmatinya. Meski sambil menahan tawa geli juga. Lucu aja rasanya berada di tempat yang tidak pas dengan usia. Tapi banyak pula rombongan orang tua beserta keluarga bahkan yang lebih senior (simbah-simbah dengan kebaya) pun hadir.  Yang jelas para muda-mudi ataupun anak-anak bersuka ria menikmati berbagai wahana yang disediakan di sana.  Permainan-permainan mendebarkan hati seperti wahana Dufan dengan versi lebih sederhana dipenuhi antrian para pengunjung. Sebenarnya saya naksir naik sepeda udara untuk bisa menikmati suasana kota di malam hari dan lampion garden yang terlihat cantik. Tapi niat itu diurungkan karena tidak tahan mengantri di loket tiket maupun masuk permainan. Oh, iya sistem BNS ini bukan harga terusan, melainkan membeli tiket di setiap wahana, rata-rata berkisar Rp 10000. Selain itu ada pula teater 4D, rumah kaca, galeri hantu, rodeo, go kart, night market, ice skating, ataupun arena ketangkasan lainnya. Tadinya saya berniat menyicipi main go kart, harganya 35rb untuk 2 lap atau 50 rb untuk 5 lap tapi ga ada yang mau ikutan. Malu juga kalo ada emak-emak nekat sementara yang lainnya abg, hehe.. Ya sudahlah, akhirnya kami berjalan menyusuri segala sisi mencoba menikmati keriuhan BNS dengan jumlah massa yang banyak. Terasa penuh sekali. Sign board perjalanan menuju pintu keluar ditunjukkan untuk melewati area pasar malam yang menjual berbagai macam barang. Ada mainan, kaos, oleh-oleh keripik buah khas Batu, baju, dan juga food court.

Setelah menikmati BNS kami berembuk dan memutuskan untuk tidak jadi masuk Jatim Park keesokan harinya. Jatim Park lebih cocok untuk anak-anak.  Akhirnya kami kembali memesan taksi dengan call center nomer cantik 0341-474747 dan tiba di hotel jam 9 malam untuk istirahat *semuanya tanpa mandi*. Dingiiiiin… Kabarnya jika kami datang seminggu sebelumnya udara di Batu lebih dingin dari kemarin. Wah..untung deh!

44 thoughts on “Malang part I : Akhirnya sampai juga

  1. Hiyaa… saya yang beberapa kalii ke Malang aja malah belom pernah ke BNS.. mupeng kalo denger cerita2 temen main ke BNS. emang sih buat anak-anak kebanyakan, dan anak muda g4h03l kayak saya *plaak*.. tapi tetep kaan bisa ngecengin abegeh unyu-unyuu??.. hahaha

    • hmm.. mulai mo tepe deh.. banyaak kok abg-nya
      haha.. btw, yakin mo maen rodeo atawa ontang-anting?
      wanita hamil dan penderita penyakit jantung dilarang naik wahana lho!

  2. Aduh, di Jepara ga banyak durian yang berbuah. Hiks… alamat ga dapat gratisan buah durian tahun ini.
    Beberapa kali ke Malang ga pernah ke BNS, lumayan terjawab rasa penasaranku. Hehe… keep posting, ya mbak.

  3. Wah seru bgt Mba… Senangnya bisa punya kesempatan ksana…
    Di Malang aku pernah ksana.. Tp kenangannya gak begitu bagus..
    Krn di perjalanan kami, nenekku meninggal di kota Malang…

    Anyway, cerita serunya masih lanjut kan nih Mba?😀

  4. Welcome back mbak..wah yang baru pulang traveling…mantep!…hehehe..
    Batu tempatku 3 jam perjalanan..lewat pare, tapi jalannya kelok kelok..kalo lewat blitar aman lurus lurus tapi agak lamaan dikit…jadi kangen kesana..kapan yah terakhir ke BATU?? wah jaman masih kuliah dulu kayaknya🙂 semoga pas mudik bisa jalan jalan ke Malang juga nanti🙂

  5. WOW ….
    Batu maju sedemikian pesat …
    lampu warna warni seperti diluar negeri saja layaknya …

    salut untuk pemerintah kota Batu … yang menjadikan Batu demikian Indah

    salam saya
    Selamat Berlibur

  6. Ternyata…
    ternyata…
    dikala diriku sedang riweuh berkutat dengan anak anak yang sedang libur sekolahan di rumah sampai gak sempet nge blog…
    dirimu sedang asyik berpetualang di luar sana…

    Iriiiiiii…..

    Jalan jalan ku yang paling jauh cuman makan jagung bakar di Lembang doang…hiks…

  7. iiinnnniii yang aku pengen datengin, ini yang aku baca juga kemareen😦
    pengen. bangeet. secara aku kan masih anak-anak, eh anak muda maksudnya.
    *jadi ngebayangin berduaan di lampu love itu*
    hahhahahahaha..

  8. Jadi penasaran dengan rumahnya KD dan Yuni Shara…😛

    Hilsyaaaa, saya juga belum pernah ke BNS. Ternyata Batu seudah berubah wujud jadi kota yang bener-bener kota wisata ya!

  9. waah dingin ya? sedingin musim apa di Jepang? semi?
    Pengen ke Batu jadinya… pasti anak2ku suka di BNS yah
    (akunya ngga suka krn musti buka dompet terus hihihi)

    EM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s