Menyimak kekhusyu’an di Cao Dai Temple

http://www.sacred-destinations.com/vietnam/cao-dai-temple.htm adalah salah satu website panduan saya mengulas perjalanan menuju Cao Dai Temple. Kami pergi ke sana dengan mengikuti paket full day tour yang diselenggarakan suatu agen travel di Pham Ngu Lao seharga 7USD per orang (jasa guide dan kendaraan AC). Harga paket tiap agen  seragam dan mereka profesional.  Terlihat sekali niatan mereka untuk memajukan industri pariwisata negaranya. Para peserta tur diuntungkan karena bisa duduk nyaman sepanjang perjalanan tanpa harus terkena terik matahari di daerah gersang.

Pagi hari kami mengunjungi Great Temple of Caodaism di Tay Ninh, sekitar 100 km dari HCMC. Cerita historikalnya langsung diakses ke web di atas aja ya..  Sebelum sampai ke temple, kami disinggahkan ke sebuah pusat kerajinan yang para pekerjanya handicapped akibat perang. Hanya saja harga yang ditawarkan relatif sangat mahal, sehingga benar-benar menjadi sight seeing semata.

Caodaism adalah sebuah agama Vietnam dengan basis filosofi Buddhism, Confucianism, Taoism dan Christianity.  CaoDai.org menjelaskan:

“The noble effort of CaoDai is to unite all of humanity through a common vision of the Supreme Being, whatever our minor differences, in order to promote peace and understanding throughout the world. CaoDai does not seek to create a gray world, where all religions are exactly the same, only to create a more tolerant world, where all can see each other as sisters and brothers from a common divine source reaching out to a common divine destiny realizing peace within and without.”

Menurut penjelasan tour guide, para anggota sekte Cao Dai seperti mempunyai komunitas sendiri dengan membangun kota mandiri, dilengkapi berbagai fasilitas di sekitar temple. Mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan tanpa prasangka karena mereka mempercayai karma.

Yang dijual dalam paket wisata ini adalah prayer session at noon, jam 12 siang. Jadi para turis yang ingin menyaksikan proses sembahyang dipersilakan untuk naik ke lantai 2. Sepanjang upacara selama sekitar 30 menit, pengunjung diminta hening. 10-15 menit pertama masih betah melihat prosesi, setelah itu masing-masing membubarkan diri dengan tertib.

With all do respect, saya tak berniat untuk berkecimpung pada sesuatu hal yang bersifat SARA. Sebagai seorang muslim, cukuplah “bagiku agamaku dan bagimu agamamu”. Namun menikmati pemandangan peribadatan anggota sekte Cao Dai, telah membuat sebuah teguran keras untuk lebih bisa khusyu berjalan di agama Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s