Walking tour of Saigon

Pertama sih ga ngeh waktu dikasih peta. Tapi begitu dibaca beneran, ternyata emang bener-bener jalan kaki keliling tourist sites di HCMC. Kalo ikutan city tour, harga berkisar 8-9USD. Di bawah peta tadi tertera note : this route take about 3-5 hours (depend on you). Kenyataannya? 8 jam cyiiin…

Pagi-pagi sempet ngedumel juga sih, kenapa musti jalan kaki di bawah panas terik gitu? Kita kan udah tua (akhirnya ngaku juga), pun ga kere-kere banget sampe harus menyiksa diri gini. Tapi ya sudahlah, daripada bersungut-sungut ga jelas mending nikmati pengalaman aja. Kapan lagi?

Seperti biasa karena side of interest saya rendah banget, saya ga akan mengulas detil tempat yang dikunjungi. Udah banyak para penulis artikel bertebaran di dunia maya dari mulai yang serius ampe yang cekikikan, tinggal dipilih. Jadi sebenernya apa yang mau saya tulis ya *mentok*

Pengalaman jalan kakinya? Hehe.. jujur aja kita jalan beriringan kayak anak ayam ngikutin induknya. Lha, yang tau jalan cuma seorang doang. Peta di sini ga gratis, ga semudah di Jepang atau Singapura. Lalu lintas? Tau sendiri kan ribetnya kayak apa. Gemes liat para pengendara motor/mobil yang ga tau letaknya rem. Harusnya jalan di sini sambil bawa tongkat, biar bisa ngegebuk motor yang nyelonong *sewot*. Tapi lama-lama karena terbiasa serobotan, akhirnya malah jadi berani nekat nyebrang. Tipsnya : kudu pede, dilarang jiper ama motor!

Posisi start yang telat dimulai dari guesthouse Luan Vu di Bui Vien menuju Ben Thanh market. Tujuan awalnya nuker uang di toko emas Ha Tam karena ratenya lebih tinggi dibanding money changer. Awalnya sih berkeras cuma pengen nuker 50USD aja *mau istiqomah jadi backpacker*, ga taunya nambah lagi hahaha.. jadi malu. Rate waktu itu 1USD=22rb VND, serasa jadi orang kaya..

Tujuan pertama adalah The Reunification Palace (ex istana kepresidenan) cek TKP di  http://www.dinhdoclap.gov.vn/. Idenya hebat yah? Istana ini bisa disewa untuk berbagai kegiatan. Bangunan dan perabotannya bisa dibilang sederhana, yang jelas well organized. Tiket masuk 30rb VND.

Tujuan kedua adalah War Remnants Museum. Berhubung  kami tiba 15 menit sebelum tutup di sesi pagi, maka diputuskan untuk masuk yang jam 13.30 aja. Kami mencari tempat makan siang terdekat, kaum omnivora dan tukang pilih-pilih berpisah tempat. Tiket masuk 15rb VND. List of themes museum terbagi menjadi historical truths, requiem-koleksi foto dokumentari dari para jurnalis yang terbunuh selama perang Indochina, bukti kejahatan perang (agent orange yang berisi dioksin dan efeknya), contoh penjara, children education room. Di lantai bawah ada promosi kerajinan tangan yang dikerjakan oleh para korban perang. Di halaman museum terdapat berbagai jenis kendaraan perang tentara Amerika. O, iya.. saya baru tau kalo bom perang itu ternyata gede banget. Menyeramkan!

Tujuan ketiga adalah gereja katedral Notredame dan gedung di seberangnya -Buu Dien- Sai Gon Post Office. Sisa peninggalan Perancis yang masih berdiri kokoh. Arsitektur Eropa terasa sekali, serasa berada di Eropa beneran. Jeprat-jepret ambil gambar sebentar *sayang kameranya butut* sambil melihat-lihat isi kantor pos, ada berbagai suvenir yang dijual.

