Perjalanan pertama Mama

Halo adik Vania..

Kenalkan, namaku Hilwa. Biasa dipanggil Kaka. Umurku 10 tahun. Aku duduk di kelas 4 SD. Sekarang aku lagi disuruh mama untuk  bercerita tentang pengalaman pertama yang tak terlupakan buat mama sewaktu tinggal di tempat baru selama 10 minggu. Mama akan belajar sekaligus jalan-jalan di Jepang atau dikenal sebagai negeri Sakura. Ngomong-ngomong sakura itu nama bunga lho.

Waktu mama ditugaskan kantor, aku belum genap 2 tahun. Tadinya mama menolak untuk pergi, tapi ayah bilang aku akan baik-baik saja di sini. Ada nenek kakek di rumah dan juga pengasuhku, mba Mar. Aku sih sudah lupa bagaimana wajah mama waktu mau pergi ke bandara. Pastinya mama sedih banget karena harus ninggalin aku yang masih batita.

Perjalanan ini adalah perjalanan pertama kali mama. Punya paspor biru, masuk ke bandara, naik pesawat terbang, pergi ke Jepang, semuanya serba pertama. Maklum mama kan dulu tinggal di kampung, ga pernah kebayang bisa naik pesawat dan pergi keluar negeri. Mama bilang ia deg-degan sekali. Mama takut kesasar di negeri orang karena mama ga bisa ngomong bahasa Jepang. Oh, iya mama menceritakan pengalamannya sambil menunjukkan gambar buku  di bawah ini sama aku dan adikku.

Selama 2 minggu pertama, mama akan tinggal di Osaka. Lalu mama pindah ke Kobe selama 7 minggu. Sisanya mama pergi ke kota-kota lain seperti  Kyoto, Nara, Tokyo, dan Niigata. Duh, mama kok jalan-jalannya ga ngajak aku sih?

Sewaktu pertama kali mendarat di bandara Kansai, mama takjub banget. Bandaranya bagus, luas, bersih, rapi, dan tertib. Vania tau kan bandara? Itu tuh tempat pesawat terbang berkumpul, nanti pesawatnya ada yang terbang ada juga yang mendarat.

Mama datang ke Osaka sewaktu musim gugur. Pemandangannya indah sekali. Daun-daun di pohon berubah warna. Dari hijau berubah ke kuning, oranye, atau merah. Mama punya fotonya sewaktu ia jalan-jalan ke taman, namanya Osaka Garden. Tapi gambar di bawah ini diambil dari sini aja. Bagus kan? Kalo udah besar aku pengen banget bisa lihat langsung daun yang berwarna-warni seperti ini. Vania mau juga?

Mama bilang di Jepang banyak gedung bertingkat. Sama sih, di Jakarta juga banyak gedung bertingkat. Hanya saja  disana semuanya lebih rapi dan bersih. Jarang sekali terlihat sampah di pinggir jalan. Orang Jepang terbiasa patuh aturan dan antri. Antri itu artinya berbaris rapi satu per satu ke belakang. Tidak ada yang saling menyerobot. Kalo di tempat kita kan, suka rebutan dan serobot-serobot gitu. Uh, jadi malu deh!

Pengalaman mama yang paling seru adalah naik kereta. Kemanapun pergi, mama selalu naik kereta. Ada kereta biasa, ada juga kereta super cepat yang disebut shinkansen. Kebanyakan orang Jepang selalu menggunakan kereta sebagai alat transportasi. Stasiunnya bersih dan rapi. Semua orang masuk ke kereta dengan tertib. Foto shinkansen ini diambil dari sini, dari tempat teman ngeblog mama jaman dulu. Mama juga naik kereta seperti ini sewaktu perjalanan dari Tokyo ke Niigata. Aku jadi pengen ngerasain naik kereta super cepat itu deh!

Soal makanan, ternyata mama suka sekali makanan Jepang. Orang Jepang senang makan ikan mentah. Sewaktu makan, mereka ga pakai sendok garpu tapi pakai sumpit. Mama suka makan sushi. Sushi dibuat dari nasi yang di atasnya dilapisi ikan mentah, telur, atau sayuran. Nih.. gara-gara mama doyan sushi, aku dan adikku juga lalu disuruh mencicipinya. Tapi aku makannya di restoran Jepang yang ada di dekat rumah. Ternyata enak juga lho! Vania mau coba? Aku sih suka, tapi adikku ga suka.. hehe.

