Gabung Mulung Tidung

 .

.

Hollaa Para Beaches Mania,

Kami dari Komunitas Travelling “ COUCHSURFING”, akan menyelenggarakan acara “CLEAN UP TIDUNG”, sebuah kegiatan “Wisata Mulung Sampah” di salah satu pulau paling eksotis di Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Tidung. Seperti yang kita ketahui, Pulau Tidung yang menjadi target kami adalah salah satu Pulau tersibuk di Kepulauan Seribu, selain populasinya yang mencapai 5000-an jiwa, pengunjungnya pun juga selalu tak pernah sepi setiap weekend. Aktivitas tersebut sedikit banyak telah mempengaruhi kebersihan di Pulau tersebut. Belum lagi faktor musim angin tenggara yang akan membawa tumpukan sampah bermuara dipulau ini. Jadi sudah saatnya kita bergabung untuk TIDUNG. Nyampah bisaaaa, bersih-bersih juga harus lebih bisaaaa doooong !!!

Tidak dalam rangka menyambut hari penting apapun, aksi mulung pulau ini sengaja diselenggarakan sebagai salah satu tindakan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian pulau di lingkungan sekitar kita. Aksi kecil bermakna besar ini memiliki harapan besar. Dengan program ini semua orang, baik masyarakat sekitar atau pengunjung akan bersedia menyumbangkan waktu dan tenaga, terutama untuk kegiatan membersihkan pantai di pulau tersebut. Serta merta memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai di sekitar pulau. Sehingga semua khalayak dapat menikmati kelestarian dan keindahannya dalam tempo ke masa depan.

STOP SAMPAH, GO CLEAN NYOOOkk.. 🙂

========

Yup… itulah sepenggal prolog panjang lebar yang tiba-tiba masuk dalam akun grup traveling di fesbuk saya beberapa waktu lalu. Setelah sempat merayu sana-sini untuk kegiatan menikmati profesi pemulung, akhirnya hanya 2 orang yang berhasil saya jebak, hihi..

Tiap peserta kegiatan ini dipungut biaya 190 ribu per orang untuk makan 3 kali, kapal pp, kaos, dan penginapan. Yang namanya couchsurfers jangan mengharap fasilitas ekstra, karena mereka tidak pernah mencari fasilitas kelas atas dalam suatu kegiatan perjalanan.  Yang penting adalah momen di setiap perjalanannya. Umumnya mereka adalah orang-orang mandiri, pemberani, suka berpetualang, dan punya rasa saling percaya yang amat besar terhadap satu sama lain.

Banyak yang seru sepanjang perjalanan kemarin. Pertama, tiba-tiba saat kapal telah berlayar beberapa orang menyadari bahwa sebagian besar panitia masih tertinggal di Muara Angke. Nah lho? Haha.. untung masih bisa nyusul pake kapal lain. Akibatnya acara agak sedikit bergeser. Kedua, tiba-tiba hujan turun cukup deras saat kami beristirahat di homestay sambil menunggu waktu makan siang. Walah.. alamat gagal mulung nih, kalo hujan terus. Dan saya sudah punya niat busuk untuk ga ikutan mulung dan numpang tidur siang aja, hihi.. tanduknya keluar. Tapi rupanya niat baik emang selalu menang. Hujan berhenti pas jam 1 siang. Ketiga, para peserta seperti agak kebingungan dengan itinerary yang disediakan. Mungkin karena pesertanya mencapai 260 orang, jadi panitanya kurang well organized. Tapi sudah dimaklum, saat itu kami kan ikut komunitas CS bukan agen travel jadi harus lebih mandiri dong.

Acara inti berlangsung setelah makan siang. Masing-masing dibagi per grup untuk wilayah berbeda. Tiap orang dibekali satu kantong plastik hitam untuk memungut sampah. Setelah menyusuri wilayah perkampungan, benar sekali bahwa Tidung penuh dengan sampah yang berserakan, terutama sampah plastik. Saya yang orangnya gampang merasa jijik dan kurang tahan banting dengan kotor-kotoran, langsung geli setengah mati mencelupkan kaki di pinggir pantai. Whuaa.. tidaaak! Hiiiy…

Meski merasa jijik, tetap saja kantong plastik saya terasa lumayan berat. Ada sepatu, kain,bahkan diapers.. yaaaks, yang paling banyak sih bungkus plastik sisa makanan. Iseng-iseng sambil mulung bisa juga buat survey jenis jajanan apa aja yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. 😀

Ketika hampir jam 4 sore, acara mulung selesai. Karena kebingungan dengan proses pengangkutan menuju incenerator, maka berbagai kantong sampah  besar berwarna hitam dikumpulkan di suatu tempat untuk diproses lebih lanjut. Sementara peserta dipersilakan untuk melakukan kegiatan bebas. Oh, iya karena orangnya banyak banget maka kami ga kebagian sepeda dan berjalan kaki dari ujung ke ujung. Hebaat.. *sambil ngurut kaki karena pegel-pegel*

Paling seru lagi, karena satu dan lain hal akhirnya makan malam didelay (pesawat kalii) sampe jam 20.30 malam. Untungnya para MC penghibur selalu siap siaga menceriakan peserta yang kecapean dan keroncongan. Acara ramah tamah pada malam hari diikuti oleh para petinggi masyarakat pulau Tidung. Sementara setelah makan malam yang sangat pedas dan datang terlambat, saya memilih tidur saja. Besoknya kami memilih pulang lebih awal, jam 7.30 bukan jam 13 karena kebetulan teman seperjalanan mengeluh asmanya kumat dan seorang lagi membawa anak kecil. Sementara para peserta lainnya ikut kegiatan foto narsis dan bermain air (berenang, snorkeling, naik banana boat, loncat-loncat dari jembatan) sambil menunggu waktu pulang.

Tapi asli deh, overall kegiatan ini bagus. Ide dan niatnya perlu diapresiasi. Meski hasilnya kurang maksimal, karena memang sampahnya buanyak banget. Yah, baik penduduk maupun pengunjung juga harus sadar lingkungan. Ga seenaknya aja buang sampah sembarangan. Kalo bukan kita yang jaga, siapa lagi dong?

Eh baru sadar nih, liputannya masuk koran euy, lihat di sini. Atau bila teman-teman beruntung mungkin bisa ngeliat grup kami yang sedang heboh beryel-yel ria dipimpin leader Ozak yang tahan malu demi masuk liputan acara ANTV atau TransTV ya?

ji.. double o.. di.. je..o ..bi   good job, good job (ceritanya ngeja ala inggris sambil ngibas2in kantong hitam) 

Waduh.. Zak, ga kira-kira lo ye ngerjain orang tua, hihi..