Hikmah delay dari ruang F4

-cerita seorang teman seperjalanan-

Perjalanan kami kemarin mengalami sedikit kendala, jadwal penerbangan ditunda 90 menit. Penumpang sudah tumpah ruah di ruang tunggu, persis seperti di terminal bis saat lebaran. Urusan menunggu tetap menjadi sesuatu yang membosankan, untung masih bisa BBM-an *heuu..tetep!*

Di sela penantian tadi, tiba-tiba muncul serombongan cewek berdandan saltum. Sepatu boots selutut, celana ketat, baju gemerlap, dengan gaya ala luar negeri yang amat  norak. Berbicara dengan suara lantang dan terdengar kampungan. Saya sampai sebal mendengar celotahan yang seperti tidak tahu etika dan ngegaya banget. Ternyata mereka adalah para TKW yang baru pulang dari Hongkong dan Taiwan. Mereka melirik dengan pandangan sekedarnya ke arah saya yang berpenampilan seadanya. Saya yang sedikit emosi ngedumel.. ’gini-gini gue kan master dari luar negeri’. Kekesalan saya nambah satu digit. Saya kembali BBM-an.

Tak lama muncul serombongan ibu-ibu usia lanjut yang baru saja pulang dari perjalanan umroh. Para ibu sepuh celingak-celinguk mencari tempat duduk yang memang sudah terisi penuh. Saya tak peduli dan kembali melanjutkan kegiatan BBM-an dan chatting. Tak dinyana cewek yang saya anggap kampungan tadi berseru pada teman-temannya.. “Hey, bangun.. kasih tempat duduk buat ibu-ibu itu. Kasihan. Kita ngegelosor aja di lantai”.  Lalu merekapun beramai-ramai pindah lokasi sambil tetap melanjutkan proses rumpian noraknya. Sontak saya kaget dan terhenyak dengan etika yang mereka punya. Saya menjadi malu yang amat sangat pada diri sendiri. Saya yang notabene lebih berpendidikan ternyata tidak punya kelebihan hati untuk berempati pada orang tua. OMG.. don’t judge the book by its cover benar-benar seperti sedang dikemplangkan kepada saya.. Itu pelajaran nomer 1 untuk hari ini. Jangan suka menyepelekan orang.

Selang dari peristiwa tadi, sambil melanjutkan proses menunggu tanpa sengaja saya memperhatikan tingkah seorang ibu muda keturunan Tionghoa yang kesulitan beraktivitas. Sadar karena saya perhatikan sambil melongo, si ibu tadi tersenyum dan bercerita pada saya bahwa lengannya memang tinggal satu. Ia salah satu korban gempa 2009. Suami dan anak ke 2nya meninggal seketika karena tertimpa reruntuhan gedung ruko tempat tinggalnya. Saat ini ia tinggal di Jakarta dan bertujuan melakukan perjalanan ke Padang untuk menengok keluarganya.

Si ibu muda tadi melanjutkan ceritanya. Ia ditolong setelah tertimpa reruntuhan selama 13 jam. Ia berhasil diselamatkan karena memegang kerikil yang kemudian diketuk-ketukkan kepada besi yang menimpanya. Setelah tim evakuasi datang, ia dibawa ke tenda PMI lalu dibiarkan begitu saja karena memang terlalu banyak korban berjatuhan dan lebih parah. Akhirnya ia dibawa keluarganya ke RS Mount Elizabeth Singapura untuk dirawat selama 5 bulan dan menghabiskan dana pribadi sebanyak Rp 2M. Ia diamputasi dan dibuatkan tangan palsu dengan kualitas terbagus, namun tetap saja terasa berat ketika harus dipakai. Akhirnya tangan palsu tersebut hanya dipakai saat menghadiri pesta, dan ia memilih menutupi kekurangannya dengan pashmina. Saat terkena musibah ia bernazar bila diberi kesempatan untuk hidup, ia akan mengabdikan diri kepada Tuhan dan memberikan pelayanan. Saat ini ia mendapatkan beasiswa sekolah Alkitab di Semarang.

Di akhir perjumpaan, ia sempat berkata pada saya untuk selalu tegar, jangan mudah menyerah dengan masalah yang dihadapi. Masih ada banyak orang yang mengalami masalah yang lebih berat karena Tuhan tidak akan memberi cobaan di atas kemampuan umatNya. Pelajaran nomer 2, harus bersyukur atas segala yang diberikan kepada kita.

======

Lalu dimanakah ‘saya’ si pemilik blog ini? Jangan khawatir..saat itu saya asyik sendiri duduk ngedeprok di dekat jendela sambil onlen.. whuaaah..

 

 

Iklan

One thought on “Hikmah delay dari ruang F4

  1. Ping-balik: Berkaryalah.. dengan atau tanpa gelar sarjana « written minds

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s