Oh, iya sewaktu di sana mama juga ga lupa untuk beliin aku oleh-oleh. Mama kadang pergi ke flea market (pasar loak) yang digelar setiap hari Minggu. Di sana dijual berbagai macam benda dengan harga murah. Ada barang baru, tetapi kebanyakan barang bekas layak pakai. Yukata cantik berwarna merah ini adalah oleh-oleh mama khusus buat aku. Ini baju baru dan harganya cuma 200 yen (waktu dulu sekitar Rp 14000). Yukata adalah kimono non formal yang dipakai pria dan wanita di musim panas. Sedangkan kimono itu adalah pakaian tradisional orang Jepang.

Setelah aku tambah besar, akhirnya yukata itu dipakai juga sama adik laki-lakiku sewaktu berumur 2 tahun. Hehe, lucu juga liat dia bergaya.  Saking sayangnya, baju kenang-kenangan ini masih disimpan mama di lemari. Katanya sih buat aku kalo nanti punya anak. Duh, itu kan masih lama banget ya? Hihi.. si mama ada-ada aja!

Kalau mama cerita tentang pengalamannya, aku jadi suka pengen ikutan. Mama bilang, sewaktu masih kecil mama punya keinginan pergi kemana-mana, bahkan sampai ke luar negeri. Mama bilang, anak-anak boleh berkhayal dan bermimpi. Keinginan kuat di masa kecil akan membawa kita menggapai cita-cita. Tapi tetap harus semangat buat belajar. Moga-moga aku bisa juga pergi mengelilingi dunia, bahkan lebih jauh dari perjalanan mama.

============================

Tulisan ini disertakan dalam Vania’s May Giveaway yang diselenggarakan oleh Lyliana Thia. Met ulang tahun ya Vania… *cipika-cipiki*

Nb : Tia.. susah banget nih, mau cerita sama Vania yang baru 3 tahun.. hihi, ngomong-ngomong  Vania ngerti ga ya? 😀 Biarin aaah.. semangat!

Iklan

57 thoughts on “Perjalanan pertama Mama

    • benar ikan mentah.. tuna, salmon, gurita, udang serba mentah itu ternyata enak dimakan dengan soy sauce dan tambahan bumbu wasabi + asinan jahe lho!

  1. Insya Allah ngerti dong Tante… Asik, cerita yg menarik sekali… Serasa jln2 ke Jepang nih..
    Ceritanya aku save dulu, ntar buat didongengin ke aku..
    Aduh makasih bnyk yah tante Hilsya… *terharu* 🙂

    • asiik, Vania pinter..
      banyak sih yg pengen diceritain, tapi bingung milih kata-katanya.. kadang-kadang cerita buat si Kaka aja masih suka ngeblank nih, hehe…

  2. Ceritanya bagus, mbak. Moga sukses, ya.
    PR yang ini belum sempat kukerjakan, nih. Ntar hari rabu borong posting kontesnya. Hehe…

    Info yang Jepara itu aku postpone lagi sampai rabu, ya…. maaf loh. Ini langsung disambut acara super padat & lembur terus sampai selasa.

  3. Wah asyik seru ceritanya bunda hilsya, saya berasa ikut jalan jalan ke Jepang..:)
    Waduh semakin eksis aja nieh dengan kontes kontesnya…selepas jadi yang terpilih di Surat untuk DIja…* cheers dan tos sesama banci kontes* saya banyak ketinggalan kontes kontes neh bun…haduh..gak sempat nulis…ok mencoba meluncur ke blognya mama Vania..sapa tahu bisa nulis apa aja nanti..
    🙂 Good luck yah bunda hilsya

  4. Wah Mbak bisa aja menjadikan diri sebagai seorang Hilwa 10 tahun, pengen ikutan juga sih, tapi susah banget apalagi klo bicara sama anak-anak harus pke gaya rayu merayu segala..
    Moga sukses deh Mbak dengan kontesnya 🙂

  5. pengen ke jepang jugaa 😦
    hehehe…
    saya ngebayangin pasti pusing nyusun kata-kata supaya bisa diterima sama anak kecil yah?.. hemm.. bingung pastinya.. semoga sukses kontesnya, saya malah belom bikin. hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s