Survey lokasi sunatan

Hari ini rada melelahkan, sekaligus banyak ‘menguras isi dompet’. Kayaknya gara-gara perkara satu itu sih, jadi capeknya  kerasa banget, hehe.. Maklum udah akhir bulan.

Hm, tadi kita survey lokasi ke Rumah Sunatan di Bintaro. Saya sih cuma nebeng aja. Kebetulan ada temen sekantor yang punya anak umur 3 tahun dan pengen disunat. Mungkin ada sebagian orang yang memang menyunatkan sang anak pada usia dini, ada beberapa yang memilih di usia yang lebih besar. Tapi intinya sih kesiapan mental si anak. Dan rata-rata anak-anak dengan mudahnya ‘disogok’ pake mainan pesawat, mobil-mobilan, atau angpaw untuk disunat.

Rumah Sunatan yang kami datangi berada di bilangan Jalan Puter Sektor 5, dari Bintaro sih setelah STAN. Didirikan dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS. Ada beberapa cabang yaitu Jatiasih, Bintaro, Cipinang, Depok, Bekasi, Tangerang, Sawangan, dan Samarinda. Untuk lebih jelasnya informasi bisa diakses ke sini. Untuk fasilitas, di Bintaro terdapat tiga kamar tindakan, ruang tunggu nyaman, playground untuk anak yang tengah menunggu giliran disunat, goody bag, dan obat-obatan lengkap. Slogan semacam wallpapernya aja terbaca “batman dan ironman disunat di rumah sunatan”. Atau gambar seperti di bawah ini yang berada di ruang tindakan. Hehe, jadi ga serem kan?

Untuk pilihan metode, ternyata ada inovasi baru yang ditawarkan oleh pengelola. Selain metode konvensional, laser, yang terakhir adalah smartklamp. Gambar diambil dari situs resmi rumah sunatan.

Smartklamp adalah alat khitan sekali pakai (disposable) berteknologi tinggi, didesain untuk menghasilkan khitan yang lebih aman, cepat, dan canggih. Dengan metode ini, proses sunat tidak perlu dijahit atau diperban lagi. Lebih menyenangkan lagi, anak dapat langsung memakai celana dan bahkan sangat dianjurkan untuk mandi, serta menjaga kebersihan alat kelamin. Intinya, anak bisa langsung beraktivitas seperti biasa. Lebih menguntungkan karena sifatnya aman, steril, mudah, cepat, mencakup segala usia, dan memuaskan dari segi estetika (nyontek dari brosur).

Sebelum proses penyunatan, biasanya orangtua mengajak sang anak untuk konsultasi dan pengecekan properti. Dua anak teman saya tadi dinyatakan lolos seleksi. Meski masih berusia 3 tahun, kondisi si adik memungkinkan. Sedangkan sang kakak, justru ada sedikit kelainan namun masih bisa diatasi. Sedangkan si kecil saya memilih untuk awet menggelengkan kepala saat ditanya mau diperiksa atau tidak. Ya sudah deh, namanya juga observasi. Minimal dia jadi bisa mengerti sedikit bahwa suatu saat dia harus disunat.

Oh, iya paket harga yang tadi ditawarkan adalah Rp 950rb untuk metode smartklamp, sementara Rp 500rb untuk metode konvensional. Sudah mencakup all in sampai pencabutan alatnya  4-7 hari kemudian (disesuaikan dengan ukuran properti). Biaya konsultasi Rp 50rb sekali intip dan ngobrol-ngobrol. Belum ditambah ongkos ke Bintaro, jajan KFC, pengen nyobain cheesecake dan roti Breadtalk yang notabene kerasa asing di lidah wong ndeso ini, plus beli buku. Nah, lho.. kebanyakan embel-embelnya!