Nikah lagi?

Hari ini saya dapat banyak cerita. Tapi jika yang berkaitan dengan judul di atas meski terlihat rada provokatif, memang  itulah kenyataannya. Sebelumnya, mohon agar pro kontra mengenai masalah ini bisa disikapi dengan bijaksana. Dan perlu diketahui sebagian pembicaraan sudah diedit habis-habisan.

Ceritanya.. sahabat senasib sepenanggungan saya dari awal kerja memutuskan untuk menenangkan diri. Jadilah ia mengungsi dan ga mau pulang ke rumahnya. Ia memilih untuk menginap di rumah saya, sekaligus sambil packing karena 4 hari ke depan ia bertugas ke luar kota. Pagi tadi sehabis bangun tidur, ia langsung curhat pada saya.

“Elo tau kan abang A? (menyebut seorang tokoh terkenal di Indonesia), ternyata istrinya dua”, sebuah prolog yang tiba-tiba keluar dari mulutnya.

“Iya, waktu kemarin kita kumpul barengan ibu-ibu dan bapak-bapak yang biasa ikut kegiatan dia, tiba-tiba si abang A bikin pengumuman. A ingin memperkenalkan para bidadari surganya. Dan elo tau? Istri keduanya masih muda, perawan, dan cantik banget. Ada turunan timur tengah. Istri pertamanya juga cantik”.

Saya masih bengong, bingung mau menjawab apa. *maklum masih pagi, baru bangun tidur*

Sahabat saya melanjutkan, “Di depan forum, abang A menawarkan pada ibu-ibu untuk merelakan sang suami menikah lagi. Termasuk ama laki gue. Gue kan kaget. Maksudnya apa nih? Gila aje. Tawaran juga berlaku pada asisten pribadinya. Kebetulan kasusnya sama, kita  sama-sama belum punya anak.”

“Si abang A juga nyuruh istri pertamanya untuk cerita pengalamannya sewaktu ia bilang ingin menikah lagi. Elo tau istrinya bilang apa? Ternyata si kakak (istri A) langsung pingsan waktu si abang bilang mau nikah lagi. Tapi si abang nguatin istrinya biar bisa nerima semua. Gitu. Gue ga ngejawab request-nya si abang tadi. Gue pikir itu bukan buat konsumsi publik!”, lanjut sahabat saya masih dengan penuh emosi.

Lalu sahabat saya konfirmasi pada suaminya. Sang suami menegaskan bahwa ia tidak pernah berfikir sama sekali tentang menikah lagi, ia juga terkejut dengan ide tiba-tiba itu. Tapi sang istri masih tetep ngambek.

Dan saya masih tetep bengong *duuh.. serba salah kalo kasusnya gini*.

Akhirnya saya cerita sama sahabat yang sedang ngambek tadi. Saya punya sahabat baik masa sma yang dijadikan istri pertama oleh suaminya yang notabene temen sekelas saya juga. Sampai sekarang mereka masih tetap bersama dan terlihat bahagia. Dan sampai saat ini juga saya ga punya keberanian untuk bertanya lebih jauh tentang kehidupan pernikahan mereka pada yang bersangkutan. Saya merasa itu bukan area saya, meski tetap diliputi perasaan penasaran tentang bagaimana caranya ia bisa mengatasi gejolak rasa di balik semua itu.

Di sisi lain saya juga punya seorang teman yang memilih jadi istri kedua. Mereka menjalani long distance relationship yang rumit dan penuh warna. Awalnya saya selalu menyediakan waktu untuk mendengar keluh kesahnya *ya iyalah.. kalo hepi mah disimpen sendiri!* Tapi kadangkala saya sampai bosan jika mendengar curhatnya yang kesana-kemari, bingung harus bicara apa lagi. Bagi saya jika seseorang sudah memilih, semua rasa yang timbul akibat itu harus ditelan bulat-bulat tanpa komplen. Itu resiko.

Duh.. mendadak saya jadi rada sakit kepala lagi 😦

NB : Oh.. iya, berita kebenaran tentang tokoh A yang menikah lagi empat bulan lalu ini rasanya belum diblow up oleh media massa *tunggu aja tanggal mainnya.. eh, apa saya yang ketinggalan berita infotainment ya?*

Iklan

67 thoughts on “Nikah lagi?

  1. kompleks banget sih permasalahannya. Tapi ya kalo emang udah niatnya pengen gitu, masa yaa kita sebagai orang luar mau ikut campur?. yang jelas sih udah tau resikonya, tinggal bagaimana dia bisa menjalani dengan baik apa nggak.