Selanjutnya melangkah ke gedung Opera House yang terlihat lebih indah di waktu malam. Saya berpisah dengan rombongan karena ingin mencari mesjid terlebih dahulu. Waktu itu ga ada yang mau menemani saya.. *terlalu heboh dengan urusan jalan-jalan.. yasud deh, sendiri aja*. Sesampainya di mesjid disambut seorang penjaga mesjid yang berbaik hati mengambilkan foto. Lalu diberi petunjuk untuk mengambil wudhu dari torn air. Saya yang sudah menjama’ shalat di perjalanan akhirnya memilih untuk shalat lagi. Lebih adem rasanya.

Surprised juga, ternyata mesjid sederhana yang dibangun tahun 1935 ini tetap berdiri diapit bangunan megah (kebayang kan kalo di Indonesia kemungkinan digusurnya cukup gede). Teduh rasanya melihat mesjid di negeri non muslim. Lelah berganti lega. Setelah shalat saya pamit dan menciumi tangan para ibu usia lanjut yang masih berada di mesjid tanpa bisa berkomunikasi selain mengatakan I’m from Indonesia. Pengennya sih berbagi memberi sesuatu, namun apa daya ga bawa apapun. Liputan tentang mesjidnya lihat aja di http://wahyuhandoko.blogspot.com/2010/04/masjid-musulman-sedikit-keajaiban-di-ho.html

Saya kembali bergegas berjalan ke arah Ben Thanh. Ambil gambar sebentar di depan patung uncle Ho. Meski lalu lintasnya riweuh ga keruan, suasana kota terlihat cantik karena dihiasi taman yang tertata apik. Kami berjalan lurus, sempat tergoda dengan Bach Dang Ice Cream tapi ga jadi masuk karena takut batuk bertambah parah. Tak lama sampai juga di tujuan terakhir, Ben Thanh market.

Ben Thanh memang jadi magnet belanja buat semua kalangan. Tapi sebelnya harga yang ditawarkan suka ga kira-kira. Saya jadi malas bertransaksi, soalnya ga jago nawar. Jadi pilih toko fixed price aja, biar ga ribet.  Sepotong gaun khas Vietnam ukuran M -ao dai- berwarna hitam kombinasi ungu dengan bordir masuk kantong setelah dibarter dengan 310rb VND. Mahal? Ah, mikirin bahan dan ongkos jahitnya aja ntar kelamaan.  Ternyata setelah jam 7 malam, di samping pasar dibuka pasar malam. Di situ harganya miring kalo berhasil nawar dengan kejam. Seorang teman yang terpikat dengan lukisan 4 pcs, berhasil membawa pulang seharga 280rb VND dari  penawaran 700rb VND. Saya sih cari yang murmer aja, dapet kaos dengan kualitas kain biasa seharga 1USD.

Sebenarnya saya lebih suka berbelanja makanan khas, seperti manisan buah tapi akhirnya malah ga jadi beli.. *tuh kan nyesel*. Beneran deh, harga buah di sana murah banget. Buah naga yang dijual sepanjang jalan di Mui Ne 8rb VND 1kg. Jambu cincalo sepanjang jalan menuju Cu Chi bervariasi dari mulai 5rb-10rb VND per kg. Kalo di kota mungkin sudah lebih mahal, tapi tetep aja terbilang murah kalo dibandingkan harga Jakarta. Lain kali sih, oleh-oleh beli buah-buahan segar aja lah, kemaren lolos kok di bandara 😀

Iklan

4 thoughts on “Walking tour of Saigon

  1. Wiiih asyik nih jalan-jalannya ke Vietnam 😀 Lengkap pula nih cerita segala macam. Kami sendiri sudah nulis panjang-lebar soal kisah perjalanan kami ke Vietnam, tapi baru 3 yang kami post. Masih valid nggak ya ceritanya kalau baru dipost sekarang? Hehehe.

    Kangen ih, pengen ke HCMC lagi. Nginep sama-sama di Luan Vu ya!

    • haii tante guru.. kan terinspirasi dari blog lompatlompat.. info Cu Chi, dkk udah lengkap banget disana, makanya saya ga nulis panjang lebar..
      Ditunggu postingannya.. pasti seru! kan tiap orang punya alur interest yang berbeda..

      Yuuuk, sesekali barengan ya… *semangat*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s