    #ah, komen apa sih saya ini, lah belom pengalaman begonoan sih*

  2. Waaaah, jadi penasaran deh dengan si A ini!

    Saya juga nggak bisa komentar kalo ada suami yang mau nikah lagi, takut kualat…hehehe
    Trima kasih buat contoh-contoh yang Hilsya ceritakan di posting ini, saya jadi bisa mengambil pelajaran dari mereka 🙂

  3. Menjadi istri pertama sulit sekali untuk ikhlas, tapi lebih sulit lagi menjadi istri kedua. Dituding yang negatif, musti doble ikhlas, juga selalu mengurus sendiri jika ada apa-apa (anak sakit, ambil raport, de el el). Pokoknya ribet deh. Sok tahu, ya? Soalnya memang dekat sekali, sih.
    Semoga para laki-laki yang baca ini berfikir 2000 kal, deh.

  4. hmmm jadi penasaran, siapa yah si Abang A itu? gile yaaaaaaa, bisa-bisanya nyuruh2 orang untuk ikhlas suaminya nikah lgi, * emosi nih aku,

    ikutin infotainment ah, siapa tau ntar kebongkar juga tuh,,,

  5. saya sudah menikah dan terus terang ingin nikah lagi, tapi kalau dituruti jangan jangan nanti nambah lagi nambah lagi. napsu kalau dituruti bisa memperbudak.

  6. Saya jadi inget acara debat antara 3 kelompok komunitas yang membahas poligami. Kelompok A yg terdiri dari kebanyakan ibu2 PRO dengan Poligami. Kelompok B dan C, KONTRA poligami. A mempertahankan habis2 an pendapatnya. Dan lucunya saat, B dan C nanya, ‘Coba di antara ibu2 di C, siapa yang suaminya berpoligami?” eeeh gak ada yang ngangkat tangan hahahahaha :D. Lha belum pernah mengalami di poligami kok ya bisa2 nya bilang ini itu sampai berbusa2 mengenai keikhlasan untuk menerima kalau suami poligami :-))

  7. Mbak.. kayaknya berita itu belum sampai ke media deh…
    mungkin juga, mungkin lho.. karena pemberitaannya sepi makanya dia sendiri yang woro2 ke publik biar ada wartawan yang dengar haha…

  8. Betol! Kalo udah memilih (apapun itu), harus siap sedia dengan segala resikonya. Termasuk juga kalo telah memilih menikahi si B dan ternyata dia nggak bisa melahirkan anak gara-gara sesuatu, itu juga sudah resiko dong… 😀

    Aku nggak habis fikir dengan pria yang mau beristri 2, emang pada nyari apa sih? Nggak mungkin kan alasannya sama dengan alasan Nabi Muhammad? Soalnya istri-istri Nabi nggak ada yang cantik dan perawan selain Aisyah. Nabi menikahi wanita2 tua, janda2 perang demi memelihara martabat mereka.

    Tapi yo wislah… Balik lagi, itu masalah pilihan kok. 🙂

  9. Mbaaaa… OOT… Makasih paketnya udah sampe…
    Aku belom punya semuanya… Wah Vania kesenengan nih…
    yg 3 menit jd pengen koleksi semuanya… Lucu! Hihihiii…
    Ini bacaannya Hilsya yah? Hehehe… 😀

  10. Mbaaa asli buku 3 menitnya kocak abiiiiz…
    Aku lg suntuk di klinik… Dan komik ini rasanya pas bgt dateng hari ini..
    Hahaha..
    Kayaknya aku beneran bakal beli lg deh.. Buat aku sendiri… Hahaha…
    Di gramed yah Mbaaa…?
    Aku suka motonya Pingu:
    “Bijaksana berarti sudah tua”

    Hahaha.. Hihihi… Hehehe… Huhuhuuu… Eh.. Dah maghrib… Sholat yuk heee 😀

  11. hmm kalau masalah nikah2an gini aku seh percaya kalau menikah dengan dua istri itu diperbolehkan,
    tapi aku juga percaya gak ada manusia yang sanggup berlaku adil kepada istri2nya kecuali nabi..

  12. Miris dan sedih saya membacanya…bener bener sungguh terlalu….semoga para lelaki punya hati yang lembut..bisa menyelami perasaan wanita..mana ada sih wanita yang mau dimadu?? Atas nama Agama dan sunnah, coba ditelaah lagi dari sudut pandang agama dan sunnah, Ya allah semoga dijauhkan dari semua cobaan seperti itu…saya waktu di KSA banyak jumpa kasus seperti ini..saya heran dan bener kayak bunda penasaran bagaiman sebenarnya dalam hati wanita yang jadi madu dan dijadikan madu..terus gimana juga perasaan suaminya itu..merasa kaya, merasa mampu, merasa bisa bersikap adil, merasa sesuai dengan tuntunan..wis banyak mbak unek unek kalo soal ini..*btw..mau PM bunda hilsya mau tanya siapa tokoh A itu…:) *halah insting emak emak…doyan gosip 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s